Gangguan makan adalah kondisi psikiatri serius yang ditandai oleh gangguan perilaku makan yang persisten, pikiran dan emosi negatif terkait berat badan, bentuk tubuh, serta makanan.
Dua jenis utama yang sering dibahas adalah Anorexia Nervosa (AN) dan Bulimia Nervosa (BN).
Prevalensi AN dan BN lebih tinggi pada wanita muda, meskipun dapat terjadi pada semua kelompok usia dan jenis kelamin.
Faktor risiko meliputi:
Etiologi gangguan makan bersifat multifaktorial, melibatkan interaksi kompleks antara faktor genetik, neurobiologis, psikologis, dan sosiokultural.
Secara neurobiologis, diduga ada disregulasi pada sirkuit otak yang mengatur nafsu makan, penghargaan, dan kontrol impuls. Faktor psikologis seperti distorsi kognitif dan disforia tubuh juga berperan penting.
| Ciri | Anorexia Nervosa | Bulimia Nervosa |
| Berat Badan | Sangat rendah (BMI < 17.5 kg/m² atau < persentil 5 untuk usia/tinggi) | Biasanya normal atau sedikit di atas/bawah normal |
| Perilaku Makan | Pembatasan asupan ekstrem, takut gemuk, olahraga berlebihan, bisa ada binge-purge tipe | Episode binge eating berulang, diikuti perilaku kompensasi (muntah paksa, laksatif, diuretik, olahraga berlebihan) |
| Persepsi Tubuh | Distorsi berat/bentuk tubuh, menyangkal keparahan kondisi | Cemas berlebihan tentang berat/bentuk tubuh |
| Tanda Fisik | Amenore, bradikardia, hipotensi, lanugo, kulit kering, osteopenia/osteoporosis, hipotermia, edema perifer. | Erosi enamel gigi, karies, pembesaran kelenjar parotis ("chipmunk cheeks"), luka di punggung tangan (tanda Russell), esofagitis, hipokalemia, aritmia. |
| Psikologis | Depresi, cemas, obsesif-kompulsif, perfeksionisme, isolasi sosial. | Depresi, cemas, gangguan suasana hati, impulsivitas, rasa bersalah, malu. |
Anorexia Nervosa:
Bulimia Nervosa:
Pemeriksaan penunjang bertujuan menilai komplikasi medis dan menyingkirkan diagnosis lain.
Penting untuk membedakan gangguan makan dari kondisi lain yang memiliki gejala serupa.
Tatalaksana bersifat multidisipliner, melibatkan psikiater, psikolog, dokter umum, ahli gizi, dan keluarga.
Tatalaksana Non-Farmakologis (Pilar Utama):
Tatalaksana Farmakologis:
Indikasi Rawat Inap:
Komplikasi dapat fatal jika tidak ditangani.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi