Emboli Paru (EP) adalah oklusi parsial atau total pada arteri pulmonalis atau cabangnya oleh suatu embolus, yang paling sering berasal dari trombus vena dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT) di ekstremitas bawah. Embolus ini kemudian bermigrasi melalui sirkulasi vena ke jantung kanan dan akhirnya tersangkut di sistem vaskular paru.
Mayoritas kasus EP (sekitar 90%) disebabkan oleh DVT. Faktor risiko utama dikelompokkan dalam Trias Virchow:
Faktor risiko lain meliputi usia tua, obesitas, dan riwayat VTE (Venous Thromboembolism) sebelumnya.
Ketika embolus menyumbat arteri pulmonalis, terjadi serangkaian perubahan patofisiologis:
Gejala EP bervariasi tergantung ukuran dan jumlah embolus. Seringkali tidak spesifik, sehingga diagnosis sulit. Trias klasik (namun jarang lengkap) adalah:
Gejala dan tanda lain:
Diagnosis EP memerlukan kombinasi penilaian klinis, pemeriksaan laboratorium, dan pencitraan. Pendekatan bertahap sangat penting.
EP diklasifikasikan berdasarkan risiko kematian dini (dalam 30 hari):
| Tipe Emboli Paru | Definisi | Tatalaksana Awal |
|---|---|---|
| Low-Risk PE | Tidak ada tanda disfungsi ventrikel kanan (RV) atau kerusakan miokard. Hemodinamik stabil. | Antikoagulan. |
| Submassive PE | Hemodinamik stabil, tetapi ada tanda disfungsi RV (misal: dilatasi RV pada ekokardiografi, peningkatan troponin, BNP). | Antikoagulan. Pertimbangkan trombolisis jika ada perburukan klinis. |
| Massive PE | Hemodinamik tidak stabil (syok, hipotensi persisten). | Trombolisis sistemik atau kateter-directed, atau embolektomi. |
Tatalaksana EP bertujuan mencegah perluasan trombus, mengurangi risiko emboli berulang, dan mengembalikan perfusi paru.
Pencegahan sangat penting, terutama pada pasien rawat inap atau pasca operasi dengan faktor risiko:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi