Feokromositoma adalah tumor neuroendokrin langka yang berasal dari sel kromafin medula adrenal, menghasilkan dan melepaskan katekolamin (epinefrin, norepinefrin, dopamin) secara berlebihan.
Sebagian kecil (sekitar 10%) dapat bersifat ekstra-adrenal, disebut paraganglioma, yang berasal dari ganglia simpatis atau parasimpatis.
Sebagian besar feokromositoma bersifat sporadik, namun sekitar 30-40% terkait dengan sindrom genetik.
Patofisiologi melibatkan produksi berlebihan katekolamin yang menyebabkan stimulasi reseptor adrenergik alfa dan beta di seluruh tubuh, mengakibatkan berbagai gejala, terutama hipertensi.
Gejala sangat bervariasi dan sering disebut "great masquerader". Trias klasik yang paling sering dicari adalah:
Gejala lain yang dapat menyertai:
Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan biokimia dan pencitraan.
1. Pemeriksaan Biokimia:Pengukuran metabolit katekolamin adalah lini pertama.
Setelah diagnosis biokimia terkonfirmasi, lokalisasi tumor dilakukan.
Direkomendasikan pada semua pasien feokromositoma atau paraganglioma, terutama jika ada riwayat keluarga, usia muda, atau tumor multipel/bilateral.
Penting untuk membedakan feokromositoma dari kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala serupa.
| Kondisi | Poin Pembeda |
| Hipertensi esensial | Biasanya tidak paroksismal, tidak disertai trias klasik. |
| Gangguan cemas/serangan panik | Tidak ada peningkatan katekolamin/metanefrin, respons terhadap anxiolitik. |
| Hipertiroidisme | Gejala tirotoksikosis (goiter, tremor halus, intoleransi panas), pemeriksaan TSH/fT4 abnormal. |
| Sindrom karsinoid | Flushing, diare, bronkospasme, peningkatan 5-HIAA urin. |
| Penggunaan obat simpatomimetik | Riwayat penggunaan obat (misalnya dekongestan, kokain). |
| Withdrawal obat (misalnya klonidin) | Riwayat penghentian obat antihipertensi tertentu. |
Tatalaksana definitif adalah reseksi bedah tumor setelah persiapan medis yang adekuat.
1. Persiapan Pra-Bedah (Sangat Penting!):Tujuan: Mengontrol hipertensi dan mencegah krisis katekolamin selama operasi.
Dilakukan secara laparoskopik untuk tumor adrenal (<6 cm) atau secara terbuka untuk tumor besar/maligna/ekstra-adrenal.
Selama operasi, monitor ketat tekanan darah dan detak jantung sangat penting. Obat-obatan seperti nitroprusside, fenoldopam, atau phentolamine harus tersedia untuk mengelola krisis hipertensi intraoperatif.
3. Tatalaksana Medis (Jika Operasi Tidak Memungkinkan atau Metastasik):Penggunaan alfa-bloker jangka panjang, kemoterapi, radioterapi, atau terapi dengan MIBG radioaktif.
Prognosis umumnya sangat baik setelah reseksi tumor yang berhasil, dengan sebagian besar pasien mengalami resolusi hipertensi atau perbaikan signifikan.
Angka rekurensi sekitar 10% pada feokromositoma sporadik dan lebih tinggi pada feokromositoma herediter atau multipel.
Feokromositoma maligna (sekitar 10-15%) memiliki prognosis yang lebih buruk, dengan metastasis ke tulang, paru, hati, atau kelenjar getah bening.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi