Endokarditis Infektif (EI) adalah suatu kondisi peradangan dan infeksi pada endokardium, yaitu lapisan paling dalam jantung, yang paling sering melibatkan katup jantung. Infeksi ini ditandai dengan pembentukan vegetasi, massa trombotik yang mengandung mikroorganisme, sel inflamasi, dan debris fibrino-platelet.
Sebagian besar kasus EI disebabkan oleh bakteri, meskipun jamur juga dapat menjadi penyebab (lebih jarang). Mikroorganisme yang paling umum meliputi:
Beberapa kondisi atau riwayat medis dapat meningkatkan risiko seseorang terkena Endokarditis Infektif:
Patofisiologi EI melibatkan serangkaian peristiwa yang mengarah pada pembentukan vegetasi infektif:
Gejala EI sangat bervariasi dan dapat menyerupai kondisi lain, sehingga sering disebut 'penyakit peniru'.
Diagnosis EI ditegakkan berdasarkan kombinasi kriteria klinis, mikrobiologis, dan ekokardiografi yang dikenal sebagai Kriteria Duke Modifikasi.
| Kriteria Mayor | Kriteria Minor |
1. Kultur Darah Positif Khas EI:
| 1. Predisposisi Jantung atau Penggunaan Narkoba Suntik Intravena (IVDU). |
2. Bukti Keterlibatan Endokardial:
| 2. Demam: Suhu ≥38°C. |
| 3. Fenomena Vaskular: Emboli arteri mayor, infark paru septik, aneurisma mikotik, perdarahan intrakranial, perdarahan konjungtiva, Lesi Janeway. | |
| 4. Fenomena Imunologis: Glomerulonefritis, Nodul Osler, Bintik Roth, faktor reumatoid positif. | |
| 5. Bukti Mikrobiologis: Kultur darah positif yang tidak memenuhi kriteria mayor atau bukti serologis infeksi aktif dengan organisme yang konsisten dengan EI. |
Diagnosis Pasti EI: 2 Kriteria Mayor, ATAU 1 Kriteria Mayor + 3 Kriteria Minor, ATAU 5 Kriteria Minor.
Diagnosis Mungkin EI: 1 Kriteria Mayor + 1 Kriteria Minor, ATAU 3 Kriteria Minor.
Karena manifestasi klinisnya yang beragam, EI memiliki banyak diagnosis banding:
Tatalaksana EI melibatkan terapi antibiotik yang agresif dan terkadang intervensi bedah.
Komplikasi Endokarditis Infektif dapat sangat serius dan seringkali mengancam jiwa:
Prognosis EI bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk mikroorganisme penyebab, katup yang terlibat, ada tidaknya komplikasi, usia pasien, dan respons terhadap terapi. Meskipun dengan kemajuan dalam diagnosis dan tatalaksana, mortalitas EI masih tinggi, berkisar antara 15-30% di rumah sakit dan dapat mencapai >40% pada kasus dengan komplikasi berat atau infeksi jamur.
Pencegahan EI sangat penting, terutama pada kelompok risiko tinggi:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi