Glaukoma akut adalah keadaan darurat mata yang mengancam penglihatan. Kondisi ini terjadi ketika tekanan dalam bola mata meningkat secara drastis dan tiba-tiba, menyebabkan nyeri yang sangat parah dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen jika tidak ditangani dengan cepat. Memahami mekanisme, gejala, dan penatalaksanaan glaukoma akut adalah hal penting bagi setiap profesional kesehatan.
Sebagian besar kasus glaukoma akut disebabkan oleh pupil block (penyumbatan pada pupil). Mari kita pahami mekanisme ini langkah demi langkah:
Nyeri mata yang ekstrem: Pasien mengeluh nyeri mata yang sangat menyakitkan dan tiba-tiba. Rasa sakit ini timbul karena stimulasi nervus oftalmikus (CN V1) akibat peningkatan tekanan intraokular yang parah. Intensitasnya seringkali luar biasaâjauh lebih parah dari infeksi atau peradangan biasa.
Gejala gastrointestinal: Pasien sering mengeluh mual dan muntah. Ini bukan karena masalah perut, tetapi karena refleks viseral dari iritasi nervus vagus (CN X) yang dipicu oleh nyeri mata akut dan peningkatan tekanan.
Penurunan penglihatan progresif: Penglihatan memburuk secara bertahap saat tekanan terus meningkat. Edema kornea (bengkak pada kornea) yang berkembang membuat pandangan menjadi kabur.
Penglihatan halo: Pasien melaporkan melihat cincin warna-warni (biasanya merah, hijau, biru) di sekitar sumber cahayaâfenomena yang disebut "halo vision". Ini terjadi karena cahaya dibiaskan oleh edema kornea.
Konjungtiva kemosis dan hiperemis: Konjungtiva (selaput tipis yang melapisi mata) tampak merah (hiperemis) dan bengkak (kemosis) karena pembengkakan dan peradangan.
Edema kornea: Kornea terlihat keruh dan membengkak. Ini disebabkan oleh peningkatan tekanan intraokular yang mengganggu sirkulasi fluid dalam kornea. Kekeruhan inilah yang menyebabkan penglihatan kabur.
Pupil middilatasi tanpa refleks cahaya: Pupil (lubang hitam di tengah iris) melebar (middilatasi) dan tidak merespons cahaya dengan konstriksi (kontraksi). Ini terjadi karena tekanan yang sangat tinggi merusak mekanisme refleks pupil.
Tanyakan pasien tentang:
Kombinasi nyeri mata yang ekstrem ditambah mual/muntah dan halo vision adalah sangat khas untuk glaukoma akut.
Pemeriksaan visual: Identifikasi tanda-tanda klinis yang dijelaskan sebelumnya: konjungtiva hiperemis, edema kornea, pupil middilatasi tanpa refleks cahaya.
Pengukuran tekanan intraokular: Gunakan tonometri untuk mengukur TIO. Pada glaukoma akut, TIO biasanya > 50 mmHg, jauh di atas nilai normal 10-20 mmHg.
Sangat penting untuk membedakan glaukoma akut dari kondisi lain yang mungkin menunjukkan gejala serupa:
Agen Hiperosmotik Sistemik
Agen ini bekerja dengan cara mengurangi volume corpus vitreus (cairan jelly di belakang mata) melalui osmosis, sehingga menurunkan tekanan intraokular. Ada dua pilihan utama:
Pilihan antara gliserin dan mannitol tergantung pada ketersediaan dan kondisi pasien. Mannitol mungkin lebih dipilih pada pasien yang tidak dapat minum, sementara gliserin oral lebih praktis jika TIO dapat diturunkan secara bertahap.
Inhibitor Karbonik Anhidrase (CAI)
Obat ini mengurangi produksi humor aqueous dengan menghambat enzim karbonik anhidrase yang bertanggung jawab dalam pembentukan cairan mata. Acetazolamide adalah pilihan utama:
Dengan mengurangi produksi humor aqueous sambil agen hiperosmotik mengurangi volume vitreus, kombinasi ini secara sinergis menurunkan TIO dengan cepat.
Pilocarpine 1% adalah miotik (agent yang menyebabkan kontraksi pupil). Ketika pupil mengecil, iris menjadi teregang ke belakang, membuka kembali sudut iridokornea. Obat ini diberikan sebagai tetes mata. Efeknya tidak instan namun membantu dalam jangka menengah untuk mencegah pupil block berulang.
Iridektomi Perifer (Laser atau Bedah)
Setelah tekanan intraokular berhasil diturunkan dengan terapi medikamentosa, langkah definitif adalah membuat lubang kecil pada iris untuk memungkinkan humor aqueous mengalir langsung dari bilik belakang ke bilik depan, melewati pupil. Ini dapat dilakukan dengan:
Prosedur ini bersifat permanen dan mencegah recurrence dari pupil block.
Jika setelah iridektomi dan terapi medikamentosa tekanan intraokular tetap > 21 mmHg, maka diperlukan prosedur bedah lebih lanjut:
Trabekulektomi: Pembedahan ini menciptakan saluran alternatif untuk aliran humor aqueous keluar dari mata, sepenuhnya melewati sistem drainase normal. Ini adalah operasi definitif untuk glaukoma yang sulit dikelola.
Strategi penatalaksanaan glaukoma akut dapat diringkas dalam urutan prioritas:
Kecepatan dan ketepatan penatalaksanaan adalah kunci untuk mencegah kerusakan saraf optik permanen dan kehilangan penglihatan.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi