Infeksi merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas tertinggi pada anak, terutama di negara berkembang. Pendekatan diagnosis dan tatalaksana infeksi pada anak memiliki tantangan tersendiri karena beberapa faktor:
Etiologi infeksi pada anak sangat bervariasi tergantung kelompok usia. Memahami pola ini membantu dalam pemilihan terapi empiris yang tepat.
| Kelompok Usia | Patogen Bakteri Umum | Patogen Virus Umum |
| Neonatus (0-28 hari) | Group B Streptococcus (GBS), E. coli, Listeria monocytogenes | HSV, Enterovirus, CMV |
| Bayi (1-12 bulan) | S. pneumoniae, H. influenzae (tipe non-b), N. meningitidis, E. coli (ISk), Salmonella | RSV, Influenza, Parainfluenza, Adenovirus, Rotavirus |
| Anak Pra-Sekolah (1-5 tahun) | S. pneumoniae, S. aureus, Streptococcus pyogenes, Mycoplasma pneumoniae | Influenza, Rhinovirus, Adenovirus, Enterovirus, VZV |
| Anak Usia Sekolah (>5 tahun) | S. pneumoniae, S. pyogenes, Mycoplasma pneumoniae, Chlamydia pneumoniae | Influenza, EBV, VZV |
Catatan: Pola resistensi dan ketersediaan vaksin dapat mengubah prevalensi patogen tertentu.
Gejala infeksi pada anak dapat bervariasi dari ringan hingga mengancam jiwa. Penting untuk mengidentifikasi red flags yang mengindikasikan kondisi serius dan memerlukan perhatian medis segera.
Diagnosis infeksi pada anak memerlukan kombinasi anamnesis yang cermat, pemeriksaan fisik menyeluruh, dan pemeriksaan penunjang yang tepat.
Tatalaksana infeksi pada anak meliputi terapi suportif, terapi empiris, dan terapi definitif setelah identifikasi patogen.
Pencegahan adalah pilar utama dalam mengurangi angka kejadian dan keparahan infeksi pada anak.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi