Pada anak berusia kurang dari 5 tahun, penyebab utama PGK adalah kelainan kongenital, termasuk:
Hipoplasia ginjal (kurangnya pengembangan jaringan ginjal)
Displasia ginjal (pengembangan ginjal yang abnormal)
Uropati obstruktif (penyumbatan pada saluran kemih)
Pada populasi anak yang telah memerlukan dialisis, penyebab paling umum adalah:
Hipertensi (tekanan darah tinggi)
Nefropati diabetik (kerusakan ginjal akibat diabetes)
Glomerulopati (penyakit primer glomerulus)
Peningkatan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor:
Peningkatan deteksi dan diagnosis PGK
Peningkatan faktual dari insiden PGK
Perubahan dalam akses terhadap layanan kesehatan dialisis
Peningkatan penyakit-penyakit yang menyebabkan PGK (seperti diabetes dan hipertensi)
Beban finansial dari PGK sangat berat bagi sistem kesehatan Indonesia. Data BPJS Kesehatan menunjukkan:
Tahun 2019: 1,93 juta kasus gagal ginjal dengan biaya 2,79 triliun rupiah
Tahun 2020: 1,79 juta kasus dengan biaya 2,24 triliun rupiah
Perjalanan penyakit ginjal kronik tidak selalu sama pada setiap individu. Progresivitas (kecepatan penurunan fungsi ginjal) Penyakit Ginjal Kronik bervariasi tergantung pada berbagai faktor, diantaranya:
Penyakit dasar: Jenis penyakit yang menyebabkan kerusakan ginjal awal (misalnya diabetes vs glomerulonefritis) mempengaruhi laju progresivitas
Komorbiditas: Penyakit penyerta seperti hipertensi atau diabetes yang tidak terkontrol mempercepat progresivitas
Pengobatan: Kepatuhan dan efektivitas terapi mempengaruhi perlambatan penurunan fungsi ginjal
Status sosial-ekonomi: Akses ke layanan kesehatan, nutrisi, dan perawatan yang lebih baik umumnya berhubungan dengan prognosis yang lebih baik
Faktor genetik dan etnis: Beberapa kelompok etnis memiliki risiko lebih tinggi atau laju progresivitas yang lebih cepat