Infeksi Human Papillomavirus (HPV) adalah infeksi virus yang sangat umum, menyerang kulit dan membran mukosa, menyebabkan proliferasi sel epitel yang abnormal.
Veruka (kutil) adalah lesi kulit jinak yang disebabkan oleh infeksi HPV pada kulit non-genital.
Kondiloma Akuminata (kutil kelamin) adalah lesi papilomatosa jinak pada area anogenital yang juga disebabkan oleh infeksi HPV, umumnya ditularkan secara seksual.
Penyebab utama adalah Human Papillomavirus (HPV), sebuah virus DNA dari famili Papillomaviridae.
Terdapat lebih dari 200 tipe HPV, namun beberapa tipe spesifik sering dikaitkan dengan manifestasi klinis tertentu:
Penularan HPV terjadi melalui kontak langsung dengan lesi yang terinfeksi atau permukaan yang terkontaminasi.
Virus HPV menginfeksi sel basal epitel melalui mikrolesi pada kulit atau mukosa.
DNA virus masuk ke inti sel dan mereplikasi diri. Protein virus E6 dan E7 mengganggu protein penekan tumor sel inang (p53 dan Rb), menyebabkan proliferasi sel yang tidak terkontrol.
Hal ini mengakibatkan hiperplasia dan hiperkeratosis pada epidermis, membentuk lesi papilomatosa atau verukosa.
Manifestasi klinis bervariasi tergantung tipe HPV dan lokasi infeksi:
Diagnosis sebagian besar ditegakkan secara klinis berdasarkan morfologi lesi dan lokasi.
Pemeriksaan penunjang dapat dipertimbangkan:
Penting untuk membedakan veruka/kondiloma dari lesi lain yang serupa:
| Kondisi | Gambaran Khas | Pembeda Utama dari Veruka/Kondiloma |
| Moluskum Kontagiosum | Papul umbilikasi, sentral depresi, 2-5 mm | Penyebab poxvirus, bukan HPV. Umbilikasi khas. |
| Karsinoma Sel Skuamosa | Lesi ulseratif, indurasi, pertumbuhan cepat, sering pada lansia | Histopatologi invasif, tanda keganasan. |
| Lichen Planus Hipertrofik | Plak violase, gatal hebat, striae Wickham | Histopatologi: infiltrat limfosit band-like. |
| Nevus Verukosus | Lesi kongenital, linier/whorled, persisten | Muncul sejak lahir/anak-anak, tidak menular. |
| Kondiloma Latah (Syphilitic Condyloma Lata) | Lesi datar, basah, abu-abu, pada sifilis sekunder | Tes serologi sifilis positif (VDRL/TPHA). |
| Peary Penile Papules | Papul kecil, sewarna kulit, di korona glans penis, simetris | Normal anatomis, tidak menular, tidak membesar. |
Tujuan tatalaksana adalah menghilangkan lesi, mengurangi gejala, dan mencegah penularan. Tidak ada terapi yang eradikasi virus sepenuhnya.
Non-Farmakologis (Destruktif/Prosedural):
Farmakologis (Topikal):
Catatan Penting: Pemilihan terapi disesuaikan dengan lokasi, ukuran, jumlah lesi, kondisi pasien (misalnya kehamilan), dan preferensi.
Komplikasi yang paling serius adalah transformasi maligna, terutama pada kondiloma akuminata yang disebabkan oleh HPV risiko tinggi (tipe 16, 18).
Dapat menyebabkan karsinoma sel skuamosa pada serviks, anus, vulva, vagina, penis, dan orofaring.
Komplikasi lain meliputi:
Vaksinasi HPV: Sangat efektif dalam mencegah infeksi HPV tipe tertentu (terutama 6, 11, 16, 18). Direkomendasikan untuk remaja putri dan putra sebelum aktif secara seksual.
Praktik Seks Aman: Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penularan, meskipun tidak sepenuhnya mencegah karena area yang terinfeksi mungkin tidak tertutup kondom.
Skrining Rutin: Paps smear untuk wanita sebagai deteksi dini perubahan sel serviks akibat HPV.
Edukasi: Pentingnya deteksi dini dan tatalaksana yang tepat.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi