Tubuh memiliki sistem buffer yang bekerja cepat untuk menstabilkan pH dengan mengikat atau melepaskan ion H+.
Selain sistem buffer, paru-paru dan ginjal adalah organ utama yang mengatur keseimbangan asam basa jangka panjang.
Langkah sistematis ini krusial untuk diagnosis gangguan asam basa. Ingat, selalu mulai dari pH!
Empat gangguan asam basa primer yang perlu Anda kuasai:
| Gangguan | pH | PaCO2 | HCO3- | Kompensasi |
| Asidosis Metabolik | < 7,35 | Normal/Turun | < 22 | PaCO2 turun |
| Alkalosis Metabolik | > 7,45 | Normal/Naik | > 26 | PaCO2 naik |
| Asidosis Respiratorik | < 7,35 | > 45 | Normal/Naik | HCO3- naik |
| Alkalosis Respiratorik | > 7,45 | < 35 | Normal/Turun | HCO3- turun |
Terjadi akibat akumulasi asam non-volatil atau kehilangan bikarbonat.
Etiologi (berdasarkan Anion Gap):
Tatalaksana Prinsip: Atasi penyebab dasar. Pemberian bikarbonat IV jika pH sangat rendah (< 7,1) atau ada tanda disfungsi organ. Hati-hati dengan overkoreksi.
Terjadi akibat kehilangan asam atau retensi bikarbonat.
Etiologi:
Tatalaksana Prinsip: Atasi penyebab dasar. Rehidrasi dengan saline normal (untuk chloride-responsive). Koreksi hipokalemia. Inhibitor karbonat anhidrase (mis. asetazolamid) bisa dipertimbangkan pada kasus tertentu.
Terjadi akibat hipoventilasi, menyebabkan retensi CO2 dan peningkatan PaCO2.
Etiologi:
Tatalaksana Prinsip: Tingkatkan ventilasi (mis. intubasi dan ventilasi mekanik jika berat). Atasi penyebab dasar.
Terjadi akibat hiperventilasi, menyebabkan penurunan PaCO2.
Etiologi:
Tatalaksana Prinsip: Atasi penyebab dasar. Rebreathing CO2 (kantong kertas) untuk kasus ringan akibat cemas. Kurangi stimulasi pernapasan.
Gangguan asam basa yang tidak terkoreksi dapat menyebabkan komplikasi serius pada berbagai sistem organ.
Pencegahan gangguan asam basa sangat bergantung pada penanganan penyakit primer yang mendasarinya.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi