Gangguan Somatoform (dalam DSM-5 disebut Somatic Symptom and Related Disorders) adalah kondisi mental yang ditandai oleh adanya gejala fisik yang menonjol dan menyebabkan distress atau gangguan fungsi, namun tidak dapat sepenuhnya dijelaskan oleh kondisi medis umum, efek zat, atau gangguan mental lain. Fokus utamanya adalah pada gejala fisik.
Gangguan Disosiatif adalah gangguan mental yang ditandai dengan adanya diskoneksi atau fragmentasi dalam memori, identitas, kesadaran, emosi, persepsi, perilaku, atau kontrol motorik. Fokus utamanya adalah pada fungsi mental dan integrasi pengalaman.
Etiologi kedua kelompok gangguan ini bersifat multifaktorial, melibatkan interaksi kompleks antara faktor biologis, psikologis, dan sosial.
Meskipun mekanisme pasti belum sepenuhnya dipahami, teori yang ada meliputi:
Penting untuk memahami perbedaan dan karakteristik masing-masing jenis gangguan:
Diagnosis gangguan somatoform dan disosiatif memerlukan evaluasi komprehensif untuk menyingkirkan penyebab organik dan gangguan mental lainnya.
Membedakan gangguan somatoform dan disosiatif dari kondisi lain sangat krusial. Berikut adalah beberapa diagnosis banding yang perlu dipertimbangkan:
| Kondisi | Karakteristik Pembeda |
|---|---|
| Penyakit Medis Umum | Gejala dapat sepenuhnya dijelaskan oleh patofisiologi yang diketahui, respons terhadap pengobatan standar, dan temuan objektif pada pemeriksaan penunjang. |
| Gangguan Neurologis | Misalnya, epilepsi (kejang), stroke, multiple sclerosis, miastenia gravis. Perlu pemeriksaan neurologis dan penunjang yang cermat (EEG, MRI) untuk membedakan dari gangguan konversi atau disosiatif. |
| Gangguan Kecemasan | Fokus utama adalah pada kecemasan itu sendiri, meskipun dapat disertai gejala somatik. Pada gangguan somatoform, fokus utama adalah pada gejala fisik. |
| Gangguan Depresi Mayor | Dapat disertai gejala somatik (misalnya, nyeri, kelelahan) atau kognitif (misalnya, kesulitan konsentrasi yang mirip disosiasi ringan). Namun, kriteria inti depresi harus terpenuhi. |
| Skizofrenia | Gejala psikotik (halusinasi, delusi) yang jelas, gangguan pikiran formal. Berbeda dengan disosiasi yang lebih fokus pada fragmentasi identitas/memori. |
| Gangguan Buatan (Factitious Disorder) | Pasien secara sadar memalsukan atau memproduksi gejala fisik atau psikologis untuk mendapatkan peran sakit (motif internal). |
| Malingering | Pasien secara sadar memalsukan atau membesar-besarkan gejala untuk mendapatkan keuntungan eksternal (misalnya, kompensasi finansial, menghindari tugas). |
| Gangguan Kepribadian | Pola perilaku maladaptif yang pervasif dan persisten. Dapat memiliki gejala somatik atau disosiatif sebagai bagian dari presentasi, namun tidak memenuhi kriteria penuh untuk gangguan somatoform/disosiatif primer. |
Tatalaksana gangguan somatoform dan disosiatif umumnya melibatkan pendekatan multimodal, dengan psikoterapi sebagai modalitas utama.
Prognosis untuk gangguan somatoform dan disosiatif bervariasi dan seringkali menantang:
Intervensi dini, pendekatan terapi yang komprehensif, dan hubungan terapeutik yang kuat adalah kunci untuk mencapai hasil yang lebih baik pada kedua kelompok gangguan ini.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi