Hipertensi esensial, atau sering disebut juga hipertensi primer, adalah kondisi tekanan darah tinggi kronis yang tidak memiliki penyebab sekunder yang dapat diidentifikasi.
Ini berarti, tidak ada penyakit dasar lain (seperti penyakit ginjal atau endokrin) yang secara langsung menyebabkan kenaikan tekanan darah. Sekitar 90-95% kasus hipertensi termasuk dalam kategori ini.
Meskipun penyebab pasti hipertensi esensial tidak diketahui, beberapa faktor risiko telah teridentifikasi:
Patofisiologi hipertensi esensial bersifat multifaktorial dan kompleks, melibatkan interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. Mekanisme utama yang berperan meliputi:
Klasifikasi tekanan darah berdasarkan pengukuran di klinik (PERKI 2019):
| Kategori | Sistolik (mmHg) | Diastolik (mmHg) |
| Optimal | < 120 | < 80 |
| Normal | 120 - 129 | 80 - 84 |
| Normal Tinggi (Prehipertensi) | 130 - 139 | 85 - 89 |
| Hipertensi Derajat 1 | 140 - 159 | 90 - 99 |
| Hipertensi Derajat 2 | 160 - 179 | 100 - 109 |
| Hipertensi Derajat 3 | ≥ 180 | ≥ 110 |
| Hipertensi Sistolik Terisolasi | ≥ 140 | < 90 |
Catatan: Diagnosis hipertensi ditegakkan jika tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau diastolik ≥ 90 mmHg pada dua kali pengukuran atau lebih, pada kunjungan yang berbeda.
Hipertensi esensial seringkali asimtomatik ("silent killer") selama bertahun-tahun. Gejala biasanya baru muncul ketika sudah terjadi komplikasi atau kerusakan organ target.
Gejala yang mungkin muncul (tidak spesifik):
Diagnosis hipertensi ditegakkan berdasarkan pengukuran tekanan darah yang akurat dan berulang.
Pemeriksaan penunjang bertujuan untuk menilai kerusakan organ target, mengidentifikasi faktor risiko kardiovaskular lain, dan menyingkirkan penyebab hipertensi sekunder.
Modifikasi gaya hidup adalah pilar utama tatalaksana hipertensi dan harus diterapkan pada semua pasien, baik yang sudah minum obat maupun belum.
Pemilihan obat antihipertensi disesuaikan dengan derajat hipertensi, kondisi klinis pasien, dan adanya komorbiditas. Target tekanan darah umumnya < 140/90 mmHg, atau lebih rendah pada kondisi tertentu (misalnya DM, CKD).
Kelas obat lini pertama (monoterapi atau kombinasi):
Obat lain (sering sebagai lini kedua atau kombinasi): Beta-blocker (Bisoprolol, Metoprolol), Diuretik loop (Furosemide), Antagonis Aldosteron (Spironolactone), Alfa-blocker (Doxazosin).
Prinsip Kombinasi: Jika monoterapi tidak mencapai target, pertimbangkan kombinasi 2 obat dari kelas berbeda (misal: ACEI/ARB + CCB atau ACEI/ARB + Diuretik Thiazide).
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ target:
Edukasi pasien sangat penting untuk keberhasilan tatalaksana dan pencegahan komplikasi:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi