Tiga kondisi saluran cerna atas ini seringkali memiliki gejala yang tumpang tindih, namun patofisiologi, diagnosis, dan tatalaksana yang berbeda. Memahami perbedaannya sangat krusial dalam praktik klinis.
Meskipun ada tumpang tindih, penyebab utama dan faktor risiko untuk masing-masing kondisi memiliki kekhasan.
Kondisi ini terjadi akibat ketidakseimbangan antara faktor agresif dan faktor protektif di saluran cerna.
Gejala dapat tumpang tindih, namun ada karakteristik yang membantu membedakannya.
Diagnosis sering dimulai dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, lalu dikonfirmasi dengan pemeriksaan penunjang.
| Fitur Kunci | Gastritis | GERD | PUD (Ulkus Duodenum vs Gaster) |
|---|---|---|---|
| Nyeri | Epigastrium, perih, kembung, kadang pegal | Pirosis (heartburn) retrosternal, panas, menjalar ke leher/dagu | Epigastrium, rasa terbakar/menggerogoti, seperti lapar |
| Hubungan dgn Makan | Bervariasi, bisa membaik atau memburuk | Memburuk setelah makan (terutama berlemak/asam), posisi berbaring | Ulkus Duodenum: membaik dengan makan, muncul 2-5 jam post-prandial. Ulkus Gaster: memburuk dengan makan. |
| Gejala Khas Lain | Mual, muntah, anoreksia, kembung | Regurgitasi asam, batuk kronis, suara serak, nyeri dada non-kardiak | Dispepsia, mual, muntah, melena/hematemesis (jika komplikasi) |
| Penyebab Utama | H. pylori, NSAID, alkohol, stres, autoimun | Disfungsi LES, hernia hiatus, obesitas | H. pylori, NSAID |
| Diagnosa Kunci | EGD + biopsi | Anamnesis, EGD (jika alarm/refrakter), pH-metri | EGD + biopsi (untuk H. pylori & eksklusi keganasan) |
Tatalaksana bertujuan untuk mengurangi gejala, menyembuhkan lesi, dan mencegah komplikasi.
Tanpa tatalaksana yang tepat, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius.
Dengan diagnosis dini dan tatalaksana yang adekuat, prognosis untuk Gastritis, GERD, dan PUD umumnya baik.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi