Epididimitis akut adalah peradangan tiba-tiba pada epididimis, struktur tabung yang menyimpan dan mengangkut sperma di belakang testis. Kondisi ini umumnya terjadi pada pria muda yang aktif secara seksual dan merupakan salah satu penyebab utama nyeri skrotum akut. Dengan insiden sekitar 65 kasus per 100.000 pria dewasa, epididimitis menyumbang sekitar 1% dari semua kunjungan urologi. Memahami kondisi ini penting karena dapat menyebabkan infertilitas jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Epididimitis bakteri sekunder terjadi ketika bakteri dari saluran kencing naik ke epididimis. Ini dibagi menjadi dua kategori:
Epididimitis non-bakteri dapat disebabkan oleh virus, jamur, atau parasit, meskipun jarang.
Memahami mekanisme infeksi membantu Anda mengenali mengapa epididimitis terjadi pada kondisi tertentu.
Bakteri biasanya menyebar dari infeksi saluran kencing melalui beberapa rute:
Pada anak-anak pra-pubertas, infeksi saluran kencing atau kelainan struktur genitourinari lebih sering menjadi penyebab. Penting untuk dicatat bahwa kelompok usia berbeda memiliki penyebab yang berbedaâini adalah trik yang sering ditanyakan dalam ujian. Pria muda yang aktif secara seksual harus dievaluasi untuk infeksi menular seksual, sementara pria yang lebih tua harus diperiksa untuk masalah saluran kencing yang mendasar.
Pasien dengan epididimitis akut mengalami nyeri skrotum yang dimulai secara tiba-tiba, biasanya berawal dari ekor epididimis (bagian bawah) dan menyebar ke seluruh epididimis. Dalam beberapa hari, peradangan dapat meluas ke testis, suatu kondisi yang disebut epididymo-orchitis. Penting untuk membedakan epididimitis dari torsio testis, karena torsio adalah keadaan darurat yang memerlukan pembedahan segera.
Tanda pembeda penting:
Urinalisis membantu mengidentifikasi infeksi saluran kencing. Adanya leukosit dalam urin mendukung diagnosis infeksi.
Swab uretra dan analisis Gram memberikan informasi penting:
NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) pada sampel urine pertama pagi sangat sensitif dan spesifik untuk mendeteksi *Chlamydia* dan *Neisseria* dan harus dilakukan pada semua pria muda yang seksual aktif.
Kultur urine dilakukan untuk mengidentifikasi bakteri gram-negatif pada pria yang lebih tua.
USG Doppler skrotum adalah modalitas pencitraan pilihan pertama karena:
MRI dapat digunakan sebagai modalitas pencitraan sekunder jika diagnosis masih tidak jelas.
Karena hasil kultur membutuhkan waktu beberapa hari, antibiotik empiris harus dimulai segera berdasarkan presentasi klinis.
Pada pria muda yang seksual aktif (usia < 35 tahun):
Target utama adalah *Chlamydia trachomatis* . Pilihan terapi meliputi:
Durasi terapi biasanya 2 minggu.
Pada pria yang lebih tua atau mereka dengan faktor risiko urologi:
Targetnya adalah bakteri gram-negatif dari saluran kencing. Fluoroquinolon tetap menjadi pilihan utama karena efektif terhadap spektrum luas organisme gram-negatif.
Jika urinalisis menunjukkan bakteri: Antibiotik harus diberikan bahkan jika penyakit menular seksual tidak dicurigai.
Sambil mengambil antibiotik, pasien harus:
Meskipun jarang jika ditangani dengan cepat, epididimitis dapat menyebabkan komplikasi serius.
Abses skrotum: Kumpulan nanah yang membentuk di skrotum. Ini memerlukan intervensi pembedahan (drainase) untuk mengeluarkan nanah dan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.
Infertilitas: Jika peradangan menyebabkan obstruksi total pada duktus epididimis, aliran sperma dapat terputus sepenuhnya. Hal ini dapat menyebabkan infertilitas permanen pada sisi yang terkena. Ini lebih jarang terjadi dengan epididimitis unilateral karena epididimis sisi lain biasanya tetap berfungsi normal.
Epididimitis kronis: Dalam beberapa kasus, epididimitis kronis dapat mengindikasikan infeksi mendasar yang lebih serius, seperti tuberkulosis urogenital. Ini penting untuk dicatat terutama pada pasien dengan gejala berulang atau tidak responsif.
Dengan pengobatan antibiotik yang tepat, sebagian besar pasien mengalami perbaikan gejala dalam 1-3 hari. Nyeri skrotum biasanya menghilang dalam seminggu, meskipun pembengkakan dapat bertahan selama beberapa minggu.
Hasil jangka panjang umumnya sangat baik, terutama pada kasus unilateral. Kemandulan adalah komplikasi yang jarang terjadi pada epididimitis unilateral karena epididimis sisi lain tetap berfungsi. Namun, dalam kasus bilateral atau ketika ada obstruksi total, infertilitas dapat terjadi.
Kunci untuk prognosis yang baik adalah:
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi