Gangguan Depresi Mayor (MDD) adalah gangguan mood yang ditandai oleh adanya episode depresi mayor tunggal atau berulang. Episode depresi mayor didefinisikan sebagai periode setidaknya dua minggu di mana terdapat perubahan dari fungsi sebelumnya, dengan mood depresi atau kehilangan minat/kesenangan (anhedonia) hampir setiap hari, disertai setidaknya empat gejala tambahan.
Kondisi ini menyebabkan penderitaan yang signifikan secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau area penting lainnya.
Etiologi MDD bersifat multifaktorial, melibatkan interaksi kompleks antara faktor biologis, genetik, psikologis, dan lingkungan.
Meskipun belum sepenuhnya dipahami, patofisiologi MDD melibatkan beberapa mekanisme:
Gejala depresi mayor harus ada hampir setiap hari selama minimal 2 minggu. Setidaknya 5 dari 9 gejala berikut harus ada, dan salah satunya harus berupa mood depresi atau anhedonia:
Gejala-gejala ini harus menyebabkan penderitaan yang signifikan secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau area penting lainnya.
Diagnosis MDD ditegakkan berdasarkan kriteria diagnostik DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition) atau PPDGJ-III (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III).
Kriteria utama meliputi:
Penting untuk melakukan anamnesis lengkap, pemeriksaan status mental, dan menyingkirkan penyebab organik.
Beberapa kondisi dapat menyerupai MDD dan perlu dibedakan:
| Kondisi | Perbedaan Kunci dari MDD |
| Gangguan Bipolar | Memiliki riwayat episode manik atau hipomanik. Penting untuk skrining riwayat episode mood elevasi. |
| Gangguan Distimik (Persistent Depressive Disorder) | Mood depresi yang lebih ringan namun kronis (minimal 2 tahun), dengan gejala yang tidak mencapai kriteria episode depresi mayor. |
| Gangguan Penyesuaian dengan Mood Depresi | Reaksi terhadap stresor yang teridentifikasi, gejala tidak melebihi 6 bulan setelah stresor atau konsekuensinya berhenti. |
| Depresi Akibat Kondisi Medis Umum | Depresi yang merupakan konsekuensi langsung fisiologis dari kondisi medis lain (misalnya, hipotiroidisme, penyakit Parkinson, stroke). |
| Depresi Akibat Zat/Obat | Depresi yang timbul akibat intoksikasi atau putus zat, atau efek samping obat-obatan tertentu. |
| Kesedihan Normal (Grief) | Reaksi normal terhadap kehilangan, biasanya berangsur membaik seiring waktu. Fokus pada kehilangan, tidak ada rasa tidak berharga global. |
Tatalaksana MDD seringkali melibatkan kombinasi farmakoterapi dan psikoterapi, disesuaikan dengan tingkat keparahan dan preferensi pasien.
Antidepresan adalah lini pertama untuk depresi sedang hingga berat. Pemilihan didasarkan pada profil efek samping, komorbiditas, dan riwayat respons pasien.
Prinsip umum:
MDD adalah kondisi yang dapat diobati, dengan sekitar 70-80% pasien merespons pengobatan. Namun, MDD memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi; sekitar 50% pasien akan mengalami episode kedua, dan 70% akan mengalami episode ketiga.
Faktor prognosis yang buruk meliputi onset usia muda, depresi berat dengan fitur psikotik, komorbiditas gangguan jiwa lain, dan riwayat keluarga depresi.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi