Etiologi pasti belum sepenuhnya jelas, namun diyakini multifaktorial. Faktor risiko utama meliputi:
Pembesaran prostat terjadi karena proliferasi sel stroma dan epitel kelenjar prostat. Gejala BPH disebabkan oleh dua komponen utama:
Obstruksi ini menyebabkan perubahan pada kandung kemih (hipertrofi otot detrusor, penurunan komplians) dan akhirnya dapat mengarah pada disfungsi kandung kemih.
Gejala dikenal sebagai Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS), dibagi menjadi:
Diagnosis BPH ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
| Kondisi | Poin Kunci Pembeda |
| Karsinoma Prostat | DRE: Prostat teraba keras, nodular, asimetris, sulkus median hilang. Peningkatan PSA (lebih tinggi/cepat). Konfirmasi biopsi. |
| Prostatitis | Nyeri perineal/suprapubik, demam, disuria, leukosituria. |
| Striktur Uretra | Riwayat trauma/prosedur uretra, Qmax sangat rendah, uretrografi. |
| Kandung Kemih Neurogenik | Riwayat neurologis (stroke, DM, cedera spinal), pemeriksaan neurologis abnormal, studi urodinamik. |
| Overactive Bladder (OAB) | Dominan gejala iritatif (urgensi, frekuensi, nokturia) tanpa obstruksi signifikan. |
| Infeksi Saluran Kemih (ISK) | Disuria, frekuensi, urgensi, nyeri suprapubik, demam, urinalisis (+). |
Tatalaksana disesuaikan dengan keparahan gejala, ukuran prostat, dan kondisi pasien.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi