Epikantus, Telekantus, dan Simblefaron

Seringkali bingung membedakan kelainan palpebra dan konjungtiva yang mirip? Epikantus, telekantus, dan simblefaron adalah kondisi yang sering muncul di UKMPPD dan praktik klinis. Yuk, pahami perbedaan esensial, etiologi, dan penanganannya agar diagnosis dan tatalaksana Anda tepat sasaran!

Definisi dan Gambaran Umum

Tiga kondisi ini melibatkan area sekitar mata, namun memiliki karakteristik dan implikasi klinis yang berbeda. Membedakannya sangat krusial untuk penegakan diagnosis dan tatalaksana yang tepat.

  • Epikantus adalah lipatan kulit yang menutupi kantus medial.
  • Telekantus adalah peningkatan jarak antara kedua kantus medial.
  • Simblefaron adalah perlekatan abnormal antara konjungtiva kelopak mata dan bola mata.

Epikantus

Epikantus adalah lipatan kulit vertikal dari kelopak mata atas atau bawah yang menutupi kantus medial (sudut mata bagian dalam).

Klasifikasi (Tipe)

  • Epikantus palpebralis: Lipatan lebih menonjol dari kelopak mata atas, memanjang ke bawah dan menutupi kantus medial.
  • Epikantus tarsalis: Lipatan lebih menonjol dari kelopak mata bawah, memanjang ke atas dan menutupi kantus medial.
  • Epikantus inversus: Lipatan paling menonjol dari kelopak mata bawah, memanjang ke atas dan lateral, sering terkait dengan sindrom (misal: Blepharophimosis-Ptosis-Epicanthus Inversus Syndrome).
  • Epikantus supraciliaris: Lipatan dimulai dari area alis dan meluas ke kantus medial.

Manifestasi Klinis

  • Memberikan kesan pseudostrabismus (mata juling palsu) karena menutupi sebagian sklera medial, padahal posisi bola mata normal.
  • Sering ditemukan pada individu keturunan Asia, biasanya bilateral dan simetris.
  • Dapat menghilang seiring pertumbuhan wajah dan perkembangan batang hidung.

Tatalaksana

  • Umumnya tidak memerlukan penanganan khusus jika tidak ada gangguan fungsional atau kosmetik signifikan.
  • Bedah (epicanthoplasty) dapat dipertimbangkan untuk alasan kosmetik atau jika menyebabkan masalah penglihatan/lapang pandang.

Telekantus

Telekantus adalah kondisi peningkatan jarak interkantus medial (jarak antara kedua kantus medial) dengan jarak interpupil dan interkantus lateral yang normal. Kondisi ini berbeda dengan hipertelorisme yang melibatkan peningkatan jarak interpupil.

Etiologi

  • Kongenital: Sering terkait dengan sindrom kraniofasial (misal: sindrom Waardenburg, sindrom kraniofasial lainnya).
  • Trauma: Fraktur naso-orbita-etmoid (NOE) yang menyebabkan dislokasi atau kerusakan ligamen kantus medial.
  • Iatrogenik: Komplikasi pasca operasi.

Manifestasi Klinis

  • Jarak antara sudut mata bagian dalam yang lebar.
  • Dapat disertai dengan ptosis, epikantus inversus, atau kelainan kraniofasial lainnya tergantung etiologinya.

Penegakan Diagnosis

Diagnosis ditegakkan melalui pengukuran jarak interkantus medial, interpupil, dan interkantus lateral untuk membedakannya dari kondisi lain seperti hipertelorisme.

Tatalaksana

  • Koreksi bedah (medial canthopexy) untuk mengembalikan posisi kantus medial.
  • Penanganan etiologi yang mendasari (misal: perbaikan fraktur pada trauma).

Simblefaron

Simblefaron adalah adhesi atau perlekatan abnormal antara konjungtiva palpebra (kelopak mata) dan konjungtiva bulbi (bola mata).

Etiologi

  • Trauma kimia/termal: Luka bakar pada mata (asam, basa, api). Ini adalah penyebab paling umum dan serius.
  • Penyakit autoimun: Sindrom Stevens-Johnson (SJS), pemfigoid sikatrisial okular (OCP).
  • Infeksi berat: Konjungtivitis membranosa/pseudomembranosa (misal: difteri, adenovirus berat).
  • Pasca operasi: Terutama setelah operasi yang melibatkan konjungtiva.

Manifestasi Klinis

  • Keterbatasan gerak bola mata (restriksi motilitas okular) dan diplopia.
  • Mata kering kronis dan iritasi.
  • Gangguan penglihatan jika perlekatan menutupi kornea atau mengganggu fungsi air mata.
  • Nyeri dan sensasi benda asing.

Tatalaksana

  • Lisis adhesi bedah (pemisahan perlekatan).
  • Pencegahan rekurensi: Penggunaan cincin simblefaron, pemasangan membran amnion, atau graft konjungtiva/mukosa untuk menutupi area yang terbuka.
  • Tatalaksana penyakit dasar (misal: kortikosteroid sistemik/topikal untuk SJS/OCP).
  • Lubrikasi mata intensif dengan air mata buatan.

Perbandingan Singkat

KriteriaEpikantusTelekantusSimblefaron
DefinisiLipatan kulit di kantus medialJarak interkantus medial lebarAdhesi konjungtiva palpebra-bulbi
Etiologi UtamaKongenital (rasial, sindrom)Kongenital (sindrom), Trauma (fraktur NOE)Trauma (kimia/termal), Autoimun (SJS, OCP), Infeksi berat
Dampak UtamaPseudostrabismus, kosmetikKosmetik, terkait sindromRestriksi gerak mata, mata kering, gangguan visus
Tatalaksana KunciObservasi / EpicanthoplastyMedial canthopexyLisis adhesi, membran amnion/graft

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds