Ektropion adalah kondisi di mana kelopak mata (umumnya kelopak mata bawah) membalik keluar dari bola mata, menyebabkan permukaan konjungtiva terpapar. Akibatnya, kelopak mata tidak dapat menutupi dan melindungi bola mata dengan sempurna.
Entropion adalah kebalikan dari ektropion, yaitu kondisi di mana kelopak mata (umumnya kelopak mata bawah) membalik ke dalam, menyebabkan bulu mata bergesekan dengan kornea dan konjungtiva. Kondisi ini sering disebut juga dengan trikiasis bila hanya bulu mata yang mengarah ke dalam.
Baik ektropion maupun entropion dapat diklasifikasikan berdasarkan etiologinya:
Pada Ektropion, kelopak mata yang membalik keluar menyebabkan hilangnya kontak antara kelopak mata dengan permukaan bola mata. Hal ini mengganggu fungsi pompa air mata, sehingga air mata tidak dapat didistribusikan secara merata dan mengalir ke pipi (epifora). Selain itu, konjungtiva dan kornea menjadi lebih terpapar udara dan lingkungan, rentan terhadap kekeringan, iritasi, dan infeksi.
Pada Entropion, bulu mata yang bergesekan langsung dengan kornea (disebut trikiasis) menyebabkan iritasi mekanis yang konstan. Gesekan ini dapat melukai epitel kornea, menyebabkan abrasi, erosi, bahkan ulkus kornea. Iritasi kronis ini juga dapat memicu refleks berkedip yang berlebihan (blefarospasme) dan produksi air mata berlebih.
Gejala dan tanda klinis yang sering ditemukan:
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik:
Tatalaksana ektropion dan entropion bervariasi tergantung pada etiologi dan tingkat keparahannya. Tujuan utama adalah mengembalikan posisi kelopak mata yang normal dan melindungi permukaan bola mata.
Jika tidak ditangani dengan baik, ektropion dan entropion dapat menyebabkan komplikasi serius:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi