Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang atau tulang rawan, yang dapat disebabkan oleh trauma langsung, trauma tidak langsung, atau kondisi patologis yang melemahkan tulang.
Kondisi ini dapat bermanifestasi dari retakan kecil hingga patahan tulang yang parah dengan kerusakan jaringan lunak di sekitarnya.
Fraktur dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria penting:
Klasifikasi ini sangat penting untuk menentukan tatalaksana dan prognosis fraktur terbuka:
| Tipe | Karakteristik | Tatalaksana Umum |
|---|---|---|
| I | Luka <1 cm, bersih, kerusakan jaringan lunak minimal, fraktur sederhana. | Debridement, irigasi, antibiotik profilaksis. |
| II | Luka >1 cm, kerusakan jaringan lunak sedang, fraktur sedang, tanpa avulsi kulit. | Debridement, irigasi, antibiotik profilaksis, stabilisasi. |
| IIIA | Luka besar, kerusakan jaringan lunak parah, kontaminasi tinggi, fraktur kominutif berat, namun masih ada penutup jaringan lunak yang adekuat. | Debridement berulang, irigasi, antibiotik spektrum luas, fiksasi internal/eksternal, penutupan luka primer/sekunder. |
| IIIB | Kerusakan jaringan lunak ekstensif dengan kehilangan penutup jaringan lunak, periosteal stripping, kontaminasi berat. Memerlukan flap atau cangkok kulit untuk penutupan. | Sama dengan IIIA, ditambah rekonstruksi jaringan lunak (flap/graft). |
| IIIC | Fraktur terbuka dengan cedera arteri mayor yang memerlukan perbaikan. | Sama dengan IIIB, ditambah reparasi vaskular. |
Komplikasi fraktur dapat dibagi menjadi komplikasi dini (terjadi segera atau dalam beberapa hari/minggu) dan komplikasi lanjut (terjadi setelah beberapa minggu, bulan, atau tahun).

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi