Tidur normal adalah proses fisiologis yang terdiri dari dua fase utama yang bergantian secara siklis:
Fase Non-REM (NREM) mencakup tiga tahap progresif dari tidur ringan hingga tidur dalam. Pada fase ini, aktivitas otak melambat, denyut nadi menurun, dan temperatur tubuh berkurang. NREM merupakan fase dominan yang memakan waktu sekitar 75-80% dari total tidur.
Fase REM (Rapid Eye Movement) ditandai dengan gerakan mata yang cepat, otot besar terflaksid (kecuali diafragma), dan aktivitas otak meningkat. Fase ini adalah saat seseorang mengalami mimpi yang paling jelas dan hidup. REM memakan waktu sekitar 20-25% dari total tidur.
Kedua fase ini membentuk siklus tidur yang berlangsung sekitar 90 menit dan berulang 4-6 kali selama malam tidur. Orang dewasa normal memerlukan 7-9 jam tidur per malam untuk fungsi kognitif dan kesehatan yang optimal.
Proses tidur-bangun diatur oleh sistem neurotransmiter kompleks, termasuk serotonin, noradrenalin, asetilkolin, dan histamin. Ketidakseimbangan neurotransmiter ini dapat berkontribusi pada gangguan tidur.
Insomnia primer adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan memulai tidur (sleep onset insomnia), mempertahankan tidur (sleep maintenance insomnia), atau bangun terlalu pagi tanpa dapat kembali tidur. Untuk diagnosis insomnia primer, gejala harus berlangsung minimal 1 bulan dan tidak disebabkan oleh kondisi medis, psikologis, atau penggunaan zat lain.
Contohnya, seorang mahasiswa yang selalu sulit tidur karena kekhawatiran akademis mungkin mengalami insomnia primer jika gejala persisten meskipun kondisi medisnya normal dan tidak ada obat yang menyebabkannya.
Insomnia sekunder muncul sebagai konsekuensi langsung dari kondisi medis atau psikologis yang mendasari. Misalnya, insomnia yang terjadi akibat depresi, nyeri kronis, atau efek samping obat adalah insomnia sekunder. Dalam hal ini, mengatasi kondisi yang mendasari adalah kunci untuk memperbaiki tidur.
Perbedaan penting antara keduanya: insomnia primer adalah gangguan tidur mandiri, sedangkan insomnia sekunder adalah gejala dari masalah kesehatan lain.
Hipersomnia primer ditandai dengan tidur berlebihan (sleepiness berlebihan) atau serangan tidur siang hari yang tidak dapat dikendalikan, tanpa dapat dijelaskan oleh durasi tidur malam yang tidak memadai atau kondisi medis lain.
Seseorang dengan hipersomnia primer mungkin tidur 10-12 jam per malam namun tetap merasa mengantuk di siang hari, atau tiba-tiba tertidur tanpa peringatan saat bekerja atau berkendara, yang merupakan kondisi berbahaya.
Narcolepsy adalah gangguan neurologis yang parah ditandai dengan keinginan tidur yang mendadak dan tidak dapat ditahan (serangan tidur), bahkan pada situasi yang tidak tepat seperti berbicara atau mengendarai kendaraan.
Narcolepsy sering disertai dengan gejala tambahan yang khas:
Narcolepsy biasanya disebabkan oleh defisiensi neurotransmiter hypocretin (orexin) di otak, yang penting untuk regulasi tidur-bangun.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi