Fraktur: Klasifikasi dan Komplikasi

Fraktur bukan sekadar patah tulang biasa, loh! Memahami berbagai klasifikasi fraktur adalah fondasi utama untuk menentukan strategi tatalaksana yang tepat. Lebih dari itu, mengidentifikasi dan mengantisipasi komplikasi, baik dini maupun lanjut, adalah skill vital yang wajib dikuasai setiap calon dokter. Yuk, kuasai materi krusial ini agar siap menghadapi UKMPPD dan praktik klinis!

Definisi Fraktur

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang atau tulang rawan, yang dapat disebabkan oleh trauma langsung, trauma tidak langsung, atau kondisi patologis yang melemahkan tulang.

Kondisi ini dapat bermanifestasi dari retakan kecil hingga patahan tulang yang parah dengan kerusakan jaringan lunak di sekitarnya.

Klasifikasi Fraktur

Fraktur dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria penting:

  • Berdasarkan Integritas Kulit:
    • Fraktur Tertutup (Simple Fracture): Kulit di atas area fraktur masih utuh, tidak ada hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar.
    • Fraktur Terbuka (Compound Fracture): Terdapat diskontinuitas kulit dan jaringan lunak, sehingga fragmen tulang terpapar ke lingkungan luar. Ini berisiko tinggi infeksi.
  • Berdasarkan Konfigurasi Garis Fraktur:
    • Transversal: Garis fraktur tegak lurus terhadap sumbu panjang tulang.
    • Oblik: Garis fraktur membentuk sudut terhadap sumbu panjang tulang.
    • Spiral: Garis fraktur melingkar mengelilingi tulang, sering akibat gaya torsi.
    • Kominutif: Tulang patah menjadi tiga fragmen atau lebih.
    • Avulsi: Fragmen tulang tertarik lepas oleh tarikan ligamen atau tendon.
    • Greenstick: Patahan inkomplet pada satu sisi korteks tulang, sering pada anak-anak.
    • Impaksi: Dua fragmen tulang saling terdesak atau tertekan.
  • Berdasarkan Hubungan Antar Fragmen:
    • Undisplaced: Fragmen tulang masih pada posisi anatomisnya.
    • Displaced: Fragmen tulang mengalami pergeseran, yang dapat berupa:
      • Angulasi: Pergeseran sudut.
      • Rotasi: Pergeseran rotasional.
      • Translasi/Side-to-side: Pergeseran lateral.
      • Distraksi: Fragmen tulang menjauh satu sama lain.
      • Impaksi: Fragmen tulang saling menekan.
  • Berdasarkan Lokasi:
    • Diafisis: Pada batang tulang.
    • Metafisis: Pada area antara diafisis dan epifisis.
    • Epifisis: Pada ujung tulang yang membentuk sendi.
    • Intra-artikular: Melibatkan permukaan sendi.
  • Berdasarkan Penyebab:
    • Traumatik: Akibat trauma langsung atau tidak langsung.
    • Patologis: Terjadi pada tulang yang sudah lemah akibat penyakit (misal: osteoporosis, tumor, infeksi).
    • Stres: Akibat stres berulang atau beban berlebihan pada tulang normal (sering pada atlet).

Klasifikasi Fraktur Terbuka Gustilo-Anderson

Klasifikasi ini sangat penting untuk menentukan tatalaksana dan prognosis fraktur terbuka:

TipeKarakteristikTatalaksana Umum
ILuka <1 cm, bersih, kerusakan jaringan lunak minimal, fraktur sederhana.Debridement, irigasi, antibiotik profilaksis.
IILuka >1 cm, kerusakan jaringan lunak sedang, fraktur sedang, tanpa avulsi kulit.Debridement, irigasi, antibiotik profilaksis, stabilisasi.
IIIALuka besar, kerusakan jaringan lunak parah, kontaminasi tinggi, fraktur kominutif berat, namun masih ada penutup jaringan lunak yang adekuat.Debridement berulang, irigasi, antibiotik spektrum luas, fiksasi internal/eksternal, penutupan luka primer/sekunder.
IIIBKerusakan jaringan lunak ekstensif dengan kehilangan penutup jaringan lunak, periosteal stripping, kontaminasi berat. Memerlukan flap atau cangkok kulit untuk penutupan.Sama dengan IIIA, ditambah rekonstruksi jaringan lunak (flap/graft).
IIICFraktur terbuka dengan cedera arteri mayor yang memerlukan perbaikan.Sama dengan IIIB, ditambah reparasi vaskular.

Komplikasi Fraktur

Komplikasi fraktur dapat dibagi menjadi komplikasi dini (terjadi segera atau dalam beberapa hari/minggu) dan komplikasi lanjut (terjadi setelah beberapa minggu, bulan, atau tahun).

Komplikasi Dini

  • Syok: Dapat berupa syok hipovolemik (akibat perdarahan hebat, terutama pada fraktur pelvis atau femur) atau syok neurogenik (akibat nyeri hebat).
  • Kerusakan Jaringan Lunak:
    • Pembuluh Darah: Cedera arteri atau vena dapat menyebabkan iskemia atau perdarahan.
    • Saraf: Trauma langsung atau kompresi saraf dapat menyebabkan paresis atau paralisis.
    • Otot/Tendon: Robekan atau kontusio otot/tendon.
  • Sindrom Kompartemen: Peningkatan tekanan dalam kompartemen otot tertutup, mengganggu perfusi jaringan. Jika tidak ditangani segera (fasciotomi), dapat menyebabkan nekrosis otot dan saraf ireversibel.
  • Emboli Lemak: Pelepasan globul lemak dari sumsum tulang ke sirkulasi, sering pada fraktur tulang panjang, dapat menyebabkan sindrom emboli lemak (gangguan pernapasan, neurologis, ruam petekie).
  • Infeksi: Terutama pada fraktur terbuka, dapat berkembang menjadi osteomielitis.
  • Tetanus: Risiko pada fraktur terbuka yang terkontaminasi.

Komplikasi Lanjut

  • Malunion: Fraktur menyatu dalam posisi yang tidak anatomis (misalnya angulasi, rotasi, atau pemendekan), menyebabkan deformitas atau disfungsi.
  • Delayed Union: Fraktur menyatu lebih lambat dari waktu yang diharapkan, tetapi pada akhirnya akan menyatu.
  • Nonunion: Fraktur gagal menyatu sepenuhnya, membentuk pseudoartrosis (sendi palsu) atau celah fibrosa.
  • Osteomielitis Kronis: Infeksi tulang yang persisten, sering akibat fraktur terbuka yang tidak tertangani adekuat.
  • Nekrosis Avaskular (AVN) / Osteonekrosis: Kematian jaringan tulang akibat gangguan suplai darah, sering terjadi pada fraktur leher femur, skafoid, atau talus.
  • Kekakuan Sendi: Pembatasan gerak sendi akibat imobilisasi lama, perlengketan, atau kerusakan kartilago.
  • Kontraktur Volkmann: Kontraktur iskemik pada otot fleksor lengan bawah, akibat sindrom kompartemen yang tidak diobati.
  • Reflex Sympathetic Dystrophy (RSD) / Complex Regional Pain Syndrome (CRPS): Sindrom nyeri kronis yang melibatkan disfungsi sistem saraf simpatis.
  • Osteoarthritis Pasca-Trauma: Kerusakan kartilago sendi yang berkembang bertahun-tahun setelah fraktur intra-artikular.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds