Hipertensi Pulmonal: Klasifikasi WHO

Hipertensi Pulmonal itu kompleks, dan salah satu kunci untuk memahaminya adalah klasifikasi WHO! Klasifikasi ini bukan cuma hafalan, tapi panduan esensial untuk diagnosis dan tatalaksana yang tepat. Jangan sampai salah grup saat UKMPPD, karena penanganannya bisa beda jauh, loh! Yuk, pahami seluk-beluknya agar kamu siap menghadapi kasus HP di klinik maupun ujian!

Definisi Hipertensi Pulmonal

Hipertensi Pulmonal (HP) didefinisikan sebagai peningkatan tekanan arteri pulmonal rata-rata (mPAP) > 20 mmHg pada saat istirahat, yang diukur melalui kateterisasi jantung kanan (Right Heart Catheterization/RHC).

Penting untuk membedakan antara HP pre-kapiler (peningkatan resistensi vaskular pulmonal) dan post-kapiler (peningkatan tekanan di atrium kiri/ventrikel kiri yang diteruskan ke sirkulasi pulmonal).

Mengapa Klasifikasi WHO Penting?

Klasifikasi Hipertensi Pulmonal oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sangat krusial karena beberapa alasan:

  • Panduan Diagnosis: Membantu mengarahkan alur investigasi diagnostik untuk menemukan etiologi yang mendasari.
  • Penentuan Prognosis: Setiap grup memiliki karakteristik dan prognosis yang berbeda.
  • Tatalaksana Spesifik: Terapi untuk HP sangat spesifik untuk setiap grup, sehingga penentuan grup yang tepat adalah kunci keberhasilan tatalaksana.
  • Riset Klinis: Memfasilitasi studi dan pengembangan terapi baru dengan mengelompokkan pasien secara homogen.

Klasifikasi Hipertensi Pulmonal WHO (Revisi 2022)

Berikut adalah klasifikasi Hipertensi Pulmonal berdasarkan etiologi dan patofisiologi, yang terbagi menjadi lima grup utama:

Grup WHONama KondisiContoh Etiologi/Penyakit
Grup 1Hipertensi Arteri Pulmonal (HAP/PAH)
  • Idiopathic PAH
  • Heritable PAH (mis. mutasi gen BMPR2)
  • Drug- and Toxin-induced PAH (mis. amfetamin, dasatinib)
  • PAH terkait penyakit lain:
    • Penyakit jaringan ikat (mis. skleroderma, SLE)
    • Infeksi HIV
    • Hipertensi portal
    • Penyakit jantung kongenital (sistemik ke pulmonal shunt)
    • Skistosomiasis
Grup 2Hipertensi Pulmonal akibat Penyakit Jantung Kiri
  • Gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang menurun (HFrEF)
  • Gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang terjaga (HFpEF)
  • Penyakit katup jantung (mis. stenosis mitral, regurgitasi aorta)
  • Kardiomiopati
Grup 3Hipertensi Pulmonal akibat Penyakit Paru dan/atau Hipoksia
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
  • Penyakit Paru Interstisial (ILD)
  • Gangguan pernapasan terkait tidur (mis. sleep apnea)
  • Gangguan hipoventilasi alveolar
  • Paparan ketinggian kronis
  • Penyakit paru perkembangan
Grup 4Hipertensi Pulmonal Tromboemboli Kronis (CTEPH)
  • Komplikasi jangka panjang setelah Emboli Paru Akut yang tidak teratasi sempurna.
  • Pembentukan trombus/fibrosis persisten di arteri pulmonal.
Grup 5Hipertensi Pulmonal dengan Mekanisme yang Tidak Jelas dan/atau Multifaktorial
  • Gangguan hematologi (mis. kelainan mieloproliferatif, splenektomi)
  • Gangguan sistemik (mis. sarkoidosis, histiositosis sel Langerhans, limfangioleiomiomatosis)
  • Gangguan metabolik (mis. penyakit tiroid, penyakit penyimpanan glikogen)
  • Gagal ginjal kronis yang menjalani dialisis
  • Mediastinitis fibrosans

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds