Efusi Pleura

Efusi pleura sering banget muncul di UKMPPD, lho! Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai masalah sistemik maupun lokal di paru. Membedakan transudat dan eksudat adalah kunci diagnosis dan tatalaksana yang tepat. Yuk, kuasai konsep dasarnya agar nggak bingung lagi saat ketemu kasusnya!

Definisi

Efusi pleura adalah akumulasi cairan abnormal di dalam rongga pleura, yaitu ruang potensial antara pleura viseral dan pleura parietal.

Normalnya, rongga pleura hanya mengandung sedikit cairan (sekitar 10-20 mL) yang berfungsi sebagai pelumas.

Etiologi

Penyebab efusi pleura dapat dikelompokkan berdasarkan jenis cairannya menjadi transudat atau eksudat.

  • Transudat: Terjadi akibat ketidakseimbangan tekanan hidrostatik dan onkotik, biasanya terkait penyakit sistemik.
    • Gagal jantung kongestif (paling sering)
    • Sirosis hepatis
    • Sindrom nefrotik
    • Dialisis peritoneal
    • Hipotiroidisme (miksedema)
  • Eksudat: Terjadi akibat peningkatan permeabilitas kapiler pleura atau gangguan drainase limfatik, biasanya terkait peradangan atau keganasan lokal.
    • Pneumonia (efusi parapneumonik)
    • Tuberkulosis (TB)
    • Keganasan (karsinoma bronkogenik, metastasis, limfoma)
    • Emboli paru
    • Penyakit autoimun (SLE, RA)
    • Pankreatitis
    • Abses subfrenik
    • Trauma

Patofisiologi

Pembentukan cairan pleura diatur oleh keseimbangan antara produksi dan reabsorpsi. Efusi pleura terjadi ketika ada gangguan pada keseimbangan ini, yang meliputi:

  • Peningkatan tekanan hidrostatik kapiler pleura (misalnya pada gagal jantung).
  • Penurunan tekanan onkotik plasma (misalnya pada hipoalbuminemia).
  • Peningkatan permeabilitas kapiler pleura (misalnya pada inflamasi atau infeksi).
  • Gangguan drainase limfatik (misalnya pada keganasan).
  • Perpindahan cairan dari rongga peritoneum (misalnya pada sirosis).

Manifestasi Klinis

Gejala dan tanda efusi pleura bervariasi tergantung pada ukuran efusi dan penyakit yang mendasarinya.

  • Gejala:
    • Dispnea (sesak napas): Paling sering, terutama pada efusi besar.
    • Nyeri dada pleuritik: Nyeri tajam yang memburuk saat bernapas dalam, batuk, atau bersin.
    • Batuk kering.
    • Nyeri bahu atau perut (jarang).
  • Tanda (Pemeriksaan Fisik):
    • Perkusi: Pekak pada area efusi.
    • Fremitus taktil: Menurun atau menghilang.
    • Suara napas: Menurun atau menghilang pada area efusi.
    • Egofoni (suara 'e' terdengar 'a') di batas atas efusi.
    • Deviasi trakea (pada efusi masif).

Penegakan Diagnosis

Diagnosis efusi pleura ditegakkan melalui kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

  • Anamnesis: Mencari keluhan seperti sesak napas, nyeri dada, batuk, serta riwayat penyakit penyerta.
  • Pemeriksaan Fisik: Menemukan tanda-tanda efusi pleura seperti pekak, fremitus menurun, dan suara napas menurun.
  • Pencitraan:
    • Rontgen Toraks (CXR): Menunjukkan perselubungan homogen pada sudut kostofrenikus (menghilang pada efusi minimal ~175-200 mL), meniskus sign, dan dapat menilai ukuran efusi.
    • USG Toraks: Sangat sensitif untuk mendeteksi efusi kecil, membedakan cairan dari konsolidasi, dan memandu tindakan torakosintesis.
    • CT Scan Toraks: Memberikan gambaran detail, membantu identifikasi penyebab, dan mendeteksi komplikasi (misalnya empiema, massa).
  • Torakosintesis Diagnostik: Pengambilan sampel cairan pleura untuk analisis laboratorium, merupakan langkah kunci dalam membedakan transudat dan eksudat.

Pemeriksaan Penunjang (Analisis Cairan Pleura)

Analisis cairan pleura adalah langkah krusial untuk menentukan etiologi efusi. Kriteria Light adalah standar emas untuk membedakan transudat dan eksudat.

ParameterTransudatEksudat
Protein Cairan Pleura / Protein Serum< 0,5> 0,5
LDH Cairan Pleura / LDH Serum< 0,6> 0,6
LDH Cairan Pleura< 2/3 batas atas normal LDH serum> 2/3 batas atas normal LDH serum
GlukosaMirip serum< 60 mg/dL (sering pada infeksi, keganasan, RA)
pH> 7,20< 7,20 (sering pada empiema, keganasan, TB)
Sel Darah Putih< 1000/µL> 1000/µL
Jenis Sel DominanMononuklearPolimorfonuklear (akut), Limfosit (kronis, TB, keganasan)
Adenosine Deaminase (ADA)RendahTinggi (> 40 U/L, sangat sugestif TB)
SitologiNegatifPositif sel ganas (pada keganasan)
Pewarnaan Gram & KulturSterilPositif bakteri (pada empiema)

Catatan: Jika salah satu dari tiga kriteria Light terpenuhi, efusi diklasifikasikan sebagai eksudat. Jika tidak ada yang terpenuhi, maka transudat.

Diagnosis Banding

Beberapa kondisi lain dapat menyerupai efusi pleura atau sering terkait dengannya:

  • Pneumonia: Konsolidasi paru dapat memberikan gambaran pekak, namun suara napas biasanya bronkial.
  • Atelektasis: Kolaps paru yang juga menyebabkan pekak dan suara napas menurun, namun biasanya disertai deviasi trakea ke sisi lesi.
  • Empiema: Efusi pleura purulen, seringkali disertai demam tinggi dan leukositosis.
  • Hemotoraks: Akumulasi darah di rongga pleura, biasanya akibat trauma.
  • Kilototoraks: Akumulasi cairan limfatik (chyle) di rongga pleura.

Tatalaksana

Tatalaksana efusi pleura berfokus pada penanganan penyakit yang mendasari dan evakuasi cairan jika diperlukan.

  • Tatalaksana Penyakit Primer: Ini adalah langkah terpenting. Misalnya, diuretik pada gagal jantung, antibiotik pada pneumonia, atau kemoterapi pada keganasan.
  • Evakuasi Cairan:
    • Torakosintesis Terapeutik: Untuk meredakan gejala dispnea pada efusi besar.
    • Pemasangan Selang Dada (Chest Tube Drainage): Indikasi pada efusi yang besar, berulang, atau pada empiema untuk drainase berkelanjutan.
    • Pleurodesis: Injeksi agen sklerosing (misalnya talc) ke rongga pleura untuk merekatkan pleura viseral dan parietal, mencegah rekurensi pada efusi maligna berulang.
    • Pemasangan Kateter Pleura Indwelling (IPC): Pilihan untuk efusi maligna berulang yang refrakter terhadap pleurodesis.
  • Tatalaksana Suportif: Pemberian oksigen jika ada hipoksemia, analgesik untuk nyeri.

Komplikasi

Efusi pleura yang tidak tertangani dengan baik atau yang berat dapat menyebabkan komplikasi:

  • Empiema: Infeksi cairan pleura yang menjadi nanah.
  • Fibrotoraks: Penebalan pleura yang signifikan, dapat menyebabkan restriksi paru dan gangguan fungsi pernapasan.
  • Trapped Lung: Paru-paru tidak dapat mengembang sepenuhnya karena adanya lapisan fibrotik pada pleura viseral.
  • Pneumotoraks: Dapat terjadi sebagai komplikasi torakosintesis.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds