Hipoglikemia adalah kondisi kadar glukosa darah (KGD) yang lebih rendah dari normal, yang dapat menyebabkan tanda dan gejala klinis. Secara umum, nilai cut-off yang digunakan adalah KGD <70 mg/dL.
Pada pasien diabetes, batasan ini mungkin sedikit lebih longgar, namun tetap membutuhkan perhatian serius. Penting untuk membedakan antara hipoglikemia asimtomatik (kadar rendah tanpa gejala) dan hipoglikemia simptomatik.
Penyebab hipoglikemia sangat bervariasi, namun dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori utama:
Hipoglikemia terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara produksi glukosa oleh hati (melalui glikogenolisis dan glukoneogenesis) dan ambilan glukosa oleh sel-sel perifer, atau akibat sekresi insulin yang berlebihan.
Tubuh memiliki mekanisme kontra-regulasi untuk mencegah hipoglikemia, melibatkan hormon seperti glukagon, epinefrin, kortisol, dan hormon pertumbuhan. Namun, pada kondisi tertentu (misalnya defisiensi hormon atau terapi insulin berlebihan), mekanisme ini bisa gagal.
Otak sangat bergantung pada glukosa sebagai sumber energi utama. Penurunan kadar glukosa darah menyebabkan neuroglikopenia, yang memicu gejala neurologis.
Gejala hipoglikemia dapat dibagi menjadi dua kategori utama:
Perlu diingat bahwa pada pasien DM yang sering mengalami hipoglikemia, respons adrenergik bisa tumpul (hypoglycemia unawareness), sehingga gejala neuroglikopenik bisa muncul lebih dulu tanpa peringatan.
Diagnosis hipoglikemia ditegakkan berdasarkan Trias Whipple:
Pemeriksaan Penunjang (untuk mencari etiologi):
Hipoglikemia dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan:
| Tingkat Keparahan | Definisi | Tatalaksana Awal |
| Ringan | KGD <70 mg/dL, pasien sadar dan dapat menangani sendiri gejala dengan mengonsumsi karbohidrat oral. Gejala adrenergik dominan. | 15-20 gram karbohidrat sederhana oral (mis. 3-4 tablet glukosa, ½ gelas jus buah, 2 sdm gula pasir). Cek ulang KGD setelah 15 menit. |
| Sedang | KGD <70 mg/dL, pasien memerlukan bantuan orang lain untuk mengatasi gejala. Gejala neuroglikopenik mulai muncul. | Sama seperti hipoglikemia ringan, namun pasien mungkin membutuhkan bantuan. |
| Berat | KGD <54 mg/dL, pasien mengalami gangguan kognitif berat (disorientasi, kejang, koma) dan membutuhkan bantuan orang lain atau intervensi medis untuk pemulihan. | Jika sadar dan bisa menelan: karbohidrat oral cepat. Jika tidak sadar/tidak bisa menelan: Glukagon IM/SC (0.5-1 mg) atau Dextrose 40% IV (25-50 mL bolus) diikuti infus Dextrose 5-10% bila perlu. |
Tatalaksana hipoglikemia harus cepat dan tepat, disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi kesadaran pasien.
Setelah kondisi akut teratasi, penting untuk mencari dan mengatasi penyebab dasar hipoglikemia untuk mencegah kekambuhan. Ini mungkin melibatkan:
Hipoglikemia yang tidak ditangani atau berulang dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada otak dan jantung:
Edukasi pasien sangat krusial, terutama bagi pasien DM yang berisiko hipoglikemia:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi