Hipertiroidisme adalah suatu kondisi klinis akibat kelebihan produksi dan sekresi hormon tiroid oleh kelenjar tiroid, menyebabkan peningkatan metabolisme tubuh. Ini berbeda dengan Tirotoksikosis yang merupakan sindrom klinis akibat kelebihan hormon tiroid dari berbagai penyebab (bisa karena produksi berlebih atau pelepasan dari kerusakan tiroid).
Krisis Tiroid (Thyroid Storm) adalah bentuk tirotoksikosis yang paling berat, mengancam jiwa, ditandai dengan dekompensasi sistemik akut dan eksaserbasi berat dari manifestasi tiroid toksik. Ini adalah kedaruratan medis yang membutuhkan penanganan segera.
Penyebab hipertiroidisme yang paling umum meliputi:
Pada hipertiroidisme, kelebihan hormon tiroid (T3 dan T4) menyebabkan peningkatan laju metabolisme basal tubuh. Hormon tiroid meningkatkan sensitivitas reseptor beta-adrenergik terhadap katekolamin, sehingga menghasilkan manifestasi klinis yang menyerupai aktivasi simpatis.
Krisis Tiroid terjadi akibat peningkatan mendadak dan dramatis dari efek hormon tiroid, sering dipicu oleh suatu kejadian stres (misalnya infeksi, trauma, operasi, DKA, PE, persalinan, penghentian obat antitiroid mendadak). Peningkatan hormon tiroid yang beredar, bersamaan dengan peningkatan sensitivitas terhadap katekolamin, menyebabkan dekompensasi berbagai sistem organ dan berpotensi multiorgan failure.
Gejala dan tanda hipertiroidisme bervariasi, namun umumnya meliputi:
Krisis tiroid adalah eksaserbasi ekstrem dari gejala hipertiroidisme, sering disertai disfungsi organ dan mengancam jiwa. Penilaian menggunakan Skor Burch-Wartofsky untuk diagnosis klinis.
Tujuan tatalaksana adalah mengembalikan kadar hormon tiroid ke normal dan mengatasi gejala.
Krisis tiroid adalah kedaruratan medis yang membutuhkan penanganan agresif dan multidisiplin. Prinsip tatalaksana adalah:
Prognosis hipertiroidisme umumnya baik dengan tatalaksana yang adekuat, meskipun sering terjadi relaps jika terapi OAT dihentikan. Pasien yang menjalani terapi definitif (RAI atau tiroidektomi) seringkali berakhir dengan hipotiroidisme dan membutuhkan terapi pengganti hormon tiroid seumur hidup.
Krisis tiroid memiliki prognosis yang buruk dengan tingkat mortalitas yang tinggi (10-30%), bahkan dengan penanganan intensif di ICU. Deteksi dini dan tatalaksana agresif adalah kunci untuk meningkatkan angka harapan hidup pasien.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi