Hordeolum dan Kalazion

Sering bingung membedakan benjolan di kelopak mata yang satu ini? Hordeolum dan kalazion adalah kondisi umum yang sering dijumpai, namun memiliki penyebab, gejala, dan penanganan yang berbeda lho! Jangan sampai salah diagnosis dan tatalaksana. Yuk, pahami perbedaan esensial keduanya agar kamu makin jago dalam praktik klinis dan siap menghadapi soal UKMPPD!

Definisi

Hordeolum adalah infeksi akut pada kelenjar di kelopak mata. Kondisi ini sering disebabkan oleh bakteri dan menimbulkan benjolan yang nyeri.

Kalazion adalah peradangan granulomatosa kronis steril pada kelenjar Meibom (kelenjar minyak di kelopak mata) akibat sumbatan pada duktusnya, menyebabkan penumpukan sekret dan reaksi inflamasi. Biasanya tidak nyeri.

Etiologi & Patofisiologi

  • Hordeolum:

    Paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini menginfeksi kelenjar Zeis atau Moll (hordeolum eksterna) atau kelenjar Meibom (hordeolum interna), menyebabkan peradangan akut dan pembentukan abses.

  • Kalazion:

    Terjadi akibat sumbatan pada duktus kelenjar Meibom, yang mencegah keluarnya sekret minyak (sebum). Retensi sebum ini memicu reaksi inflamasi steril granulomatosa di dalam kelenjar, membentuk benjolan yang keras.

Klasifikasi Hordeolum

  • Hordeolum Eksterna (Stye):

    Merupakan infeksi akut pada kelenjar Zeis (kelenjar sebasea yang bermuara ke folikel bulu mata) atau kelenjar Moll (kelenjar keringat apokrin). Benjolan biasanya terletak di tepi kelopak mata, dekat pangkal bulu mata.

  • Hordeolum Interna:

    Merupakan infeksi akut pada kelenjar Meibom (kelenjar sebasea yang terletak di tarsus kelopak mata). Benjolan terletak lebih dalam di dalam kelopak mata, seringkali menunjuk ke arah konjungtiva tarsal.

Manifestasi Klinis (Perbandingan)

KriteriaHordeolumKalazion
NyeriSangat nyeri, terutama saat disentuh.Tidak nyeri atau nyeri minimal, kecuali jika terinfeksi sekunder.
LokasiTepi kelopak mata (eksterna) atau lebih dalam di kelopak mata (interna).Lebih dalam di kelopak mata, jauh dari tepi kelopak mata.
UkuranBiasanya lebih kecil, dapat membesar.Bervariasi, bisa lebih besar dari hordeolum.
KonsistensiLunak, kemerahan, bengkak, kadang ada titik nanah.Keras, kenyal, tidak ada tanda-tanda inflamasi akut (merah, bengkak).
Keterlibatan KelenjarKelenjar Zeis/Moll (eksterna) atau Meibom (interna) dengan infeksi akut.Kelenjar Meibom dengan peradangan granulomatosa steril.
Tanda PeradanganKemerahan, bengkak, hangat, nyeri tekan.Biasanya tidak ada tanda peradangan akut, kulit di atasnya normal.
OnsetAkut, tiba-tiba.Bertahap, kronis.

Penegakan Diagnosis

Diagnosis hordeolum dan kalazion sebagian besar ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

  • Anamnesis: Menanyakan riwayat onset, ada tidaknya nyeri, riwayat benjolan serupa sebelumnya, dan faktor risiko (misalnya kebersihan mata yang buruk, blefaritis).
  • Pemeriksaan Fisik:
    1. Inspeksi: Melihat lokasi, ukuran, dan tanda-tanda peradangan (kemerahan, bengkak).
    2. Palpasi: Meraba konsistensi benjolan (lunak/keras), ada tidaknya nyeri tekan. Eversi kelopak mata dapat membantu melihat hordeolum interna atau kalazion yang menunjuk ke konjungtiva tarsal.

Tatalaksana

  • Tatalaksana Umum (Konservatif) untuk Keduanya:
    • Kompres Hangat: Lakukan 3-4 kali sehari selama 10-15 menit. Panas membantu melarutkan sekret, meningkatkan drainase, dan mengurangi peradangan.
    • Higiene Kelopak Mata: Bersihkan kelopak mata secara teratur dengan sabun bayi encer atau pembersih kelopak mata khusus.
  • Tatalaksana Khusus Hordeolum:
    • Antibiotik Topikal: Salep atau tetes mata antibiotik (misalnya kloramfenikol, eritromisin, asam fusidat) dapat diberikan, terutama jika ada keterlibatan konjungtiva atau risiko penyebaran.
    • Antibiotik Sistemik: Diberikan jika infeksi berat, selulitis preseptal, atau tidak responsif terhadap antibiotik topikal (misalnya dikloksasilin, amoksisilin-klavulanat).
    • Insisi dan Drainase: Jika abses tidak pecah spontan atau tidak responsif terhadap terapi konservatif/antibiotik, dapat dilakukan insisi dan drainase oleh dokter spesialis mata.
  • Tatalaksana Khusus Kalazion:
    • Injeksi Steroid Intralesi: Injeksi kortikosteroid (misalnya triamcinolone) langsung ke dalam lesi dapat mengurangi peradangan dan ukuran kalazion, terutama untuk lesi yang lebih kecil atau yang baru terbentuk.
    • Insisi dan Kuretase: Merupakan pilihan utama untuk kalazion yang besar, persisten, atau tidak responsif terhadap terapi konservatif/injeksi steroid. Prosedur ini melibatkan pembedahan kecil untuk mengeluarkan isi granulomatosa dari kelenjar.

Komplikasi

  • Hordeolum:
    • Selulitis Preseptal: Penyebaran infeksi ke jaringan lunak di sekitar mata.
    • Abses Kelopak Mata: Pembentukan kumpulan nanah yang lebih besar.
    • Fistel: Jarang, terbentuknya saluran abnormal akibat drainase yang tidak sempurna.
  • Kalazion:
    • Astigmatisme: Kalazion yang besar dapat menekan kornea dan menyebabkan perubahan bentuk, menginduksi astigmatisme.
    • Infeksi Sekunder: Meskipun awalnya steril, kalazion dapat terinfeksi bakteri.
    • Residif: Kalazion dapat kambuh di tempat yang sama atau di kelopak mata lainnya.

Edukasi & Pencegahan

  • Higiene Mata yang Baik: Cuci tangan sebelum menyentuh mata. Bersihkan kelopak mata secara teratur, terutama bagi penderita blefaritis.
  • Hindari Mengucek Mata: Mengucek mata dapat memindahkan bakteri dan memperburuk kondisi.
  • Ganti Kosmetik Mata Secara Teratur: Maskara dan eyeliner harus diganti setiap 3-6 bulan untuk mencegah kontaminasi bakteri.
  • Manajemen Kondisi Penyerta: Obati kondisi seperti blefaritis, rosasea, atau dermatitis seboroik yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hordeolum atau kalazion.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds