Gastroenteritis Akut (GEH) pada anak adalah kondisi inflamasi akut pada saluran pencernaan yang ditandai dengan perubahan konsistensi tinja menjadi lebih cair dan frekuensi buang air besar (BAB) yang lebih sering dari biasanya (≥3 kali dalam 24 jam), dapat disertai muntah atau demam.
GEH umumnya berlangsung kurang dari 14 hari.
Sebagian besar kasus GEH pada anak disebabkan oleh infeksi.
Mekanisme diare bervariasi tergantung etiologi, namun secara umum melibatkan:
Gejala utama adalah diare (tinja cair, frekuensi meningkat), sering disertai:
Tanda dehidrasi yang harus dicari:
Diagnosis GEH anak sebagian besar ditegakkan secara klinis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Fokus utama adalah menilai derajat dehidrasi.
Anamnesis: Frekuensi dan konsistensi BAB, ada/tidaknya muntah, demam, asupan oral, riwayat kontak, riwayat imunisasi (Rotavirus).
Pemeriksaan Fisik: Evaluasi tanda-tanda dehidrasi (lihat Manifestasi Klinis).
Umumnya tidak rutin diperlukan untuk kasus GEH ringan hingga sedang tanpa komplikasi.
Indikasi pemeriksaan penunjang (misalnya kultur tinja, pemeriksaan mikroskopis tinja, elektrolit serum, GDS) antara lain:
Klasifikasi dehidrasi menurut WHO/Kemenkes RI:
| Tanda Klinis | Dehidrasi Ringan/Sedang | Dehidrasi Berat |
| Kesadaran | Gelisah, rewel | Letargis, tidak sadar |
| Mata | Cekung | Sangat cekung |
| Air mata | Tidak ada | Tidak ada |
| Mulut & Lidah | Kering | Sangat kering |
| Rasa haus | Minum dengan lahap | Malas minum/tidak bisa minum |
| Turgor kulit | Kembali lambat (>2 detik) | Kembali sangat lambat (≥2 detik) |
| Jika ada 2 atau lebih tanda ini | Maka Dehidrasi Ringan/Sedang | Maka Dehidrasi Berat |
Jika tidak ada tanda-tanda di atas, maka Tanpa Dehidrasi.
Prinsip tatalaksana GEH adalah rehidrasi, nutrisi adekuat, dan terapi suportif.
A. Tatalaksana Non-Farmakologis: Rehidrasi dan Nutrisi
B. Tatalaksana Farmakologis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi