Kulit manusia dilengkapi dengan berbagai struktur adneksa, termasuk folikel rambut dan kelenjar kulit (sebasea dan keringat). Gangguan pada struktur-struktur ini sangat umum dan sering menjadi keluhan utama pasien di praktik dokter umum maupun spesialis dermatologi. Memahami etiologi, patofisiologi, manifestasi klinis, dan tatalaksana kondisi ini esensial bagi setiap calon dokter.
Gangguan rambut dapat berupa kerontokan berlebihan (alopecia), pertumbuhan rambut berlebih (hirsutisme, hipertrikosis), atau kelainan struktural lainnya.
Kelenjar sebasea menghasilkan sebum, suatu zat berminyak yang melumasi kulit dan rambut. Gangguan pada kelenjar ini sering menyebabkan masalah seperti jerawat.
Kelenjar keringat (ekrin dan apokrin) berperan dalam termoregulasi. Gangguan pada kelenjar ini dapat menyebabkan keringat berlebih atau sumbatan.
| Tipe Miliaria | Tingkat Sumbatan | Gambaran Klinis |
|---|---|---|
| Miliaria Kristalina | Stratum korneum | Vesikel jernih, superfisial, tidak gatal. |
| Miliaria Rubra (Prickly Heat) | Epidermis (stratum spinosum) | Papul eritematosa, pruritus (gatal), sensasi menyengat. |
| Miliaria Profunda | Dermis (epidermis-dermis junction) | Papul berwarna kulit, dalam, tidak gatal, sering setelah episode rubra berulang. |
| Miliaria Pustulosa | Mirip rubra, tapi lesi pustular | Pustul steril, sering komplikasi dari miliaria rubra. |

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi