Glaukoma adalah sekelompok penyakit saraf optik progresif yang ditandai oleh kerusakan saraf optik dan kehilangan lapang pandang, biasanya terkait dengan peningkatan tekanan intraokular (TIO). Glaukoma sekunder dan kongenital merupakan bentuk glaukoma yang penting dipahami karena etiologi dan penanganannya spesifik.
Glaukoma Kongenital Primer (GKP) adalah bentuk glaukoma yang jarang terjadi namun serius, muncul pada bayi atau anak kecil akibat perkembangan abnormal sistem drainase humor akuos di sudut bilik mata depan tanpa adanya anomali mata atau sistemik lain yang signifikan.
Trias klasik GKP meliputi:
Tanda lain yang khas:
Diagnosis GKP membutuhkan pemeriksaan menyeluruh, seringkali di bawah anestesi umum pada bayi:
Tatalaksana GKP sebagian besar adalah bedah, karena obat-obatan topikal seringkali kurang efektif atau memiliki efek samping sistemik yang signifikan pada bayi.
Glaukoma Sekunder adalah peningkatan TIO yang disebabkan oleh kondisi mata atau sistemik lain yang mendasari. Penanganan glaukoma sekunder harus berfokus pada kontrol TIO sekaligus mengatasi penyebab utamanya.
Glaukoma sekunder dapat diklasifikasikan berdasarkan mekanisme atau penyebabnya:
| Tipe Glaukoma Sekunder | Etiologi & Mekanisme |
|---|---|
| Glaukoma Pseudoeksfoliasi | Deposisi material fibrilar abnormal (pseudoeksfoliasi) pada struktur mata (lensa, iris, zonula, trabekulum). Material ini menyumbat trabekulum, menghambat aliran keluar humor akuos. |
| Glaukoma Pigmenter | Gesekan antara iris dan zonula lensa menyebabkan pelepasan pigmen dari epitel pigmen iris. Pigmen ini menyumbat trabekulum. Lebih sering pada miopia tinggi dan sindrom dispersi pigmen. |
| Glaukoma Neovaskular | Pembentukan pembuluh darah baru (neovaskularisasi) abnormal pada iris dan sudut bilik mata depan (rubeosis iridis). Pembuluh darah ini kemudian membentuk membran fibrovaskular yang menarik dan menutup sudut bilik mata depan, menghambat drainase. Sering akibat retinopati diabetik proliferatif, oklusi vena retina, atau iskemia retina lainnya. |
| Glaukoma Inflamasi | Akibat uveitis, iritis, atau siklitis. Inflamasi dapat menyebabkan:
|
| Glaukoma Trauma | Cedera mata dapat menyebabkan:
|
| Glaukoma Steroid-Induced | Penggunaan kortikosteroid (topikal, sistemik, periokular) dapat meningkatkan TIO pada individu yang rentan (responden steroid). Mekanismenya melibatkan perubahan di trabekulum yang mengurangi drainase. |
| Glaukoma Lensa-Induced | Disebabkan oleh kelainan lensa:
|
| Glaukoma Sekunder Akibat Tumor | Massa tumor intraokular dapat menghalangi drainase atau menyebabkan neovaskularisasi. |
Meskipun etiologinya beragam, mekanisme peningkatan TIO pada glaukoma sekunder umumnya melibatkan:
Gejala glaukoma sekunder bervariasi tergantung pada penyebab dasarnya. Selain gejala glaukoma umum (nyeri mata, penglihatan kabur, halo), mungkin ada tanda-tanda penyakit primer:
Meliputi:
Tatalaksana glaukoma sekunder memiliki dua pilar utama:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi