Gangguan psikotik adalah kondisi medis yang ditandai dengan hilangnya kontak dengan realitas, seringkali berupa waham (delusi) dan halusinasi. Selain Skizofrenia, terdapat berbagai gangguan psikotik lain yang memiliki kriteria diagnostik, durasi, dan etiologi yang spesifik. Pemahaman terhadap perbedaan ini sangat krusial untuk penegakan diagnosis yang akurat dan penentuan tatalaksana yang efektif, terutama dalam konteks ujian kompetensi.
Meskipun memiliki gejala inti psikotik, masing-masing gangguan ini memiliki 'sidik jari' unik yang membedakannya, baik dari segi waktu onset, perjalanan penyakit, maupun keberadaan gejala penyerta lainnya. Mari kita pelajari perbedaannya lebih dalam!
Berikut adalah perbandingan beberapa jenis gangguan psikotik lain berdasarkan kriteria diagnostik utama (mengacu pada PPDGJ-III/DSM-5):
| Nama Gangguan | Durasi Kunci | Ciri Khas Utama |
| Gangguan Psikotik Singkat (Brief Psychotic Disorder) | >1 hari sampai <1 bulan | Onset mendadak gejala psikotik (waham, halusinasi, disorganisasi bicara/perilaku). Disertai stresor berat. Pemulihan penuh ke fungsi premorbid. |
| Gangguan Skizofreniform (Schizophreniform Disorder) | >1 bulan sampai <6 bulan | Gejala mirip Skizofrenia (waham, halusinasi, disorganisasi, gejala negatif), namun durasinya lebih pendek. Tidak ada gangguan fungsi sosial/okupasi yang signifikan. |
| Gangguan Skizoafektif (Schizoaffective Disorder) | Variabel | Kombinasi gejala Skizofrenia dan gangguan mood (depresif atau manik). Periode waham/halusinasi harus ada minimal 2 minggu tanpa gejala mood yang menonjol. |
| Gangguan Waham (Delusional Disorder) | ≥1 bulan | Adanya satu atau lebih waham yang non-bizarre (bisa terjadi di dunia nyata, misal dikejar, dicintai). Fungsi tidak terganggu secara signifikan, perilaku tidak aneh. |
| Gangguan Psikotik Akibat Kondisi Medis Lain | Variabel | Gejala psikotik (waham/halusinasi) merupakan konsekuensi fisiologis langsung dari kondisi medis tertentu (misal: ensefalopati, tumor otak, SLE). |
| Gangguan Psikotik Akibat Zat/Obat | Variabel | Gejala psikotik (waham/halusinasi) muncul selama atau segera setelah intoksikasi atau putus zat/obat (misal: amfetamin, kokain, alkohol). |
Penegakan diagnosis gangguan psikotik lain memerlukan evaluasi komprehensif untuk menyingkirkan penyebab organik atau gangguan psikiatri lain.
Tatalaksana gangguan psikotik lain bersifat individual dan disesuaikan dengan jenis gangguan, etiologi, keparahan gejala, serta kondisi pasien.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi