Ikterus: Pre-hepatik, Hepatik, Post-hepatik

Ikterus adalah salah satu keluhan yang paling sering membawa pasien ke dokter, namun penyebabnya bisa sangat bervariasi. Membedakan apakah ikterus disebabkan oleh masalah pre-hepatik, hepatik, atau post-hepatik adalah kunci utama dalam menegakkan diagnosis dan menentukan tatalaksana yang tepat. Jangan sampai salah interpretasi lab dan klinisnya ya! Yuk, kuasai perbedaannya agar kamu siap menghadapi soal UKMPPD dan kasus klinis nyata!

Definisi Ikterus

Ikterus atau jaundice adalah kondisi diskolorasi kulit, sklera, dan membran mukosa menjadi kekuningan akibat akumulasi berlebihan bilirubin dalam darah (hiperbilirubinemia).

Kondisi ini umumnya terlihat ketika kadar bilirubin serum total melebihi 2-3 mg/dL.

Metabolisme Bilirubin Singkat

Bilirubin berasal dari pemecahan heme (misalnya dari eritrosit tua). Prosesnya meliputi:

  • Bilirubin tidak terkonjugasi (indirek) dilepaskan ke sirkulasi, terikat albumin, dan dibawa ke hepar.
  • Di hepar, bilirubin tidak terkonjugasi diubah menjadi bilirubin terkonjugasi (direk) melalui konjugasi dengan asam glukuronat.
  • Bilirubin terkonjugasi kemudian diekskresikan melalui empedu ke usus halus, di mana sebagian diubah menjadi urobilinogen dan sterkobilin.
  • Sterkobilin memberikan warna pada feses, sedangkan urobilinogen sebagian direabsorpsi dan diekskresikan melalui urin.

Tabel Perbandingan Ikterus: Pre-hepatik, Hepatik, Post-hepatik

Memahami perbedaan karakteristik antara ketiga jenis ikterus ini sangat krusial untuk diagnosis dan tatalaksana.

ParameterIkterus Pre-hepatikIkterus HepatikIkterus Post-hepatik
Penyebab UtamaProduksi bilirubin berlebihan (mis. hemolisis)Kerusakan sel hepar (mis. hepatitis, sirosis) atau gangguan konjugasi/ekskresi intrahepatikObstruksi aliran empedu di luar hepar (mis. koledokolitiasis, tumor pankreas)
Bilirubin Indirek SerumMeningkat signifikanMeningkat (bisa dominan atau seimbang dengan direk)Normal atau sedikit meningkat
Bilirubin Direk SerumNormal atau sedikit meningkatMeningkat signifikan (dominan)Meningkat signifikan (dominan)
Urobilinogen UrinMeningkatNormal, menurun, atau meningkat (tergantung etiologi)Menurun atau tidak ada (acholic urine)
Warna UrinNormal atau sedikit lebih gelapGelap (seperti teh) karena bilirubin terkonjugasi diekskresikan via ginjalGelap (seperti teh)
Warna FesesNormal atau lebih gelapNormal atau pucatPucat (seperti dempul/dempul) karena tidak ada sterkobilin
ALT/ASTNormalMeningkat (terutama ALT, bisa sangat tinggi pada hepatitis akut)Normal atau sedikit meningkat
ALP/GGTNormalMeningkat (biasanya tidak setinggi post-hepatik)Meningkat signifikan (terutama ALP)
Gejala Klinis KhasAnemia (pucat, lemah), splenomegaliMalaise, anoreksia, mual, muntah, nyeri perut kanan atas, hepatomegali, asites, ensefalopatiNyeri perut kanan atas (kolik bilier), demam, menggigil (kolangitis), gatal (pruritus), massa teraba (tumor)
Contoh PenyakitAnemia hemolitik, reaksi transfusi, Gilbert's syndromeHepatitis viral/alkoholik/autoimun, sirosis, obat-obatan, sindrom Crigler-Najjar, sindrom Dubin-JohnsonKoledokolitiasis, striktur bilier, pankreatitis, karsinoma kaput pankreas, karsinoma ampula Vateri, kolangiokarsinoma

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds