Fisiologi Sistem Reproduksi

Materi Fisiologi Sistem Reproduksi ini membahas proses vital pembentukan sel kelamin melalui oogenesis dan spermatogenesis. Dijelaskan pula siklus menstruasi pada perempuan, mencakup mekanisme ovulasi pada hari ke-14, durasi, serta regulasi hormon FSH, LH, estrogen, dan progesteron yang memengaruhi kesiapan kehamilan. Pemahaman tentang proses-proses ini esensial untuk mahasiswa kedokteran gigi.

Oogenesis

  • Oogenesis adalah proses pembentukan ovum (sel telur) sebagai sel terbesar dalam tubuh manusia
  • Mekanismenya adalah sebagai berikut:

 

  • Hormon-hormon yang mempengaruhi proses oogenesis:

Menstruasi

  • Sistem reproduksi perempuan menunjukkan perubahan siklik yang teratur yang berfungsi sebagai persiapan periodik untuk kehamilan dan pembuahan yang disebut siklus menstruasi.
  • Siklus menstruasi ini memiliki rata-rata panjang sekitar 28 hari
  • Durasi pendarahan pada siklus menstruasi umumnya 3-8 hari dengan jumlah darah hingga 80 mL
  • Siklus menstruasi dimulai saat pubertas, biasanya pada usia 10 hingga 16 tahun, dan berakhir saat menopause, rata-rata pada usia 51 tahun.
  • Regulasi hormon:

Keterangan:

  • Aktivasi Ovarium: GnRH mengaktifkan kelenjar pituitari anterior, yang kemudian merangsang pelepasan hormon folikel-stimulasi (FSH) dan hormon luteinizing (LH).
  • LH merangsang sel folikel untuk menghasilkan progesteron dan androstenedione yang kemudian diubah menjadi testosteron dan 17-beta-estradiol di bawah pengaruh FSH.
  • Umpan balik: Tingkat 17-beta-estradiol (estrogen) dan progesteron yang diproduksi memberikan umpan balik negatif ke kelenjar pituitari anterior untuk mengurangi produksi FSH dan LH.
  • Ovulasi: 17-beta-estradiol memberikan umpan balik positif ke kelenjar pituitari anterior, meningkatkan produksi FSH dan LH.
  • Mekanisme terjadinya menstruasi:

 

Spermatogenesis

Spermatogenesis merupakan proses dimana testis (tubulus seminiferus) memproduksi sel sperma (Spermatozoa)

  1. Kaput epididimis
  2. Tubulus seminiferus
  3. Arteri testikularis
  4. Vas deferens
  5. Duktuli eferentes
  6. Korpus epididimis
  7. Rete testis
  8. Kauda epididimis

 

  • Spermatogenesis memungkinkan terjadinya transformasi sel-sel germinal diploid (spermatogonia) menjadi sel sperma matang, haploid, yang mampu membuahi sel telur.
  • Masa terjadinya dimulai ketika fungsi seksual individu aktif akibat stimulasi oleh hormon gonadotropik hipofisis anterior (rata-rata pada umur 13 tahun) dan terus berlanjut hampir di seluruh sisa kehidupan.
  • Proses spermatogenesis:

  • Faktor-faktor hormonal yang merangsang spermatogenesis:

 

 

Ovulasi

  • Ovulasi pada perempuan dengan siklus menstruasi normal 28 hari terjadi pada hari ke-14 setelah menstruasi dimulai.
  • Pada pra ovulasi, terjadi peningkatan dua hormon utama:
    1. Luteinizing hormone (LH) → diperlukan untuk pertumbuhan akhir folikel dan ovulasi. 
    2. FSH (Follicle Stimulating Hormone) → bekerja bersama dengan LH untuk merangsang pertumbuhan folikel.
  • Mekanisme:

Concept Pages

Berlangganan untuk Melanjutkan Membaca

Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds