Penyebab efusi pleura dapat dikelompokkan berdasarkan jenis cairannya menjadi transudat atau eksudat.
Pembentukan cairan pleura diatur oleh keseimbangan antara produksi dan reabsorpsi. Efusi pleura terjadi ketika ada gangguan pada keseimbangan ini, yang meliputi:
Gejala dan tanda efusi pleura bervariasi tergantung pada ukuran efusi dan penyakit yang mendasarinya.
Diagnosis efusi pleura ditegakkan melalui kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Analisis cairan pleura adalah langkah krusial untuk menentukan etiologi efusi. Kriteria Light adalah standar emas untuk membedakan transudat dan eksudat.
| Parameter | Transudat | Eksudat |
|---|---|---|
| Protein Cairan Pleura / Protein Serum | < 0,5 | > 0,5 |
| LDH Cairan Pleura / LDH Serum | < 0,6 | > 0,6 |
| LDH Cairan Pleura | < 2/3 batas atas normal LDH serum | > 2/3 batas atas normal LDH serum |
| Glukosa | Mirip serum | < 60 mg/dL (sering pada infeksi, keganasan, RA) |
| pH | > 7,20 | < 7,20 (sering pada empiema, keganasan, TB) |
| Sel Darah Putih | < 1000/µL | > 1000/µL |
| Jenis Sel Dominan | Mononuklear | Polimorfonuklear (akut), Limfosit (kronis, TB, keganasan) |
| Adenosine Deaminase (ADA) | Rendah | Tinggi (> 40 U/L, sangat sugestif TB) |
| Sitologi | Negatif | Positif sel ganas (pada keganasan) |
| Pewarnaan Gram & Kultur | Steril | Positif bakteri (pada empiema) |
Catatan: Jika salah satu dari tiga kriteria Light terpenuhi, efusi diklasifikasikan sebagai eksudat. Jika tidak ada yang terpenuhi, maka transudat.
Beberapa kondisi lain dapat menyerupai efusi pleura atau sering terkait dengannya:
Tatalaksana efusi pleura berfokus pada penanganan penyakit yang mendasari dan evakuasi cairan jika diperlukan.
Efusi pleura yang tidak tertangani dengan baik atau yang berat dapat menyebabkan komplikasi:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi