Glaukoma Akut

Materi pembelajaran Glaukoma Akut untuk mahasiswa kedokteran gigi.

Pengenalan

Glaukoma akut adalah keadaan darurat mata yang mengancam penglihatan. Kondisi ini terjadi ketika tekanan dalam bola mata meningkat secara drastis dan tiba-tiba, menyebabkan nyeri yang sangat parah dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen jika tidak ditangani dengan cepat. Memahami mekanisme, gejala, dan penatalaksanaan glaukoma akut adalah hal penting bagi setiap profesional kesehatan.

Apa itu Glaukoma Akut?

Glaukoma akut didefinisikan sebagai peningkatan tekanan intraokular (TIO) yang tiba-tiba di atas nilai normal (biasanya 10-20 mmHg). Pada glaukoma akut, tekanan intraokular sering mencapai lebih dari 50 mmHg, jauh melampaui batas toleransi jaringan mata.

Mekanisme Penyumbatan: Pupil Block

Sebagian besar kasus glaukoma akut disebabkan oleh pupil block (penyumbatan pada pupil). Mari kita pahami mekanisme ini langkah demi langkah:

  • Posisi iris yang tertarik maju: Iris (lapisan pigmen berwarna di mata) bergerak maju dan menutup sudut iridokornea—tempat di mana cairan mata (humor aqueous) biasanya mengalir keluar.
  • Penumpukan cairan di bilik belakang: Ketika sudut iridokornea tersumbat, humor aqueous yang diproduksi terus-menerus di bilik belakang mata tidak dapat mengalir ke bilik depan dengan lancar. Tekanan pada bilik belakang meningkat.
  • Iris terdesak semakin maju: Peningkatan tekanan di bilik belakang mendorong iris semakin ke depan, semakin menutup sudut iridokornea. Ini menciptakan lingkaran setan: semakin tertutup sudutnya, semakin sulit cairan keluar, semakin tinggi tekanan.

Faktor Pemicu Penting

Obat-obatan yang memperlebar pupil, disebut midriatikum (seperti tropicamide atau phenylephrine), dapat memicu glaukoma akut pada individu yang rentan. Obat-obatan ini menyebabkan iris mengalami perubahan posisi yang dapat sepenuhnya menutup sudut iridokornea.

Gejala dan Tanda Klinis

Pasien dengan glaukoma akut memiliki presentasi klinis yang sangat khas. Penting untuk mengenalinya dengan cepat karena kondisi ini adalah keadaan darurat.

Gejala Subjektif

Nyeri mata yang ekstrem: Pasien mengeluh nyeri mata yang sangat menyakitkan dan tiba-tiba. Rasa sakit ini timbul karena stimulasi nervus oftalmikus (CN V1) akibat peningkatan tekanan intraokular yang parah. Intensitasnya seringkali luar biasa—jauh lebih parah dari infeksi atau peradangan biasa.

Gejala gastrointestinal: Pasien sering mengeluh mual dan muntah. Ini bukan karena masalah perut, tetapi karena refleks viseral dari iritasi nervus vagus (CN X) yang dipicu oleh nyeri mata akut dan peningkatan tekanan.

Penurunan penglihatan progresif: Penglihatan memburuk secara bertahap saat tekanan terus meningkat. Edema kornea (bengkak pada kornea) yang berkembang membuat pandangan menjadi kabur.

Penglihatan halo: Pasien melaporkan melihat cincin warna-warni (biasanya merah, hijau, biru) di sekitar sumber cahaya—fenomena yang disebut "halo vision". Ini terjadi karena cahaya dibiaskan oleh edema kornea.

Tanda Objektif pada Pemeriksaan Fisik

Konjungtiva kemosis dan hiperemis: Konjungtiva (selaput tipis yang melapisi mata) tampak merah (hiperemis) dan bengkak (kemosis) karena pembengkakan dan peradangan.

Edema kornea: Kornea terlihat keruh dan membengkak. Ini disebabkan oleh peningkatan tekanan intraokular yang mengganggu sirkulasi fluid dalam kornea. Kekeruhan inilah yang menyebabkan penglihatan kabur.

Pupil middilatasi tanpa refleks cahaya: Pupil (lubang hitam di tengah iris) melebar (middilatasi) dan tidak merespons cahaya dengan konstriksi (kontraksi). Ini terjadi karena tekanan yang sangat tinggi merusak mekanisme refleks pupil.

Diagnosa Glaukoma Akut

Diagnosis glaukoma akut tidak rumit jika klinisi tetap waspada terhadap gambaran klasik penyakit ini.

Anamnesis (Riwayat)

Tanyakan pasien tentang:

  • Nyeri mata akut dan tiba-tiba dengan intensitas tinggi
  • Mual dan muntah yang menyertai nyeri mata
  • Penurunan penglihatan yang cepat
  • Pengalaman melihat halo di sekitar cahaya
  • Paparan obat-obatan yang dapat menyebabkan midriasis (pelebaran pupil)

Kombinasi nyeri mata yang ekstrem ditambah mual/muntah dan halo vision adalah sangat khas untuk glaukoma akut.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan visual: Identifikasi tanda-tanda klinis yang dijelaskan sebelumnya: konjungtiva hiperemis, edema kornea, pupil middilatasi tanpa refleks cahaya.

Pengukuran tekanan intraokular: Gunakan tonometri untuk mengukur TIO. Pada glaukoma akut, TIO biasanya > 50 mmHg, jauh di atas nilai normal 10-20 mmHg.

Diferensial Diagnosis Penting

Sangat penting untuk membedakan glaukoma akut dari kondisi lain yang mungkin menunjukkan gejala serupa:

  • Apendisitis akut: Dapat menyebabkan nyeri dan mual/muntah, tetapi tidak ada tanda mata yang abnormal. TIO normal.
  • Tumor otak: Mual/muntah mungkin terjadi, tetapi gejala spesifik mata (edema kornea, pupil middilatasi, TIO tinggi) tidak ada.
  • Iritis atau iridosiklitis (peradangan iris dan badan siliar): Dapat menyebabkan mata merah, fotofobia, dan nyeri, tetapi TIO tidak meningkat signifikan dan pupil biasanya konstriksi (mengecil), bukan middilatasi. Tidak ada edema kornea yang menonjol.

Penatalaksanaan Komprehensif

Pengelolaan glaukoma akut bertujuan untuk segera menurunkan tekanan intraokular dan mencegah kerusakan saraf optik permanen. Strategi terdiri dari tiga komponen: terapi medikamentosa, terapi simptomatik, dan intervensi bedah.

Terapi Medikamentosa untuk Menurunkan TIO

Agen Hiperosmotik Sistemik

Agen ini bekerja dengan cara mengurangi volume corpus vitreus (cairan jelly di belakang mata) melalui osmosis, sehingga menurunkan tekanan intraokular. Ada dua pilihan utama:

  • Gliserin oral: Diberikan dengan dosis 1-1,5 g per kilogram berat badan, diminum per oral. Gliserin diabsorpsi dengan cepat dan menarik cairan dari bola mata ke dalam aliran darah.
  • Mannitol intravena: Diberikan dengan dosis 1-2 g per kilogram berat badan. Mannitol IV bekerja lebih cepat daripada gliserin oral.

Pilihan antara gliserin dan mannitol tergantung pada ketersediaan dan kondisi pasien. Mannitol mungkin lebih dipilih pada pasien yang tidak dapat minum, sementara gliserin oral lebih praktis jika TIO dapat diturunkan secara bertahap.

Inhibitor Karbonik Anhidrase (CAI)

Obat ini mengurangi produksi humor aqueous dengan menghambat enzim karbonik anhidrase yang bertanggung jawab dalam pembentukan cairan mata. Acetazolamide adalah pilihan utama:

  • Acetazolamide IV: Diberikan dengan dosis 250-500 mg secara intravena untuk efek cepat pada fase akut.

Dengan mengurangi produksi humor aqueous sambil agen hiperosmotik mengurangi volume vitreus, kombinasi ini secara sinergis menurunkan TIO dengan cepat.

Miotik untuk Membuka Sudut Iridokornea

Pilocarpine 1% adalah miotik (agent yang menyebabkan kontraksi pupil). Ketika pupil mengecil, iris menjadi teregang ke belakang, membuka kembali sudut iridokornea. Obat ini diberikan sebagai tetes mata. Efeknya tidak instan namun membantu dalam jangka menengah untuk mencegah pupil block berulang.

Manajemen Gejala

  • Analgesik: Berikan untuk mengatasi nyeri mata yang ekstrem
  • Antiemetik: Berikan untuk menghentikan mual dan muntah

Manajemen gejala ini penting untuk kenyamanan pasien dan kepatuhan terhadap pengobatan.

Intervensi Bedah

Iridektomi Perifer (Laser atau Bedah)

Setelah tekanan intraokular berhasil diturunkan dengan terapi medikamentosa, langkah definitif adalah membuat lubang kecil pada iris untuk memungkinkan humor aqueous mengalir langsung dari bilik belakang ke bilik depan, melewati pupil. Ini dapat dilakukan dengan:

  • Laser iridotomy: Menggunakan laser untuk membuat lubang pada iris. Ini kurang invasif dan sering menjadi pilihan pertama.
  • Iridektomi bedah: Pembedahan tradisional jika laser tidak berhasil atau tidak tersedia.

Prosedur ini bersifat permanen dan mencegah recurrence dari pupil block.

Bila Tekanan Tetap Tinggi

Jika setelah iridektomi dan terapi medikamentosa tekanan intraokular tetap > 21 mmHg, maka diperlukan prosedur bedah lebih lanjut:

Trabekulektomi: Pembedahan ini menciptakan saluran alternatif untuk aliran humor aqueous keluar dari mata, sepenuhnya melewati sistem drainase normal. Ini adalah operasi definitif untuk glaukoma yang sulit dikelola.

Ringkasan Pendekatan Penatalaksanaan

Strategi penatalaksanaan glaukoma akut dapat diringkas dalam urutan prioritas:

  • Fase akut: Agen hiperosmotik + inhibitor karbonik anhidrase + miotik + analgesik + antiemetik untuk menurunkan TIO dengan cepat
  • Fase konsolidasi: Iridektomi/iridotomi untuk membuka sudut secara permanen
  • Fase pemeliharaan: Monitor tekanan. Jika tetap tinggi, pertimbangkan trabekulektomi

Kecepatan dan ketepatan penatalaksanaan adalah kunci untuk mencegah kerusakan saraf optik permanen dan kehilangan penglihatan.

Concept Pages

Berlangganan untuk Melanjutkan Membaca

Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.

Customer Support umeds