Gastroenteritis, atau yang sering disebut diare infeksi, adalah kondisi inflamasi pada lambung dan usus halus yang ditandai dengan perubahan konsistensi feses menjadi lebih cair (mencret) dan peningkatan frekuensi buang air besar, biasanya minimal 3 kali dalam 24 jam. Kondisi ini seringkali disertai gejala lain seperti nyeri perut, mual, muntah, dan demam.
Diare dikategorikan sebagai akut jika berlangsung kurang dari 14 hari, dan kronis jika lebih dari 14 hari.
Diare infeksi dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme:
Mekanisme diare infeksi bervariasi tergantung agen penyebabnya, namun secara umum melibatkan beberapa mekanisme utama:
Gejala umum gastroenteritis meliputi:
Tanda dan gejala spesifik yang mengindikasikan etiologi tertentu:
Tanda Dehidrasi (penting untuk dinilai!):
Diagnosis gastroenteritis sebagian besar ditegakkan secara klinis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Indikasi Pemeriksaan Penunjang (tidak rutin, kecuali ada red flags):
Penting untuk membedakan diare infeksi dari penyebab diare non-infeksius:
| Kondisi | Karakteristik Kunci |
|---|---|
| Keracunan Makanan (non-infeksius) | Onset sangat cepat setelah makan, seringkali tanpa demam, disebabkan oleh toksin yang sudah terbentuk di makanan (mis. Staphylococcus aureus, Bacillus cereus). |
| Intoleransi Laktosa | Diare setelah konsumsi produk susu, sering tanpa demam atau tanda inflamasi. |
| Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS) | Diare kronis intermiten, nyeri perut yang hilang setelah defekasi, perubahan pola BAB, tanpa tanda inflamasi atau infeksi. |
| Penyakit Radang Usus (IBD) | Diare kronis, sering berdarah, nyeri perut, penurunan berat badan, gejala ekstra-intestinal. (mis. Crohn's disease, Ulcerative colitis). |
| Efek Samping Obat | Diare dapat menjadi efek samping dari berbagai obat (mis. antibiotik, antasida yang mengandung magnesium, metformin). |
| Malabsorpsi (mis. Celiac disease) | Diare kronis, steatorrhea, penurunan berat badan, defisiensi nutrisi. |
Penilaian status dehidrasi sangat krusial dalam tatalaksana diare. Berikut adalah klasifikasi berdasarkan sistem skor:
| Tanda dan Gejala | Tanpa Dehidrasi | Dehidrasi Ringan/Sedang | Dehidrasi Berat |
|---|---|---|---|
| Keadaan Umum | Baik, sadar | Gelisah, rewel, mudah marah | Lesu, lunglai, tidak sadar |
| Mata | Tidak cekung | Cekung | Sangat cekung |
| Air Mata | Ada | Tidak ada | Tidak ada |
| Mulut & Lidah | Basah | Kering | Sangat kering |
| Rasa Haus | Tidak haus, minum biasa | Haus, ingin minum banyak | Malas minum/tidak bisa minum |
| Turgor Kulit | Kembali cepat (<1 detik) | Kembali lambat (1-2 detik) | Kembali sangat lambat (>2 detik) |
| Kesimpulan | Tidak ada tanda dehidrasi | Ada 2 atau lebih tanda, termasuk minimal 1 tanda kunci (mata cekung, turgor lambat, gelisah, haus) | Ada 2 atau lebih tanda, termasuk minimal 1 tanda kunci (lesu/lunglai, mata sangat cekung, turgor sangat lambat, tidak bisa minum) |
| Rencana Terapi | Rencana Terapi A | Rencana Terapi B | Rencana Terapi C |
Fokus utama tatalaksana diare infeksi adalah rehidrasi dan pencegahan komplikasi.
Edukasi pasien dan pencegahan merupakan pilar penting dalam penanganan diare infeksi:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi