Efusi pleura adalah akumulasi cairan abnormal di dalam rongga pleura, yaitu ruang potensial antara pleura viseral dan pleura parietal.
Normalnya, rongga pleura hanya mengandung sejumlah kecil cairan (sekitar 10-20 mL) yang berfungsi sebagai pelumas, memungkinkan paru-paru bergerak bebas saat bernapas. Keseimbangan antara produksi dan reabsorpsi cairan pleura dijaga oleh tekanan hidrostatik dan onkotik, serta drainase limfatik.
Efusi pleura secara garis besar diklasifikasikan menjadi dua jenis utama berdasarkan komposisi cairannya, yaitu transudat dan eksudat. Klasifikasi ini sangat krusial untuk menentukan etiologi dan tatalaksana.
Terjadi akibat ketidakseimbangan tekanan hidrostatik dan onkotik, tanpa adanya peradangan pada pleura. Cairan transudat memiliki kadar protein dan LDH yang rendah.
Terjadi akibat peradangan pleura yang meningkatkan permeabilitas kapiler atau gangguan drainase limfatik, sehingga protein dan sel-sel radang dapat masuk ke rongga pleura. Cairan eksudat memiliki kadar protein dan LDH yang tinggi.
Pembentukan cairan pleura diatur oleh hukum Starling, melibatkan tekanan hidrostatik, tekanan onkotik, dan permeabilitas kapiler pleura, serta drainase limfatik.
Gejala dan tanda efusi pleura bervariasi tergantung pada jumlah cairan, kecepatan akumulasi, dan etiologi yang mendasari.
Diagnosis efusi pleura ditegakkan berdasarkan kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Beberapa pemeriksaan penunjang esensial untuk menegakkan dan mengidentifikasi penyebab efusi pleura:
| Kriteria | Nilai |
|---|---|
| Rasio Protein Cairan Pleura / Protein Serum | > 0,5 |
| Rasio LDH Cairan Pleura / LDH Serum | > 0,6 |
| LDH Cairan Pleura | > 2/3 batas atas normal LDH serum |
Tatalaksana efusi pleura berfokus pada penanganan etiologi yang mendasari dan meredakan gejala.
Efusi pleura yang tidak tertangani dengan baik atau komplikasi dari prosedur dapat menyebabkan:
Prognosis efusi pleura sangat bervariasi dan bergantung pada etiologi yang mendasarinya. Efusi transudat umumnya memiliki prognosis yang lebih baik jika penyakit primernya terkontrol. Efusi eksudat, terutama yang disebabkan oleh keganasan atau infeksi berat, dapat memiliki prognosis yang lebih buruk dan memerlukan penanganan yang lebih agresif.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi