Tiga kondisi ini melibatkan area sekitar mata, namun memiliki karakteristik dan implikasi klinis yang berbeda. Membedakannya sangat krusial untuk penegakan diagnosis dan tatalaksana yang tepat.
Epikantus adalah lipatan kulit vertikal dari kelopak mata atas atau bawah yang menutupi kantus medial (sudut mata bagian dalam).
Telekantus adalah kondisi peningkatan jarak interkantus medial (jarak antara kedua kantus medial) dengan jarak interpupil dan interkantus lateral yang normal. Kondisi ini berbeda dengan hipertelorisme yang melibatkan peningkatan jarak interpupil.
Diagnosis ditegakkan melalui pengukuran jarak interkantus medial, interpupil, dan interkantus lateral untuk membedakannya dari kondisi lain seperti hipertelorisme.
Simblefaron adalah adhesi atau perlekatan abnormal antara konjungtiva palpebra (kelopak mata) dan konjungtiva bulbi (bola mata).
| Kriteria | Epikantus | Telekantus | Simblefaron |
|---|---|---|---|
| Definisi | Lipatan kulit di kantus medial | Jarak interkantus medial lebar | Adhesi konjungtiva palpebra-bulbi |
| Etiologi Utama | Kongenital (rasial, sindrom) | Kongenital (sindrom), Trauma (fraktur NOE) | Trauma (kimia/termal), Autoimun (SJS, OCP), Infeksi berat |
| Dampak Utama | Pseudostrabismus, kosmetik | Kosmetik, terkait sindrom | Restriksi gerak mata, mata kering, gangguan visus |
| Tatalaksana Kunci | Observasi / Epicanthoplasty | Medial canthopexy | Lisis adhesi, membran amnion/graft |

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi