Gastroenteritis Akut pada Anak (GEH Anak)

Diare pada anak itu bukan sekadar diare biasa, lho! Gastroenteritis Akut (GEH) pada anak adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global. Memahami patofisiologi, mengenali tanda dehidrasi, serta memberikan tatalaksana yang tepat adalah kunci penyelamat nyawa si kecil. Jangan sampai salah langkah dalam penanganan GEH anak, apalagi saat UKMPPD nanti! Yuk, kuasai konsep esensialnya di sini!

Definisi

Gastroenteritis Akut (GEH) pada anak adalah kondisi inflamasi akut pada saluran pencernaan yang ditandai dengan perubahan konsistensi tinja menjadi lebih cair dan frekuensi buang air besar (BAB) yang lebih sering dari biasanya (≥3 kali dalam 24 jam), dapat disertai muntah atau demam.

GEH umumnya berlangsung kurang dari 14 hari.

Etiologi

Sebagian besar kasus GEH pada anak disebabkan oleh infeksi.

  • Virus: Penyebab paling umum.
    • Rotavirus: Sangat sering pada bayi dan balita.
    • Adenovirus, Norovirus, Astrovirus.
  • Bakteri:
    • Escherichia coli (EPEC, ETEC, EIEC, EHEC), Salmonella spp., Shigella spp., Campylobacter jejuni, Vibrio cholerae.
  • Parasit: Lebih jarang, biasanya diare persisten.
    • Giardia lamblia, Entamoeba histolytica, Cryptosporidium spp.

Patofisiologi

Mekanisme diare bervariasi tergantung etiologi, namun secara umum melibatkan:

  • Diare Sekretorik: Peningkatan sekresi cairan dan elektrolit ke lumen usus (misalnya toksin kolera, ETEC).
  • Diare Osmotik: Malabsorpsi zat terlarut yang menarik air ke lumen usus (misalnya intoleransi laktosa sekunder pasca-infeksi).
  • Diare Inflamasi/Invasif: Kerusakan mukosa usus akibat invasi patogen, menyebabkan peradangan, ulserasi, dan keluarnya darah/lendir (misalnya Shigella, Salmonella).

Manifestasi Klinis

Gejala utama adalah diare (tinja cair, frekuensi meningkat), sering disertai:

  • Muntah
  • Demam
  • Nyeri perut/kram
  • Anoreksia/penurunan nafsu makan
  • Tanda-tanda dehidrasi (sangat penting untuk dievaluasi).

Tanda dehidrasi yang harus dicari:

  • Kesadaran: Gelisah/rewel, letargis/tidak sadar.
  • Mata: Cekung.
  • Air mata: Tidak ada.
  • Mulut & Lidah: Kering.
  • Rasa haus: Minum lahap, malas minum.
  • Turgor kulit: Kembali lambat (>2 detik).
  • Ubun-ubun besar: Cekung (pada bayi).
  • Ekstremitas: Dingin, pucat, waktu pengisian kapiler memanjang.

Penegakan Diagnosis

Diagnosis GEH anak sebagian besar ditegakkan secara klinis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Fokus utama adalah menilai derajat dehidrasi.

Anamnesis: Frekuensi dan konsistensi BAB, ada/tidaknya muntah, demam, asupan oral, riwayat kontak, riwayat imunisasi (Rotavirus).

Pemeriksaan Fisik: Evaluasi tanda-tanda dehidrasi (lihat Manifestasi Klinis).

Pemeriksaan Penunjang

Umumnya tidak rutin diperlukan untuk kasus GEH ringan hingga sedang tanpa komplikasi.

Indikasi pemeriksaan penunjang (misalnya kultur tinja, pemeriksaan mikroskopis tinja, elektrolit serum, GDS) antara lain:

  • Diare berdarah (disentri).
  • Diare persisten (>14 hari).
  • Diare berat dengan dehidrasi berat/syok.
  • Kecurigaan etiologi bakteri/parasit tertentu.
  • Gagal rehidrasi oral.
  • Imunokompromais.

Klasifikasi (Derajat Dehidrasi)

Klasifikasi dehidrasi menurut WHO/Kemenkes RI:

Tanda KlinisDehidrasi Ringan/SedangDehidrasi Berat
KesadaranGelisah, rewelLetargis, tidak sadar
MataCekungSangat cekung
Air mataTidak adaTidak ada
Mulut & LidahKeringSangat kering
Rasa hausMinum dengan lahapMalas minum/tidak bisa minum
Turgor kulitKembali lambat (>2 detik)Kembali sangat lambat (≥2 detik)
Jika ada 2 atau lebih tanda iniMaka Dehidrasi Ringan/SedangMaka Dehidrasi Berat

Jika tidak ada tanda-tanda di atas, maka Tanpa Dehidrasi.

Tatalaksana

Prinsip tatalaksana GEH adalah rehidrasi, nutrisi adekuat, dan terapi suportif.

A. Tatalaksana Non-Farmakologis: Rehidrasi dan Nutrisi

  • Rehidrasi Oral (Oral Rehydration Solution/ORS - Oralit): Pilihan utama untuk dehidrasi ringan-sedang dan tanpa dehidrasi.
    • Berikan sesuai "Rencana Terapi A, B, C" WHO/Kemenkes.
    • Rencana A: Tanpa dehidrasi (mencegah dehidrasi).
    • Rencana B: Dehidrasi ringan-sedang (mengatasi dehidrasi).
    • Rencana C: Dehidrasi berat (rehidrasi IV cepat).
  • Rehidrasi Intravena (IV): Untuk dehidrasi berat, syok, atau gagal rehidrasi oral.
    • Cairan pilihan: Ringer Laktat (RL) atau NaCl 0.9%.
    • Dosis: Sesuai panduan (misal, 30 ml/kg dalam 30 menit pertama, lalu 70 ml/kg dalam 2.5 jam berikutnya untuk bayi <1 tahun; atau 30 ml/kg dalam 30 menit, lalu 70 ml/kg dalam 5.5 jam untuk anak >1 tahun).
  • Nutrisi:
    • Lanjutkan pemberian ASI atau susu formula seperti biasa.
    • Berikan makanan padat segera setelah rehidrasi, porsi kecil tapi sering, hindari makanan tinggi serat atau lemak berlebihan.

B. Tatalaksana Farmakologis

  • Suplementasi Zinc: WAJIB diberikan pada semua kasus diare akut pada anak.
    • Dosis: 10 mg/hari untuk bayi <6 bulan, 20 mg/hari untuk anak ≥6 bulan.
    • Durasi: 10-14 hari.
    • Manfaat: Memperpendek durasi dan mengurangi keparahan diare, serta mencegah episode diare di masa mendatang.
  • Probiotik: Dapat dipertimbangkan (misal Lactobacillus reuteri, Saccharomyces boulardii) untuk mempersingkat durasi diare, namun bukan terapi utama.
  • Antibiotik: TIDAK rutin diberikan. Hanya pada indikasi spesifik seperti:
    • Diare berdarah (disentri) dengan kecurigaan Shigella (misal: Kotrimoksazol, Sefiksim).
    • Kecurigaan kolera (misal: Tetrasiklin, Azitromisin).
    • Giardiasis (misal: Metronidazol).
    • Sepsis.
    • Imunokompromais.
  • Antiemetik: Ondansetron dapat dipertimbangkan untuk mengurangi muntah persisten, membantu rehidrasi oral.
  • Antidiare: TIDAK dianjurkan pada anak karena risiko efek samping dan tidak signifikan mengurangi durasi diare (misal: loperamide).

Komplikasi

  • Dehidrasi: Komplikasi paling umum dan berbahaya.
  • Gangguan elektrolit: Hiponatremia, hipokalemia.
  • Asidosis metabolik.
  • Syok hipovolemik: Akibat dehidrasi berat yang tidak tertangani.
  • Intoleransi laktosa sekunder.
  • Malnutrisi.
  • Kematian.

Edukasi &amp; Pencegahan

  • Pemberian ASI Eksklusif: Melindungi bayi dari infeksi.
  • Vaksinasi: Terutama vaksin Rotavirus.
  • Higiene pribadi dan sanitasi lingkungan: Cuci tangan dengan sabun, air bersih, sanitasi yang baik.
  • Penyimpanan dan penyiapan makanan yang aman.
  • Edukasi orang tua tentang tanda bahaya dehidrasi dan kapan harus segera mencari pertolongan medis.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds