Definisi: Kondisi ketika korteks adrenal tidak mampu memproduksi hormon steroid (kortisol, aldosteron) yang cukup.
Etiologi
- Primer (Penyakit Addison): Kerusakan langsung pada korteks adrenal. Paling sering autoimun, tuberkulosis, infeksi lain, perdarahan adrenal, keganasan, atau penggunaan obat tertentu.
- Sekunder: Defisiensi ACTH dari kelenjar hipofisis (misalnya, tumor hipofisis, penghentian mendadak terapi glukokortikoid jangka panjang).
Manifestasi Klinis
- Primer: Kelemahan, penurunan berat badan, anoreksia, mual/muntah, hipotensi ortostatik, hiperpigmentasi kulit dan mukosa (khas!), hiponatremia, hiperkalemia, hipoglikemia, craving for salt.
- Sekunder: Mirip primer, namun tanpa hiperpigmentasi (karena ACTH rendah) dan elektrolit biasanya normal atau hiponatremia ringan.
Penegakan Diagnosis
- Tes stimulasi ACTH (Synacthen test): Merupakan gold standard. Pengukuran kadar kortisol plasma sebelum dan 30/60 menit setelah injeksi ACTH sintetik. Pada insufisiensi adrenal, respons kortisol tidak adekuat.
- Kadar kortisol pagi hari rendah.
- ACTH plasma tinggi pada insufisiensi primer, dan rendah pada sekunder.
- Pemeriksaan elektrolit, gula darah, dan rennin-aldosteron.
Tatalaksana
- Penggantian hormon seumur hidup: Glukokortikoid (hidrokortison atau prednison) dan mineralokortikoid (fludrokortison, hanya untuk insufisiensi primer).
- Edukasi pasien tentang 'stress dosing' (peningkatan dosis saat sakit atau stres).
Krisis Adrenal
Definisi: Kegawatdaruratan medis akibat insufisiensi adrenal akut yang parah.
- Pencetus: Infeksi, trauma, pembedahan, penghentian steroid mendadak.
- Gejala: Syok, hipotensi berat, mual/muntah hebat, nyeri abdomen, hipoglikemia, demam, penurunan kesadaran.
- Tatalaksana: Segera berikan hidrokortison IV dosis tinggi, resusitasi cairan agresif (NaCl 0.9%), koreksi hipoglikemia (dekstrosa IV).