Hipertensi Emergensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah yang berat (umumnya TD sistolik ≥ 180 mmHg dan/atau TD diastolik ≥ 120 mmHg) disertai dengan adanya kerusakan organ target akut dan progresif.
Kerusakan organ target akut ini dapat menyebabkan disfungsi organ dan mengancam jiwa, sehingga memerlukan penurunan tekanan darah segera (dalam hitungan menit hingga jam) di unit perawatan intensif (ICU).
Penting untuk membedakannya dengan Hipertensi Urgensi, di mana tekanan darah juga sangat tinggi tetapi tanpa disertai kerusakan organ target akut.
Penyebab paling umum adalah hipertensi esensial yang tidak terkontrol atau tidak diobati secara adekuat.
Faktor risiko dan kondisi yang dapat memicu hipertensi emergensi meliputi:
Peningkatan tekanan darah yang mendadak dan drastis menyebabkan peningkatan resistensi vaskular sistemik (SVR) secara akut.
Hal ini memicu aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) dan sistem saraf simpatis, yang memperburuk vasokonstriksi.
Vasokonstriksi berat menyebabkan iskemia dan kerusakan endotel vaskular, melepaskan mediator inflamasi dan vasokonstriktor.
Kerusakan endotel ini mengarah pada extravasasi plasma, pembentukan fibrin, dan nekrosis fibrinoid pada arteriol, yang pada akhirnya menyebabkan disfungsi dan kerusakan organ target.
Autoregulasi aliran darah serebral dan ginjal juga terganggu pada tekanan darah yang sangat tinggi, membuat organ-organ ini rentan terhadap kerusakan.
Manifestasi klinis sangat bervariasi tergantung pada organ target yang terkena.
Beberapa presentasi umum dan kerusakan organ target meliputi:
Diagnosis ditegakkan berdasarkan:
Penting untuk mengukur tekanan darah di kedua lengan, mengulang pengukuran setelah beberapa menit istirahat, dan memastikan pasien tidak dalam kondisi nyeri atau cemas berlebihan.
Pemeriksaan ditujukan untuk mengidentifikasi dan menilai tingkat keparahan kerusakan organ target.
Tatalaksana hipertensi emergensi adalah penurunan tekanan darah segera secara intravena di ICU.
Prinsip Umum:
Pengecualian Target Penurunan TD (lebih agresif atau berbeda):
Obat Antihipertensi Intravena Pilihan:
Tabel berikut merangkum beberapa obat yang sering digunakan:
| Obat | Kelas | Mekanisme | Indikasi Utama | Catatan Penting |
| Nitroprusside | Vasodilator | Dilatasi arteriol & venul | Hampir semua, kecuali pada peningkatan TIK (ensefalopati) | Onset cepat, durasi sangat singkat. Risiko keracunan sianida (terutama GG). Hindari pada kehamilan. |
| Labetalol | Alfa & Beta Bloker | Blokade α1, β1, β2 | Ensefalopati hipertensi, stroke iskemik, diseksi aorta, preeklampsia/eklampsia | Kontraindikasi: asma, PPOK, bradikardia, blok AV derajat tinggi, gagal jantung akut. |
| Nicardipine | CCB Dihidropiridin | Vasodilatasi arteriol | Ensefalopati hipertensi, stroke iskemik, SKA, diseksi aorta, preeklampsia/eklampsia | Onset cepat, durasi sedang. Hindari pada gagal jantung berat. |
| Esmolol | Beta Bloker | Blokade β1 selektif | Diseksi aorta, krisis katekolamin, SKA, perioperatif | Onset sangat cepat, durasi sangat singkat. Kontraindikasi sama dengan Labetalol. |
| Hydralazine | Vasodilator | Dilatasi arteriol | Preeklampsia/eklampsia | Onset lambat, durasi panjang. Dapat menyebabkan takikardia refleks. |
| Fenoldopam | Dopamine-1 Agonis | Vasodilatasi perifer & ginjal | Gagal ginjal akut, hipertensi emergensi umum | Meningkatkan aliran darah ginjal. Kontraindikasi: glaukoma sudut tertutup. |
| Nitroglycerin | Vasodilator | Dilatasi venul > arteriol | Edema paru akut kardiogenik, SKA | Dapat menyebabkan sakit kepala, takikardia. Kontraindikasi: infark ventrikel kanan, penggunaan sildenafil. |
Prognosis sangat tergantung pada kecepatan diagnosis, ketepatan tatalaksana, dan organ target yang terkena.
Dengan penanganan yang cepat dan agresif, morbiditas dan mortalitas dapat dikurangi secara signifikan.
Pasien yang selamat memerlukan evaluasi menyeluruh untuk mencari penyebab hipertensi emergensi dan tatalaksana antihipertensi jangka panjang.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi