Lapang pandang adalah aspek penting dari fungsi penglihatan yang sering diabaikan dalam pemeriksaan mata rutin. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan menginterpretasi gangguan lapang pandang sangat penting dalam mendiagnosis berbagai penyakit neurologis dan oftalmologi. Pengetahuan tentang anatomi jalur penglihatan dan bagaimana lesi pada berbagai lokasi menghasilkan pola defek spesifik akan membantu Anda menjadi klinisi yang lebih efektif.
Lapang pandang didefinisikan sebagai seluruh daerah retina yang memiliki sel fotoreseptor aktif yang dapat menangkap cahaya dan mengirimkan sinyal listrik melalui jalur visual menuju korteks visual primer di lobus oksipital. Ini mencakup semua area retina, baik yang berada dalam garis pandang langsung maupun yang berada di tepi.
Pada individu normal, lapang pandang memiliki batas-batas anatomi yang konsisten:
Penting untuk mengingat bahwa batas nasal lebih sempit daripada batas temporal karena hambatan anatomis dari hidung. Asimetri ini akan membantu Anda membedakan defek lapang pandang patologis dari varian normal.
Lapang pandang dibagi menjadi tiga zona berdasarkan jarak dari fiksasi sentral:
Pemahaman tentang pembagian zona ini krusial karena tingkat kesadaran pasien terhadap defek akan sangat berbeda bergantung di mana lesi terletak. Pasien dengan skotoma perifer mungkin tidak menyadari masalahnya sampai diperiksa secara formal.
Ketika menanyai pasien tentang gejala visual, hubungkan keluhan mereka dengan lokasi kemungkinan lesi:
Pemeriksaan visus dengan tabel Snellen atau metode lainnya dapat membantu lokalisasi:
Pemeriksaan pupil memberikan informasi tentang integritas jalur aferen penglihatan:
RAPD adalah tanda penting yang menunjukkan kerusakan jalur penglihatan anterior (nervus optik atau retina) yang asimetris. Ini berbeda dari defek lapang pandang posterior di mana pupil tetap bereaksi normal terhadap cahaya.
Terdapat beberapa metode untuk menilai lapang pandang dengan tingkat detail yang berbeda:
Konfrontasi visual (metode sederhana, dilakukan di klinik):
Amsler grid (metode untuk penyakit makula):
Perimetri otomatis atau manual (metode presisi tinggi):
Pilih metode berdasarkan konteks klinis: konfrontasi untuk skrining cepat di klinik, Amsler grid untuk monitoring penyakit makula, dan perimetri otomatis untuk penilaian detail dan monitoring glaukoma.
Ini adalah bagian yang paling penting untuk dipahami dalam topik ini. Setiap lokasi lesi pada jalur visual anterior menghasilkan pola defek yang karakteristik. Memahami pola-pola ini akan memungkinkan Anda melokalisasi lesi hanya dengan melihat defek lapang pandang pasien.
Lesi pada nervus optik akan mempengaruhi satu mata saja, menghasilkan anopsia monokular (kehilangan penglihatan monokular total atau sebagian).
Contoh klinis: pasien dengan neuropati optik iskemik anterior akut akan melaporkan kehilangan penglihatan tiba-tiba pada satu mata, tetapi mata satunya tetap normal. Saat diperiksa konfrontasi, defek hanya terlihat pada satu mata.
Penting: Anopsia monokular selalu menunjukkan lesi sebelum khiasma optik (yaitu pada mata atau nervus optik itu sendiri), karena setelah khiasma, jalur visual dari kedua mata sudah bercampur.
Khiasma optik adalah tempat di mana serat-serat nasal dari kedua mata bersilangan (decussate) untuk membentuk traktus optik kontralateral, sementara serat-serat temporal tetap ipsilateral.
Lesi pada khiasma optik lateral (biasanya dari tumor di sisi temporal, misalnya tumor temporal lobe):
Lesi pada khiasma optik medial (biasanya dari tumor intrasela, seperti prolactinoma atau craniopharyngioma):
Tip klinis: Hemianopsia bitemporal sering tidak disadari oleh pasien di awal karena mereka kompensasi dengan gerakan mata. Periksa konfrontasi dengan hati-hati untuk menangkap defek ini.
Setelah khiasma, traktus optikus membawa:
Lesi pada traktus optikus menghasilkan hemianopsia homonim kontralateral:
Hemianopsia homonim akan tetap sama pada pemeriksaan konfrontasi kedua mata, karena keduanya telah bercampur di traktus.
Radiasi optik adalah proyeksi serat-serat dari traktus optikus menuju korteks visual di lobus oksipital. Radiasi optik tersebar luas di substansi putih lobus temporal dan parietal, sehingga lesi pada berbagai lokasi menghasilkan pola defek yang berbeda:
Radiasi optik medial (di lobus temporal, sering disebut "Meyer's loop"):
Radiasi optik lateral (di lobus parietal):
Perhatikan bahwa radiasi optik lateral dan medial menghasilkan efek "terbalik" lesi di struktur superior menyebabkan defek inferior visual, dan sebaliknya. Ini sering membingungkan siswa, jadi ingat bahwa ini berkaitan dengan bagaimana serat-serat retinotopik diatur dalam radiasi optik.
Lesi pada radiasi optik posterior atau korteks striate menghasilkan hemianopsia homonim dengan sparing makula (atau "macular sparing"):
Contoh: pasien dengan stroke oksipital sering melaporkan kehilangan penglihatan perifer tetapi tetap mampu membaca dan melihat area sentral. Pada perimetri, Anda akan melihat hemianopsia dengan area sentral terpelihara.
Skotoma sentral adalah area gelap yang terletak di zona sentral lapang pandang, biasanya berbentuk relatif oval atau bundar.
Penyebab umum:
Gejala pasien: Penurunan visus sentral, kesulitan membaca, distorsi visual (metamopsia) jika pada penyakit makula.
Temuan pemeriksaan: Pada perimetri, Anda akan melihat area gelap di fiksasi atau dekat fiksasi yang ditunjukkan sebagai penurunan sensitivitas di peta perimetri.
Penting: Skotoma sentral berbeda dengan hemianopsia. Hemianopsia adalah hilangnya setengah lapang pandang, sementara skotoma sentral adalah area gelap terlokalisir di zona sentral. Pemeriksaan konfrontasi mungkin melewatkan skotoma sentral kecil, sehingga perimetri atau Amsler grid lebih sensitif untuk deteksi.
Bintik buta fisiologis adalah area kecil lapang pandang temporal (sekitar 15° dari fiksasi) di mana nervus optik keluar dari mata. Area ini secara normal tidak sensitif terhadap cahaya karena tidak ada fotoreseptor di sini.
Perluasan bintik buta terjadi ketika ada edema papil (pembengkakan kepala saraf optik):
Penyebab edema papil: Tekanan intrakranial meningkat, papilitis, iskemin papil, hipertensi maligna, atau kondisi lain yang menyebabkan pembengkakan papil.
Tip klinis: Perluasan bintik buta dengan visus masih baik adalah kombinasi yang spesifik. Jika pasien mengeluh kehilangan visual perifer dengan visus baik, pikirkan edema papil dan periksa fundus untuk konfirmasi.
Tunnel vision adalah pola defek lapang pandang di mana pasien mengalami kehilangan bidang pandang perifer yang signifikan tetapi mempertahankan zona sentral seakan-akan melihat melalui terowongan.
Penyebab:
Gejala pasien: Sering menabrak benda di sisi tubuh mereka, kesulitan navigasi, tetapi mampu melihat objek di depan mereka dengan jelas (jika visus sentral terpelihara).
Pemeriksaan: Pada perimetri, Anda akan melihat pola konsentrik dari kehilangan sensitivitas di perifer dengan zona sentral yang normal.
Penting untuk dibedakan:
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi