Glaukoma adalah kelompok penyakit saraf optik progresif yang ditandai oleh kerusakan saraf optik yang khas (neuropati optik glaukoma) dan kehilangan lapang pandang yang spesifik, seringkali disertai dengan peningkatan Tekanan Intraokular (TIO). Peningkatan TIO adalah faktor risiko utama yang dapat dicegah dan diobati.
Kerusakan saraf optik pada glaukoma diperkirakan terjadi akibat kombinasi faktor mekanik (tekanan tinggi merusak akson saraf optik di lamina kribrosa) dan vaskular (gangguan aliran darah ke saraf optik). Akibatnya, terjadi apoptosis sel ganglion retina dan atrofi saraf optik.
| Tipe Glaukoma | Mekanisme Utama | Faktor Risiko | Manifestasi Klinis Khas | Pemeriksaan Penunjang Kunci | Tatalaksana Prinsip |
|---|---|---|---|---|---|
| Glaukoma Sudut Terbuka Primer (GOAT) | Peningkatan resistensi aliran aqueous humor di trabecular meshwork tanpa oklusi sudut. | Usia >40 tahun, riwayat keluarga, ras Afrika-Amerika, miopia tinggi, DM, hipertensi. | Asimtomatik awal, penurunan lapang pandang perifer progresif, penglihatan sentral terjaga hingga stadium lanjut. | TIO >21 mmHg, sudut terbuka (gonioskopi), CDR >0.7 atau asimetri, defek lapang pandang (perimetri). | Obat topikal (analog prostaglandin, beta-blocker), laser trabekuloplasti, operasi (trabekulektomi). |
| Glaukoma Sudut Tertutup Primer Akut (GSTA Akut) | Blokade aliran aqueous humor oleh iris perifer ke trabecular meshwork (pupil block, plateau iris). | Usia >40 tahun, hipermetropia, riwayat keluarga, ras Asia, katarak, obat-obatan midriatikum. | Onset mendadak: nyeri mata hebat, sakit kepala, mual/muntah, penglihatan kabur mendadak, melihat halo, mata merah, kornea edema, pupil mid-dilatasi non-reaktif. | TIO sangat tinggi (>40 mmHg), sudut tertutup (gonioskopi), bilik mata depan dangkal. | Kegawatdaruratan! Obat sistemik (asetazolamid IV, manitol IV), topikal (pilokarpin, beta-blocker, steroid), iridotomi laser YAG, operasi. |
| Glaukoma Sudut Tertutup Primer Kronis (GSTA Kronis) | Sudut bilik mata depan tertutup secara bertahap akibat sinekia anterior perifer (PAS). | Sama dengan GSTA akut, riwayat serangan akut tidak diobati/berulang. | Sering asimtomatik, mirip GOAT, kadang nyeri ringan intermiten, penurunan lapang pandang progresif. | TIO tinggi, sudut tertutup sebagian/total (gonioskopi), sinekia anterior perifer, CDR >0.7. | Iridotomi laser, trabekulektomi. |
| Glaukoma Neovaskular (Sekunder) | Pembentukan pembuluh darah baru (neovaskularisasi) pada iris (rubeosis iridis) dan sudut bilik mata depan, menyumbat trabecular meshwork. | Retinopati diabetik proliferatif, oklusi vena retina sentral, oklusi arteri karotis. | Nyeri, mata merah, penglihatan menurun, rubeosis iridis, hipema, TIO sangat tinggi. | Rubeosis iridis (gonioskopi), neovaskularisasi sudut, TIO sangat tinggi. | Panretinal photocoagulation (PRP), anti-VEGF intraokular, siklofotokoagulasi, operasi (trabekulektomi dengan antimetabolit/tube shunt). |
| Glaukoma Pseudoeksfoliasi (Sekunder) | Deposit material pseudoeksfoliatif pada lensa, iris, dan trabecular meshwork, menyumbat aliran aqueous. | Usia lanjut, ras Skandinavia, riwayat keluarga. | Mirip GOAT, sering asimtomatik, dapat unilateral/asimetris, TIO lebih fluktuatif. | Material pseudoeksfoliatif di lensa, iris, dan sudut; TIO berfluktuasi. | Mirip GOAT (obat topikal, laser, operasi). |
| Glaukoma Kongenital Primer | Anomali perkembangan sudut bilik mata depan (trabeculodysgenesis) saat lahir atau masa bayi. | Genetik, dapat sporadis. | Trias klasik: lakrimasi, fotofobia, blefarospasme. Buftalmos (pembesaran bola mata), kornea keruh/edema, striae Haab. | TIO tinggi (pada bayi/anak), buftalmos, kornea keruh, sudut anomali. | Bedah (goniotomi, trabekulotomi, trabekulektomi). |

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi