Gangguan Kecemasan Menyeluruh (Generalized Anxiety Disorder/GAD) adalah kondisi kecemasan dan kekhawatiran yang persisten, berlebihan, dan sulit dikendalikan tentang berbagai peristiwa atau aktivitas dalam kehidupan sehari-hari.
Gangguan Panik (Panic Disorder) ditandai oleh serangan panik yang rekuren dan tidak terduga, diikuti oleh kekhawatiran persisten tentang serangan panik di masa depan atau konsekuensinya, atau perubahan perilaku maladaptif.
Serangan Panik (Panic Attack) adalah periode singkat ketakutan atau ketidaknyamanan intens yang muncul tiba-tiba dan mencapai puncaknya dalam hitungan menit, disertai setidaknya empat gejala somatik atau kognitif.
Baik GAD maupun Gangguan Panik lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Onset GAD umumnya pada usia dewasa muda, sementara Gangguan Panik seringkali muncul pada akhir masa remaja atau awal dewasa.
Etiologi kedua gangguan ini bersifat multifaktorial, meliputi:
Meskipun keduanya termasuk gangguan kecemasan, manifestasi klinis GAD dan Gangguan Panik memiliki perbedaan kunci:
Penegakan diagnosis memerlukan pemenuhan kriteria diagnostik yang ditetapkan, seperti pada PPDGJ-III atau DSM-5. Berikut ringkasannya:
| Kriteria | Gangguan Kecemasan Menyeluruh (GAD) | Gangguan Panik |
|---|---|---|
| A. Gejala Utama | Kecemasan dan kekhawatiran berlebihan (excessive worry) yang persisten tentang sejumlah peristiwa atau aktivitas. | Serangan panik berulang yang tidak terduga. |
| B. Durasi | Kecemasan terjadi hampir setiap hari selama minimal 6 bulan. | Diikuti setidaknya 1 bulan kekhawatiran akan serangan berikutnya atau konsekuensinya, atau perubahan perilaku maladaptif. |
| C. Sulit Dikendalikan | Individu merasa sulit mengendalikan kekhawatiran. | Serangan tidak terbatas pada situasi atau pemicu tertentu. |
| D. Gejala Fisik/Kognitif | Disertai minimal 3 dari 6 gejala terkait kecemasan (gelisah, mudah lelah, sulit konsentrasi, iritabel, ketegangan otot, gangguan tidur). Pada anak, minimal 1 gejala. | Serangan panik disertai minimal 4 dari 13 gejala somatik/kognitif (palpitasi, berkeringat, gemetar, sesak, nyeri dada, mual, pusing, derealisasi/depersonalisasi, takut gila/mati, parestesia, menggigil/panas). |
| E. Dampak | Menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau hendaya dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau area penting lainnya. | Menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau hendaya dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau area penting lainnya. |
| F. Eksklusi | Bukan disebabkan efek fisiologis zat atau kondisi medis lain, dan tidak lebih baik dijelaskan oleh gangguan mental lain. | Bukan disebabkan efek fisiologis zat atau kondisi medis lain, dan tidak lebih baik dijelaskan oleh gangguan mental lain (misal: fobia sosial, OCD, PTSD). |
Penting untuk membedakan GAD dan Gangguan Panik dari kondisi lain, baik psikiatri maupun medis, yang dapat menyerupai gejala kecemasan:
Tatalaksana GAD dan Gangguan Panik umumnya melibatkan kombinasi psikoterapi dan farmakoterapi.
Tanpa tatalaksana yang adekuat, GAD dan Gangguan Panik dapat menyebabkan berbagai komplikasi, antara lain:
Prognosis bervariasi. Dengan diagnosis dini dan tatalaksana yang tepat, banyak pasien dapat mencapai remisi atau perbaikan signifikan. Namun, rekurensi umum terjadi jika pengobatan dihentikan terlalu cepat atau tidak diikuti dengan strategi koping yang adaptif. Kepatuhan terapi jangka panjang sangat penting.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi