Ekstrasistol Atrial (PAC) & Ventrikel (PVC)

Pernahkah kamu merasakan jantung berdebar atau seperti 'melompat'? Itu bisa jadi ekstrasistol! PAC dan PVC adalah dua jenis aritmia yang paling sering ditemukan, tapi seringkali bikin bingung. Jangan salah kaprah lagi, karena pemahaman mendalam tentang keduanya esensial untuk UKMPPD dan praktik klinis. Yuk, kita bedah tuntas mulai dari definisi hingga tatalaksana, agar kamu makin pede menghadapi soal dan pasien!

Definisi

Ekstrasistol adalah denyut jantung prematur yang berasal dari fokus ektopik di luar nodus SA. Ada dua jenis utama yang sering ditemui:

  • Premature Atrial Contraction (PAC) atau Ekstrasistol Atrial (ESA): Denyut prematur yang berasal dari fokus ektopik di atrium.
  • Premature Ventricular Contraction (PVC) atau Ekstrasistol Ventrikel (ESV): Denyut prematur yang berasal dari fokus ektopik di ventrikel.

Etiologi & Faktor Risiko

Baik PAC maupun PVC dapat terjadi pada individu sehat tanpa penyakit jantung struktural. Namun, beberapa kondisi dapat meningkatkan kemunculannya:

  • Kondisi Umum:
    • Stres, kecemasan, kelelahan.
    • Konsumsi kafein, alkohol, nikotin, atau obat-obatan simpatomimetik (mis. dekongestan).
    • Gangguan elektrolit (hipokalemia, hipomagnesemia).
    • Hipertiroidisme.
    • Anemia.
  • Penyakit Jantung Struktural:
    • Penyakit jantung iskemik (AMI, angina).
    • Gagal jantung kongestif.
    • Kardiomiopati.
    • Penyakit katup jantung.
    • Miokarditis.
    • Penyakit jantung bawaan.
  • Penyakit Paru:
    • PPOK, asma (terutama dengan penggunaan bronkodilator).

Patofisiologi

Patofisiologi ekstrasistol melibatkan iritabilitas sel miokard yang menyebabkan depolarisasi prematur. Mekanisme utama meliputi:

  • Peningkatan Otomatisitas: Sel miokard (atrial atau ventrikel) di luar nodus SA mengalami peningkatan otomatisitas dan memulai impuls sebelum nodus SA.
  • Re-entry: Impuls listrik bersirkulasi kembali melalui jalur konduksi yang abnormal atau area miokard yang mengalami blok parsial.
  • Afterdepolarizations: Osilasi potensial membran setelah repolarisasi yang dapat mencapai ambang batas dan memicu denyut prematur.

Gambaran EKG

Fitur EKGPremature Atrial Contraction (PAC)Premature Ventricular Contraction (PVC)
Gelombang PPrematur, morfologi berbeda dari P sinus, kadang tersembunyi di gelombang T sebelumnya.Tidak ada gelombang P yang mendahului QRS prematur.
Interval PRNormal atau sedikit memanjang.Tidak relevan (tidak ada P yang mendahului).
Kompleks QRSNormal (sama dengan QRS sinus), kecuali ada aberransi (blok cabang prematur).Prematur, lebar (>0.12 detik), dan bizzare (morfologi aneh), tidak didahului P.
Gelombang TNormal atau sedikit berubah.Morfologi berlawanan dengan arah QRS (diskordan).
Pause KompensasiNon-kompensasi penuh (interval R-R setelah PAC lebih pendek dari dua interval R-R sinus normal).Kompensasi penuh (interval R-R setelah PVC sama dengan dua interval R-R sinus normal).
Contoh PolaBigemini atrial, trigemini atrial.Bigemini ventrikel, trigemini ventrikel, kuplet (dua PVC berturut-turut), triplet (tiga PVC berturut-turut), R-on-T phenomenon (PVC jatuh di puncak gelombang T).

Manifestasi Klinis

Sebagian besar pasien dengan PAC atau PVC bersifat asimtomatik. Namun, beberapa dapat mengalami gejala, terutama jika frekuensi ekstrasistol tinggi atau ada penyakit jantung yang mendasari:

  • Palpitasi: Sensasi jantung berdebar, melompat, atau berdegup kencang.
  • Sensasi 'jantung berhenti sejenak': Sering dikaitkan dengan jeda kompensasi setelah ekstrasistol.
  • Nyeri dada atau rasa tidak nyaman.
  • Kecemasan atau panik.
  • Kelelahan atau pusing: Jarang, biasanya pada frekuensi sangat tinggi atau pada pasien dengan disfungsi ventrikel.

Penegakan Diagnosis

Diagnosis ekstrasistol ditegakkan berdasarkan kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang:

  • Anamnesis: Tanyakan gejala (palpitasi, pusing), faktor pemicu (kafein, stres), riwayat penyakit jantung, dan penggunaan obat-obatan.
  • Pemeriksaan Fisik: Dapat ditemukan irama jantung ireguler, terutama pada auskultasi.
  • Elektrokardiogram (EKG) 12-lead: Merupakan baku emas untuk mendiagnosis ekstrasistol dan membedakan PAC dari PVC.
  • Holter Monitoring (Rekaman EKG 24-48 jam): Digunakan untuk mendeteksi ekstrasistol yang jarang atau paroksismal, menilai beban ekstrasistol, dan mengevaluasi hubungan antara gejala dan aritmia.
  • Echocardiography: Untuk menyingkirkan atau mengidentifikasi penyakit jantung struktural yang mendasari.
  • Pemeriksaan Laboratorium: Elektrolit (K, Mg), fungsi tiroid, CBC untuk menyingkirkan penyebab sekunder.

Tatalaksana

Tatalaksana ekstrasistol sangat bergantung pada ada atau tidaknya gejala, frekuensi ekstrasistol, dan keberadaan penyakit jantung struktural yang mendasari.

Tatalaksana Umum:

  • Identifikasi dan koreksi faktor pemicu: Hindari kafein, alkohol, nikotin, stres. Koreksi gangguan elektrolit.
  • Edukasi pasien: Jelaskan bahwa ekstrasistol seringkali benigna, terutama jika tidak ada penyakit jantung struktural.

Tatalaksana Spesifik:

  • PAC:
    • Jika asimtomatik dan tanpa penyakit jantung struktural: Tidak memerlukan terapi spesifik.
    • Jika simtomatik: Beta-blocker (mis. metoprolol, bisoprolol) dapat digunakan untuk mengurangi frekuensi dan gejala.
  • PVC:
    • Jika asimtomatik dan tanpa penyakit jantung struktural: Observasi, tidak memerlukan terapi spesifik.
    • Jika simtomatik atau ada penyakit jantung struktural:
      • Lini pertama: Beta-blocker (mis. metoprolol, bisoprolol) atau Calcium Channel Blocker non-dihidropiridin (mis. verapamil, diltiazem).
      • Ablasi kateter: Dipertimbangkan untuk PVC yang sangat simtomatik, refrakter terhadap obat, atau pada pasien dengan kardiomiopati akibat PVC.
      • Obat antiaritmia lain: Flecainide, propafenone, atau amiodarone dapat dipertimbangkan pada kasus tertentu, tetapi harus dengan hati-hati karena potensi efek samping pro-aritmia, terutama pada pasien dengan penyakit jantung struktural.

Komplikasi & Prognosis

Prognosis ekstrasistol umumnya baik, terutama pada individu tanpa penyakit jantung struktural.

  • Pada individu sehat: Baik PAC maupun PVC biasanya benigna dan tidak meningkatkan risiko mortalitas atau morbiditas kardiovaskular.
  • Pada pasien dengan penyakit jantung struktural:
    • PAC: Dapat menjadi pemicu atau prediktor untuk fibrilasi atrium (AFib).
    • PVC: Peningkatan frekuensi PVC (mis. >10-20% dari total denyut) atau PVC dengan morfologi kompleks (multiform, kuplet, R-on-T) pada pasien dengan penyakit jantung struktural (terutama disfungsi ventrikel kiri) dapat meningkatkan risiko takikardi ventrikel (VT), fibrilasi ventrikel (VF), dan mortalitas.
    • Kardiomiopati yang diinduksi PVC: Sangat seringnya PVC (mis. >10.000-20.000 per hari) dapat menyebabkan disfungsi ventrikel kiri dan kardiomiopati, yang dapat reversibel dengan supresi PVC.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds