Virus hepatitis menginfeksi hepatosit (sel hati). Kerusakan sel hati (nekrosis dan inflamasi) sebagian besar bukan disebabkan oleh efek sitopatik langsung virus, melainkan oleh respons imun tubuh (limfosit T sitotoksik) yang berusaha membersihkan sel-sel terinfeksi. Respons imun yang kuat dapat membersihkan virus (sembuh), sedangkan respons yang kurang efektif atau persisten dapat menyebabkan peradangan kronis, fibrosis, sirosis, hingga karsinoma hepatoseluler (HCC).
Gejala sangat bervariasi, dari asimtomatik hingga gagal hati fulminan. Banyak pasien hepatitis kronis (terutama HBV dan HCV) tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium, terutama serologi virus hepatitis.
| Virus | Marker Akut | Marker Kronis/Aktif | Marker Imunitas/Lampau |
|---|---|---|---|
| HAV | Anti-HAV IgM | - | Anti-HAV IgG |
| HBV | HBsAg, Anti-HBc IgM, HBV DNA | HBsAg (>6 bulan), HBeAg, HBV DNA | Anti-HBs, Anti-HBc Total (tanpa HBsAg) |
| HCV | Anti-HCV (dapat positif), HCV RNA | Anti-HCV, HCV RNA | Anti-HCV (jika sembuh) |
| HDV | Anti-HDV IgM, HDV RNA (bersamaan HBsAg) | Anti-HDV Total, HDV RNA (bersamaan HBsAg) | - |
| HEV | Anti-HEV IgM | HEV RNA (pada imunokompromis) | Anti-HEV IgG |

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi