Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah retrovirus yang menyerang sistem imun tubuh, khususnya sel T CD4+. Infeksi ini menyebabkan kerusakan progresif pada sistem kekebalan.
Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah stadium akhir infeksi HIV, yang ditandai dengan penurunan imunitas berat hingga munculnya infeksi oportunistik atau keganasan tertentu yang mendefinisikan AIDS.
Penyebab infeksi adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). Ada dua tipe utama:
Penularan HIV terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh yang mengandung virus dalam jumlah yang cukup tinggi, yaitu:
HIV menargetkan sel yang mengekspresikan reseptor CD4, terutama limfosit T helper, makrofag, dan sel dendritik. Proses infeksi dan replikasi virus meliputi:
Perjalanan infeksi HIV dibagi menjadi beberapa fase:
Terjadi 2-4 minggu setelah infeksi. Gejala mirip flu: demam, ruam makulopapular, limfadenopati, nyeri tenggorokan, mialgia, ulkus oral/genital. Sering tidak terdiagnosis karena non-spesifik.
Virus tetap aktif bereplikasi, tapi gejala klinis minimal atau tidak ada. Dapat berlangsung bertahun-tahun (rata-rata 8-10 tahun). Limfadenopati persisten generalisata (PGL) dapat ditemukan.
Ditandai dengan jumlah CD4+ T < 200 sel/mm³ atau munculnya kondisi definisi AIDS. Manifestasi meliputi:
Diagnosis HIV ditegakkan melalui kombinasi pemeriksaan laboratorium:
Pemeriksaan Penunjang Lain:
Klasifikasi WHO digunakan untuk menilai stadium klinis infeksi HIV dan memandu keputusan tatalaksana. Jumlah CD4+ T limfosit sering digunakan bersamaan dengan kondisi klinis.
| Stadium Klinis WHO | Kondisi Klinis | Jumlah CD4+ T |
| Stadium I | Asimtomatik, limfadenopati persisten generalisata | >500 sel/mm³ |
| Stadium II | Penurunan BB <10%, infeksi saluran napas atas berulang, herpes zoster, dermatitis seboroik, ulkus oral berulang, onikomikosis | 200-500 sel/mm³ |
| Stadium III | Penurunan BB >10%, diare kronis >1 bulan, demam >1 bulan, kandidiasis oral persisten, TB paru, limfadenopati generalisata, anemia, neutropenia, trombositopenia kronis | <200 sel/mm³ atau kondisi definisi AIDS |
| Stadium IV (AIDS) | Pneumocystis pneumonia (PCP), toksoplasmosis serebral, kandidiasis esofagus, sarkoma Kaposi, limfoma, wasting syndrome, ensefalopati HIV, TB ekstrapulmoner, retinitis CMV | <200 sel/mm³ atau kondisi definisi AIDS |
Tatalaksana utama infeksi HIV adalah Terapi Antiretroviral (ART).
Regimen Lini Pertama Umum di Indonesia (Dewasa): Kombinasi TDF/3TC/DTG (Tenofovir/Lamivudin/Dolutegravir) atau TDF/3TC/EFV (Tenofovir/Lamivudin/Efavirenz).
Pencegahan infeksi HIV sangat penting dan melibatkan berbagai strategi:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi