Gonore dan Uretritis Non-Gonore (NGU)

Sering bikin bingung, kan? Gonore dan NGU adalah dua infeksi menular seksual (IMS) yang sering muncul di praktik sehari-hari, dan tentu saja, di soal UKMPPD! Keduanya menyebabkan uretritis, tapi etiologi dan tatalaksananya beda lho. Jangan sampai tertukar! Yuk, kita bedah tuntas perbedaannya agar kamu makin jago mendiagnosis dan menatalaksana pasien IMS dengan tepat.

Definisi

Gonore adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini paling sering mengenai uretra, serviks, rektum, faring, atau konjungtiva.

Uretritis Non-Gonore (NGU) adalah infeksi atau peradangan uretra yang tidak disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae. NGU juga merupakan salah satu IMS yang paling umum.

Etiologi

  • Gonore: Disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae, yaitu diplokokus Gram negatif.
  • NGU: Paling sering disebabkan oleh Chlamydia trachomatis (serotipe D-K). Etiologi lain meliputi:
    • Mycoplasma genitalium
    • Ureaplasma urealyticum
    • Trichomonas vaginalis
    • Herpes Simplex Virus (HSV)
    • Adenovirus

Faktor Risiko

Faktor risiko utama untuk Gonore dan NGU adalah perilaku seksual berisiko, antara lain:

  • Berganti-ganti pasangan seksual
  • Tidak menggunakan kondom secara konsisten dan benar
  • Memiliki riwayat IMS sebelumnya
  • Memiliki pasangan seksual dengan riwayat IMS
  • Usia muda

Manifestasi Klinis

Manifestasi klinis pada pria dan wanita dapat bervariasi. Pada pria, gejala yang paling umum adalah uretritis. Pada wanita, infeksi sering asimtomatik atau menimbulkan gejala yang tidak spesifik.

FiturGonoreUretritis Non-Gonore (NGU)
Masa InkubasiPendek (2-7 hari)Lebih panjang (7-21 hari atau lebih)
Duh Uretra (Pria)Kental, purulen, kuning kehijauan, jumlah banyakEncer, mukopurulen/seropurulen, jernih/putih, jumlah sedikit
DisuriaSering berat, nyeri saat berkemihRingan hingga sedang
Gatal UretraJarang dominanSering terjadi
Gejala LainFaringitis, proktitis, konjungtivitis, epididimitis, orchitis, penyakit radang panggul (PID) pada wanita, artritis septik, dermatitis (DGI)Faringitis, proktitis, epididimitis, PID pada wanita, konjungtivitis (pada bayi baru lahir)
AsimtomatikUmum pada wanita (50%), pria (10%)Sangat umum pada wanita (70-80%), pria (20-30%)

Penegakan Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

  • Anamnesis: Riwayat kontak seksual berisiko, keluhan duh uretra, disuria, gatal, atau gejala lain.
  • Pemeriksaan Fisik: Inspeksi meatus uretra (ada/tidaknya duh), palpasi skrotum (untuk epididimitis/orchitis).
  • Pemeriksaan Penunjang:
    • Untuk Gonore:
      • Pewarnaan Gram dari duh uretra (pria): Ditemukan diplokokus Gram negatif intraseluler dalam leukosit polimorfonuklear (PMN). Sensitivitas tinggi pada pria simtomatik (90-95%), lebih rendah pada wanita dan infeksi ekstragenital.
      • Kultur: Dengan media selektif (mis. Thayer-Martin atau Modified New York City). Merupakan gold standard, terutama untuk konfirmasi dan uji resistensi antibiotik.
      • NAAT (Nucleic Acid Amplification Test): Sangat sensitif dan spesifik, dapat menggunakan sampel urine, swab uretra, serviks, rektum, atau faring.
    • Untuk NGU:
      • Pewarnaan Gram dari duh uretra (pria): Ditemukan >5 PMN per lapang pandang minyak imersi, tanpa adanya diplokokus Gram negatif intraseluler.
      • NAAT: Untuk deteksi Chlamydia trachomatis, Mycoplasma genitalium, dan patogen lain dari sampel urine atau swab. Ini adalah metode pilihan untuk diagnosis NGU.

Tatalaksana

Tatalaksana bertujuan untuk eradikasi patogen, meredakan gejala, dan mencegah komplikasi serta penularan lebih lanjut. Pengobatan pasangan seksual juga sangat penting.

  • Tatalaksana Non-Farmakologis:
    • Edukasi pasien tentang IMS, pentingnya pengobatan, dan pencegahan penularan.
    • Abstinensia seksual selama pengobatan dan sampai gejala hilang.
    • Pemeriksaan dan pengobatan pasangan seksual.
  • Tatalaksana Farmakologis:
    • Untuk Gonore (rekomendasi terbaru):
      • Ceftriaxone 500 mg IM dosis tunggal (untuk pasien
    • Untuk Uretritis Non-Gonore (NGU):
      • Azithromycin 1 g PO dosis tunggal atau
      • Doxycycline 100 mg PO 2x sehari selama 7 hari.
      • Untuk NGU rekuren atau persisten, pertimbangkan metronidazole atau tinidazole jika ada kecurigaan Trichomonas vaginalis, atau moxifloxacin jika dicurigai Mycoplasma genitalium.

Komplikasi

Jika tidak diobati, Gonore dan NGU dapat menyebabkan komplikasi serius:

  • Pada Pria: Epididimitis, orchitis, striktur uretra, infertilitas.
  • Pada Wanita: Penyakit radang panggul (PID), kehamilan ektopik, infertilitas, abses tubo-ovarium.
  • Pada Keduanya: Artritis septik, dermatitis, endokarditis, meningitis (Disseminated Gonococcal Infection/DGI), peningkatan risiko penularan HIV.
  • Pada Neonatus: Konjungtivitis neonatorum (oftalmia neonatorum) jika tertular saat persalinan.

Edukasi dan Pencegahan

Edukasi pasien sangat penting untuk pencegahan dan kontrol IMS:

  • Seks Aman: Penggunaan kondom secara konsisten dan benar.
  • Skrining: Skrining rutin untuk individu berisiko tinggi.
  • Pengobatan Pasangan: Penting untuk mencegah reinfeksi dan penyebaran lebih lanjut.
  • Konseling: Mengurangi jumlah pasangan seksual dan menghindari perilaku seksual berisiko.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds