Feokromositoma

Feokromositoma: tumor 'biang kerok' di kelenjar adrenal yang membanjiri tubuh dengan hormon stres katekolamin. Akibatnya? Hipertensi paroksismal yang bikin pusing tujuh keliling dan bisa mengancam nyawa! Sering disebut 'great masquerader' karena gejalanya mirip banyak penyakit lain. Yuk, kuasai diagnosis dan tatalaksananya agar tidak terkecoh, apalagi ini sering keluar di UKMPPD, loh!

Definisi

Feokromositoma adalah tumor neuroendokrin langka yang berasal dari sel kromafin medula adrenal, menghasilkan dan melepaskan katekolamin (epinefrin, norepinefrin, dopamin) secara berlebihan.

Sebagian kecil (sekitar 10%) dapat bersifat ekstra-adrenal, disebut paraganglioma, yang berasal dari ganglia simpatis atau parasimpatis.

Etiologi & Patofisiologi

Sebagian besar feokromositoma bersifat sporadik, namun sekitar 30-40% terkait dengan sindrom genetik.

  • Sindrom Genetik Terkait:
    • MEN 2A & 2B (Multiple Endocrine Neoplasia tipe 2A & 2B): Paling sering, terkait mutasi gen RET.
    • Von Hippel-Lindau (VHL) disease: Terkait mutasi gen VHL.
    • Neurofibromatosis tipe 1 (NF1): Terkait mutasi gen NF1.
    • Succinate Dehydrogenase (SDH) gene mutations (SDHA, SDHB, SDHC, SDHD, SDHAF2): Sering menyebabkan paraganglioma multipel atau rekuren.

Patofisiologi melibatkan produksi berlebihan katekolamin yang menyebabkan stimulasi reseptor adrenergik alfa dan beta di seluruh tubuh, mengakibatkan berbagai gejala, terutama hipertensi.

Manifestasi Klinis

Gejala sangat bervariasi dan sering disebut "great masquerader". Trias klasik yang paling sering dicari adalah:

  1. Sakit kepala (paroxysmal)
  2. Palpitasi (takikardia, aritmia)
  3. Keringat berlebihan (profuse sweating)

Gejala lain yang dapat menyertai:

  • Hipertensi (paroksismal atau persisten, sering berat dan sulit dikontrol)
  • Kecemasan, rasa takut, panik
  • Nyeri dada atau perut
  • Mual, muntah
  • Pucat
  • Tremor
  • Penurunan berat badan
  • Intoleransi glukosa (akibat efek katekolamin pada metabolisme glukosa)

Penegakan Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan biokimia dan pencitraan.

1. Pemeriksaan Biokimia:

Pengukuran metabolit katekolamin adalah lini pertama.

  • Metanefrin dan Normetanefrin plasma bebas atau metanefrin dan normetanefrin urin 24 jam: Ini adalah tes skrining paling sensitif dan spesifik. Metanefrin adalah metabolit epinefrin, dan normetanefrin adalah metabolit norepinefrin.
  • Katekolamin urin 24 jam (epinefrin, norepinefrin, dopamin) dan asam vanililmandelat (VMA) urin 24 jam juga dapat digunakan, namun kurang sensitif.
2. Pemeriksaan Pencitraan:

Setelah diagnosis biokimia terkonfirmasi, lokalisasi tumor dilakukan.

  • CT scan abdomen atau MRI abdomen: Untuk melihat massa di kelenjar adrenal. MRI lebih disukai pada wanita hamil atau anak-anak untuk menghindari radiasi.
  • Scintigrafi MIBG (Metaiodobenzylguanidine): Digunakan untuk melokalisasi tumor ekstra-adrenal (paraganglioma), tumor multipel, atau metastasis, terutama jika CT/MRI negatif atau ada kecurigaan tinggi.
  • PET scan dengan 18F-FDOPA atau 68Ga-DOTATATE: Alternatif untuk MIBG, terutama pada kasus paraganglioma atau feokromositoma yang tidak menyerap MIBG.
3. Tes Genetik:

Direkomendasikan pada semua pasien feokromositoma atau paraganglioma, terutama jika ada riwayat keluarga, usia muda, atau tumor multipel/bilateral.

Diagnosis Banding

Penting untuk membedakan feokromositoma dari kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala serupa.

KondisiPoin Pembeda
Hipertensi esensialBiasanya tidak paroksismal, tidak disertai trias klasik.
Gangguan cemas/serangan panikTidak ada peningkatan katekolamin/metanefrin, respons terhadap anxiolitik.
HipertiroidismeGejala tirotoksikosis (goiter, tremor halus, intoleransi panas), pemeriksaan TSH/fT4 abnormal.
Sindrom karsinoidFlushing, diare, bronkospasme, peningkatan 5-HIAA urin.
Penggunaan obat simpatomimetikRiwayat penggunaan obat (misalnya dekongestan, kokain).
Withdrawal obat (misalnya klonidin)Riwayat penghentian obat antihipertensi tertentu.

Tatalaksana

Tatalaksana definitif adalah reseksi bedah tumor setelah persiapan medis yang adekuat.

1. Persiapan Pra-Bedah (Sangat Penting!):

Tujuan: Mengontrol hipertensi dan mencegah krisis katekolamin selama operasi.

  • Alfa-bloker: Obat lini pertama untuk persiapan. Dimulai 7-14 hari sebelum operasi. Contoh: Fenoksibenzamin (non-selektif, kerja panjang) atau Prazosin/Doksazosin/Terazosin (selektif alfa-1).
  • Beta-bloker: Diberikan HANYA setelah blokade alfa adekuat (setelah 3-5 hari terapi alfa-bloker) untuk mengontrol takikardia atau aritmia. Pemberian beta-bloker tanpa blokade alfa dapat menyebabkan vasokonstriksi perifer yang tidak dilawan (unapposed alpha-constriction) dan krisis hipertensi. Contoh: Propranolol, Atenolol.
  • Diet tinggi natrium dan cairan: Untuk mengembalikan volume intravaskular yang kronis terdepresi akibat vasokonstriksi katekolamin. Dimulai beberapa hari sebelum operasi.
2. Reseksi Bedah:

Dilakukan secara laparoskopik untuk tumor adrenal (<6 cm) atau secara terbuka untuk tumor besar/maligna/ekstra-adrenal.

Selama operasi, monitor ketat tekanan darah dan detak jantung sangat penting. Obat-obatan seperti nitroprusside, fenoldopam, atau phentolamine harus tersedia untuk mengelola krisis hipertensi intraoperatif.

3. Tatalaksana Medis (Jika Operasi Tidak Memungkinkan atau Metastasik):

Penggunaan alfa-bloker jangka panjang, kemoterapi, radioterapi, atau terapi dengan MIBG radioaktif.

Komplikasi

  • Krisis hipertensi: Dapat menyebabkan stroke, infark miokard, gagal jantung, diseksi aorta.
  • Kardiomiopati katekolamin: Akibat paparan katekolamin kronis.
  • Aritmia jantung
  • Gagal ginjal akut
  • Kematian mendadak

Prognosis

Prognosis umumnya sangat baik setelah reseksi tumor yang berhasil, dengan sebagian besar pasien mengalami resolusi hipertensi atau perbaikan signifikan.

Angka rekurensi sekitar 10% pada feokromositoma sporadik dan lebih tinggi pada feokromositoma herediter atau multipel.

Feokromositoma maligna (sekitar 10-15%) memiliki prognosis yang lebih buruk, dengan metastasis ke tulang, paru, hati, atau kelenjar getah bening.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds