Tanda utama hernia inguinalis adalah benjolan yang muncul di daerah lipat paha, yang terlihat terutama ketika anak dalam posisi berdiri atau sedang mengejan (batuk, buang air besar, atau menangis). Sebaliknya, benjolan akan menghilang atau masuk kembali ketika anak berbaring dalam keadaan istirahat.
Penting untuk membedakan dua kondisi:
Selain itu, ada dua kondisi darurat yang memerlukan perhatian segera:
Untuk hernia yang bersifat reponibilis atau irreponibilis, operasi elektif merupakan penatalaksanaan yang direkomendasikan. Tujuan operasi adalah memperkuat dinding abdominal dan mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.
Prosedur bedah yang umum dilakukan adalah:
Kedua teknik ini dilakukan dengan aman dan dapat mencegah hernia berulang.
Kondisi ini merupakan kasus gawat darurat dan memerlukan operasi darurat segera. Penundaan operasi dapat menyebabkan nekrosis jaringan, infeksi, dan bahkan kematian. Dalam operasi darurat, dokter bedah akan:
Anestesi lokal infiltrasi digunakan untuk prosedur pembedahan kecil seperti perbaikan hernia. Teknik ini melibatkan penyuntikan obat anestesi langsung ke jaringan di sekitar area yang akan dibedah, sehingga area tersebut menjadi baal (tidak terasa).
Sebagai alternatif, anestesi regional dapat digunakan untuk memblokir transmisi sinyal nyeri dari saraf tertentu. Meski efektif, anestesi regional memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi dibandingkan infiltrasi lokal, termasuk:
Oleh karena itu, untuk prosedur sederhana seperti hernia kecil, anestesi lokal infiltrasi lebih dipilih.
Obat-obatan anestesi lokal diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama berdasarkan struktur kimia mereka:
Agen Ester
Agen Amida
Perbedaan antara ester dan amida penting dari segi metabolisme dan potensi reaksi alergi, meskipun reaksi alergi terhadap amida jarang terjadi.
Untuk memastikan anestesi lokal bekerja dengan optimal dan aman, berikut adalah langkah-langkah teknik infiltrasi yang benar:
Langkah 1: Persiapan Area Bersihkan area operasi dengan antiseptik yang sesuai untuk mengurangi risiko infeksi.
Langkah 2: Insersi Jarum Masukkan jarum suntik pada tepi luka operasi. Penempatan di tepi ini memungkinkan obat menyebar lebih merata di seluruh jaringan yang akan dioperasi.
Langkah 3: Aspirasi Sebelum menyuntikkan anestesi, lakukan aspirasi (tarik plunger sedikit) untuk memastikan jarum tidak berada di dalam pembuluh darah. Jika darah masuk ke spuit, pindahkan jarum ke lokasi lain. Langkah ini sangat penting untuk mencegah injeksi langsung ke dalam pembuluh darah, yang dapat menyebabkan toksi sistemik.
Langkah 4: Injeksi Dengan perlahan, injeksikan obat anestesi sambil secara bersamaan menarik jarum keluar. Teknik ini memastikan bahwa obat tersebar merata di seluruh jaringan sebelum akhirnya dilepaskan.
Dengan mengikuti teknik ini dengan cermat, dokter dapat memberikan anestesi yang efektif sambil meminimalkan risiko komplikasi.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi