
Fistula preaurikular merupakan kelainan kongenital telinga luar berupa saluran epitel kecil yang bermuara di depan daun telinga. Saluran ini terbentuk akibat kegagalan fusi tonjolan branchial pertama selama perkembangan embriologis.
Kelainan ini umumnya asimtomatik namun berpotensi mengalami infeksi berulang jika muara tersumbat debris kulit atau sekresi kelenjar sebaceous.
Fistula preaurikular merupakan anomali kongenital yang berkembang akibat kelainan morfogenesis telinga luar selama trimester pertama kehamilan. Secara patofisiologis, lesi ini sering kali asimtomatik hingga terjadi komplikasi infeksi yang menyebabkan peradangan lokal berulang dan pembentukan abses kronis.
Fistula preaurikular merupakan kelainan kongenital yang terbentuk akibat kegagalan fusi tonjolan branchial pertama pada masa embrional. Saluran epitel ini bermuara di depan daun telinga dan sering kali berproyeksi ke arah tulang rawan atau kanal auditorius eksternus.
Patogenesis utamanya didorong oleh akumulasi sekret kelenjar sebaceous dan deskuamasi keratin di dalam lumen fistula yang sempit. Kondisi ini memicu obstruksi mekanis, peningkatan tekanan intraluminal, serta kolonisasi bakteri flora normal kulit yang berujung pada infeksi sekunder berulang.

Fistula preaurikular merupakan anomali kongenital yang umumnya asimtomatik dan sering ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan fisik telinga luar. Kelainan ini berupa saluran sempit yang bermuara di depan daun telinga, biasanya dekat pangkal heliks.
Walaupun sebagian besar penderita tidak mengeluhkan gejala, manifestasi klinis akan muncul ketika terjadi infeksi sekunder atau penyumbatan sekret kelenjar sebasea di dalam lumen fistula.
Diagnosis fistula preaurikular terutama ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik klinis. Keluhan khas meliputi adanya lubang kecil di daerah tragus atau konka telinga luar yang sering mengeluarkan sekret berbau atau mengalami infeksi berulang. Riwayat keluarga positif juga menjadi faktor pendukung penting mengingat sifat bawaan kondisi ini.
Pemeriksaan penunjang umumnya tidak diperlukan pada kasus tanpa komplikasi berat. Namun, evaluasi lebih lanjut dapat dilakukan jika terdapat kecurigaan perluasan jaringan atau infeksi dalam. Dokter akan menilai kedalaman sinus serta hubungan anatomisnya terhadap struktur wajah dan tulang temporal.
Penatalaksanaan fistula preaurikular ditentukan berdasarkan status klinis pasien, yaitu apakah lesi masih asimtomatik atau telah mengalami infeksi berulang. Pada kasus tanpa gejala, pendekatan konservatif dengan observasi rutin menjadi pilihan utama karena risiko komplikasi masih rendah.
Saat terjadi infeksi akut atau pembentukan abses, penatalaksanaan harus segera dilakukan untuk mengendalikan peradangan sebelum tindakan definitif dapat dilaksanakan. Prinsip dasar terapi meliputi kontrol infeksi sistemik maupun lokal serta persiapan prosedur bedah yang tepat waktu.
Fistula preaurikular merupakan anomali kongenital yang umumnya diam namun rentan terhadap infeksi berulang pada traktus epitelnya. Mekanisme komplikasi bermula dari obstruksi ostium fistula yang menyebabkan akumulasi sekret dan proliferasi bakteri flora kulit. Tanpa intervensi definitif, proses inflamasi dapat progresif dan merusak struktur anatomi periaurikular secara permanen.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi