Fenomena Raynaud adalah kondisi vasospasme berlebihan dan episodik pada arteri dan arteriol perifer, paling sering terjadi pada jari tangan dan kaki, sebagai respons terhadap paparan dingin atau stres emosional.
Kondisi ini menyebabkan perubahan warna kulit yang khas (pucat, sianosis, eritema) dan sering disertai sensasi nyeri atau parestesia.
Fenomena Raynaud diklasifikasikan menjadi dua jenis utama:
| Kriteria | Raynaud Primer (Penyakit Raynaud) | Raynaud Sekunder (Sindrom Raynaud) |
| Prevalensi | Lebih sering, 80-90% kasus Raynaud. | Lebih jarang, sekitar 10-20% kasus. |
| Usia Onset | Biasanya sebelum usia 30 tahun. | Onset lebih tua, sering di atas 30 tahun. |
| Penyebab | Idiopatik, tidak ada penyakit dasar yang mendasari. | Terkait dengan penyakit atau kondisi medis lain. |
| Keparahan | Biasanya lebih ringan, jarang menyebabkan kerusakan jaringan. | Lebih berat, berisiko tinggi menyebabkan ulserasi, gangren, atau iskemia digital. |
| Pemeriksaan Penunjang | Normal (misal: kapilaroskopi lipat kuku normal, ANA negatif). | Abnormal (misal: kapilaroskopi abnormal, ANA positif, ESR/CRP meningkat). |
| Penyakit Terkait | Tidak ada. |
|
Mekanisme utama adalah vasospasme arteriolar yang berlebihan sebagai respons terhadap stimulus dingin atau emosional.
Pada Raynaud Primer, diduga ada disfungsi pada regulasi vaskular lokal (misalnya peningkatan aktivitas simpatis, peningkatan respons reseptor alfa-2 adrenergik, atau disfungsi endotel).
Pada Raynaud Sekunder, vasospasme diperparah oleh kerusakan struktural pembuluh darah kecil (misal: fibrosis intima pada skleroderma) atau adanya faktor humoral (misal: autoantibodi, krioglobulin) yang menyebabkan oklusi atau disfungsi endotel.
Gejala khas adalah perubahan warna triphasic (tiga fase) pada jari tangan atau kaki, meskipun tidak semua pasien mengalami ketiga fase:
Serangan biasanya berlangsung beberapa menit hingga satu jam.
Area yang paling sering terkena adalah jari tangan, diikuti oleh jari kaki. Jarang melibatkan hidung, telinga, atau lidah.
Pada Raynaud Sekunder, dapat ditemukan gejala terkait penyakit dasar, serta komplikasi seperti ulserasi digital, pitting scars, atau bahkan gangren pada kasus berat.
Diagnosis didasarkan pada anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Kriteria Diagnosis Raynaud Primer (Kriteria LeRoy dan Medsger):
Pemeriksaan Penunjang (untuk membedakan Primer dan Sekunder):
Tujuan tatalaksana adalah mengurangi frekuensi dan keparahan serangan, serta mencegah kerusakan jaringan.
Tatalaksana Non-Farmakologis (Pencegahan):
Tatalaksana Farmakologis:
Raynaud Primer: Prognosis sangat baik, jarang menyebabkan komplikasi serius. Mayoritas pasien dapat mengelola gejala dengan tindakan non-farmakologis.
Raynaud Sekunder: Prognosis tergantung pada penyakit dasar yang mendasari. Lebih berisiko mengalami komplikasi iskemia digital (ulserasi, gangren) dan memerlukan pemantauan serta tatalaksana yang lebih agresif.
Edukasi Pasien:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi