Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual. Istilah ini lebih disukai daripada Penyakit Menular Seksual (PMS) karena banyak individu yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan gejala penyakit.
IMS merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang signifikan. Di Indonesia, prevalensinya cukup tinggi dan menjadi perhatian serius, terutama pada kelompok usia produktif. Pemahaman tentang IMS sangat penting untuk pencegahan, diagnosis dini, dan tatalaksana yang tepat guna memutus rantai penularan.
IMS dapat disebabkan oleh berbagai jenis mikroorganisme. Klasifikasi umum berdasarkan etiologinya meliputi:
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang tertular IMS:
IMS utamanya ditularkan melalui kontak seksual, namun beberapa juga dapat ditularkan melalui jalur lain:
Manifestasi klinis IMS sangat bervariasi, dari asimtomatik hingga gejala berat. Namun, ada beberapa kategori umum yang sering ditemukan:
Pendekatan diagnostik IMS melibatkan kombinasi dari:
Penting untuk melakukan skrining IMS pada kelompok berisiko tinggi atau pasien dengan gejala, serta melakukan skrining untuk IMS lain jika satu IMS terdiagnosis (misalnya, skrining HIV dan sifilis pada pasien gonore).
Tatalaksana IMS bertujuan untuk menyembuhkan infeksi, meredakan gejala, mencegah komplikasi, dan memutus rantai penularan. Prinsip utamanya meliputi:
IMS yang tidak diobati atau tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius:
Strategi pencegahan dan pengendalian IMS sangat penting untuk kesehatan masyarakat:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi