Ektropion dan Entropion Kelopak Mata

Kelopak mata adalah garda terdepan pelindung bola mata kita. Namun, bagaimana jika posisinya tidak pada tempatnya? Ektropion dan Entropion adalah dua kondisi malposisi kelopak mata yang sering ditemukan, menyebabkan iritasi kronis hingga ancaman serius pada penglihatan. Jangan sampai keliru membedakan dan menanganinya, loh! Yuk, pelajari selengkapnya tentang penyebab, gejala, dan tatalaksana kedua kondisi penting ini untuk persiapan UKMPPD Anda!

Definisi

Ektropion adalah kondisi di mana kelopak mata (umumnya kelopak mata bawah) membalik keluar dari bola mata, menyebabkan permukaan konjungtiva terpapar. Akibatnya, kelopak mata tidak dapat menutupi dan melindungi bola mata dengan sempurna.

Entropion adalah kebalikan dari ektropion, yaitu kondisi di mana kelopak mata (umumnya kelopak mata bawah) membalik ke dalam, menyebabkan bulu mata bergesekan dengan kornea dan konjungtiva. Kondisi ini sering disebut juga dengan trikiasis bila hanya bulu mata yang mengarah ke dalam.

Etiologi & Klasifikasi

Baik ektropion maupun entropion dapat diklasifikasikan berdasarkan etiologinya:

  • Involusional (Senilis): Ini adalah jenis yang paling umum, disebabkan oleh kelemahan otot orbikularis okuli dan ligamen kantus akibat proses penuaan.
  • Sikatrisial: Terjadi akibat jaringan parut (fibrosis) pada lamela anterior (kulit dan otot) kelopak mata. Penyebabnya bisa trauma, luka bakar, penyakit kulit kronis (misalnya Steven-Johnson Syndrome), atau pasca operasi.
  • Kongenital: Jarang terjadi, bawaan sejak lahir. Disebabkan oleh kelainan perkembangan kelopak mata.
  • Paralitik (khusus Ektropion): Disebabkan oleh kelumpuhan nervus fasialis (N. VII) yang menginervasi otot orbikularis okuli, menyebabkan kelopak mata tidak dapat menutup sempurna dan jatuh keluar.
  • Spastik (khusus Entropion): Disebabkan oleh spasme (kontraksi berlebihan) otot orbikularis okuli, sering dipicu oleh iritasi mata, peradangan, atau pasca operasi.

Patofisiologi

Pada Ektropion, kelopak mata yang membalik keluar menyebabkan hilangnya kontak antara kelopak mata dengan permukaan bola mata. Hal ini mengganggu fungsi pompa air mata, sehingga air mata tidak dapat didistribusikan secara merata dan mengalir ke pipi (epifora). Selain itu, konjungtiva dan kornea menjadi lebih terpapar udara dan lingkungan, rentan terhadap kekeringan, iritasi, dan infeksi.

Pada Entropion, bulu mata yang bergesekan langsung dengan kornea (disebut trikiasis) menyebabkan iritasi mekanis yang konstan. Gesekan ini dapat melukai epitel kornea, menyebabkan abrasi, erosi, bahkan ulkus kornea. Iritasi kronis ini juga dapat memicu refleks berkedip yang berlebihan (blefarospasme) dan produksi air mata berlebih.

Manifestasi Klinis

Gejala dan tanda klinis yang sering ditemukan:

  • Ektropion:
    • Epifora (mata berair) karena gangguan drainase air mata.
    • Iritasi mata, rasa terbakar, atau rasa tidak nyaman.
    • Mata merah (hiperemia konjungtiva) akibat paparan kronis.
    • Kekeringan mata.
    • Terlihat bagian konjungtiva palpebra inferior yang merah dan menebal.
    • Pada kasus berat, dapat terjadi keratitis paparan.
  • Entropion:
    • Iritasi mata, sensasi benda asing di mata, nyeri.
    • Mata berair (epifora) akibat iritasi dan refleks lakrimasi.
    • Mata merah (hiperemia konjungtiva).
    • Fotofobia (peka terhadap cahaya).
    • Penglihatan kabur jika terjadi kerusakan kornea.
    • Terlihat bulu mata menggesek kornea saat pemeriksaan.

Penegakan Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik:

  • Anamnesis: Menanyakan keluhan pasien (mata berair, iritasi, nyeri), riwayat trauma, luka bakar, penyakit kulit, atau operasi sebelumnya.
  • Pemeriksaan Fisik:
    • Inspeksi: Melihat langsung posisi kelopak mata dan bulu mata. Perhatikan apakah kelopak mata membalik keluar (ektropion) atau ke dalam (entropion).
    • Tes Distraksi Kelopak Mata: Tarik kelopak mata bawah ke depan. Jika dapat ditarik lebih dari 8-10 mm, menunjukkan kelemahan ligamen kantus lateral (sering pada involusional).
    • Tes Snap-back: Setelah ditarik ke depan, lepaskan kelopak mata. Normalnya, kelopak mata akan kembali ke posisi semula dengan cepat. Jika kembali lambat atau tidak kembali, menunjukkan kelemahan otot orbikularis.
    • Pemeriksaan Slit-Lamp: Untuk mengevaluasi kondisi kornea (abrasi, erosi, ulkus) dan konjungtiva.

Tatalaksana

Tatalaksana ektropion dan entropion bervariasi tergantung pada etiologi dan tingkat keparahannya. Tujuan utama adalah mengembalikan posisi kelopak mata yang normal dan melindungi permukaan bola mata.

  • Tatalaksana Konservatif (Sementara):
    • Pelumas Mata: Tetes mata atau salep air mata buatan untuk mengurangi kekeringan dan iritasi.
    • Taping Kelopak Mata: Menarik kelopak mata ke posisi yang benar dengan plester medis, terutama pada entropion spastik atau ektropion paralitik sementara.
    • Botulinum Toxin (Botox): Injeksi botox dapat melemahkan otot orbikularis okuli, efektif untuk entropion spastik sementara.
    • Lensa Kontak Terapetik: Melindungi kornea dari gesekan bulu mata pada entropion.
  • Tatalaksana Bedah (Definitif):
    • Untuk Ektropion: Prosedur bedah bertujuan mengencangkan kelopak mata atau mengatasi jaringan parut. Contoh: Lateral Tarsal Strip (untuk involusional), V-Y plasty atau skin graft (untuk sikatrisial).
    • Untuk Entropion: Prosedur bedah bertujuan memutar kembali kelopak mata ke posisi normal. Contoh: Hotz-Celsus (untuk involusional), Quickert suture (jahitan eversi sementara), atau prosedur rekonstruksi (untuk sikatrisial).

Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan baik, ektropion dan entropion dapat menyebabkan komplikasi serius:

  • Ektropion:
    • Konjungtivitis kronis akibat paparan dan iritasi.
    • Keratitis paparan (peradangan kornea akibat kekeringan).
    • Ulkus kornea yang dapat menyebabkan infeksi dan bahkan perforasi.
    • Penurunan visus permanen.
  • Entropion:
    • Abrasi kornea dan ulkus kornea akibat gesekan bulu mata.
    • Infeksi sekunder pada kornea.
    • Pembentukan jaringan parut kornea (neovaskularisasi kornea).
    • Penurunan visus permanen atau bahkan kebutaan jika ulkus kornea parah.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds