Gangguan seksual merujuk pada kondisi yang ditandai oleh masalah signifikan dalam respons seksual atau minat seksual, atau pola perilaku seksual atipikal yang menyebabkan distres signifikan pada individu, atau melibatkan bahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.
Kondisi ini dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang, termasuk kesehatan mental, hubungan interpersonal, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Edisi ke-5 (DSM-5), gangguan seksual secara umum dibagi menjadi dua kategori utama:
Gangguan disfungsi seksual ditandai oleh ketidakmampuan untuk berfungsi secara memuaskan dalam aktivitas seksual, yang berlangsung minimal 6 bulan dan menyebabkan distres signifikan. Etiologinya multifaktorial, meliputi faktor psikologis, biologis, dan sosial.
Gangguan Parafilia adalah kondisi di mana individu memiliki minat seksual yang intens dan persisten pada objek, situasi, atau fantasi yang atipikal, yang menyebabkan distres atau gangguan fungsi pada individu tersebut, atau melibatkan tindakan yang merugikan atau berpotensi merugikan orang lain yang tidak berkehendak.
Diagnosis gangguan parafilia ditegakkan jika perilaku tersebut telah berlangsung minimal 6 bulan dan menyebabkan distres klinis signifikan, gangguan fungsi sosial/pekerjaan, atau melibatkan bahaya bagi orang lain.
Penegakan diagnosis gangguan seksual memerlukan pendekatan yang komprehensif dan sensitif:
Tatalaksana gangguan seksual bersifat multidisiplin dan disesuaikan dengan etiologi serta jenis gangguannya:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi