Ileus obstruktif adalah kondisi di mana terjadi gangguan pasase isi usus secara mekanik akibat adanya sumbatan. Sumbatan ini dapat bersifat parsial atau total, dan dapat terjadi pada usus halus maupun usus besar.
Berbeda dengan ileus paralitik (ileus fungsional), pada ileus obstruktif terdapat hambatan fisik yang menghalangi pergerakan isi usus, bukan karena gangguan motilitas.
Penyebab ileus obstruktif dapat dikelompokkan berdasarkan lokasi sumbatan:
Ketika terjadi sumbatan, isi usus (cairan, gas, makanan) akan terakumulasi di proksimal sumbatan. Hal ini menyebabkan distensi lumen usus.
Distensi usus memicu peningkatan tekanan intraluminal, yang pada gilirannya akan menekan dinding usus dan mengganggu aliran darah ke mukosa. Ini bisa menyebabkan iskemia, nekrosis, hingga perforasi.
Peningkatan distensi juga menyebabkan peningkatan sekresi cairan ke dalam lumen usus dan penurunan absorpsi, memperparah akumulasi cairan dan elektrolit. Pasien rentan mengalami dehidrasi dan gangguan elektrolit.
Bakteri di dalam usus dapat berproliferasi dan menghasilkan gas, memperburuk distensi. Jika terjadi iskemia atau perforasi, bakteri dapat masuk ke rongga peritoneum menyebabkan peritonitis dan sepsis.
Gejala klasik ileus obstruktif meliputi triad gejala utama dan tanda-tanda lain:
Laboratorium:
Radiologi:
Penting untuk membedakan ileus obstruktif dengan kondisi lain yang memiliki gejala serupa, terutama ileus paralitik.
| Kriteria | Ileus Obstruktif | Ileus Paralitik |
| Penyebab | Sumbatan mekanik (adhesi, tumor, hernia) | Gangguan motilitas (pasca-op, infeksi, obat, elektrolit) |
| Nyeri | Kolik, intermiten, memberat | Difus, tumpul, tidak kolik |
| Muntah | Sering, dapat fekaloid | Jarang, tidak fekaloid |
| Distensi | Lokal/terbatas (tergantung lokasi) | Difus, menyeluruh |
| Bising Usus | Hiperaktif, metalik (awal); hipoaktif/menghilang (lanjut) | Hipoaktif atau tidak ada |
| Flatus/BAB | Tidak bisa flatus/BAB | Tidak bisa flatus/BAB |
| Foto Abdomen | Air-fluid levels, dilatasi usus proksimal, kolaps distal | Dilatasi usus menyeluruh (usus halus & besar), gas di rektum |
Diagnosis banding lain meliputi apendisitis akut, pankreatitis akut, kolesistitis akut, gastroenteritis, dan kolitis iskemik.
Ileus obstruktif dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria:
Tatalaksana ileus obstruktif bersifat suportif dan definitif. Pasien dengan ileus obstruktif harus dirawat inap dan dipantau ketat.
Tatalaksana Non-Farmakologis:
Tatalaksana Farmakologis:
Tatalaksana Bedah:
Komplikasi ileus obstruktif yang serius meliputi:
Prognosis ileus obstruktif sangat bervariasi tergantung pada penyebab, lokasi, durasi obstruksi, dan ada tidaknya komplikasi seperti strangulasi atau perforasi.
Diagnosis dini dan tatalaksana yang cepat dan tepat, terutama pada kasus strangulasi, sangat penting untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas.
Pada kasus yang tidak terkomplikasi dan ditangani dengan baik, prognosis umumnya baik. Namun, ileus obstruktif akibat adhesi memiliki risiko rekurensi.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi