Divertikulitis

Sering nyeri perut kiri bawah disertai demam? Hati-hati, bisa jadi itu divertikulitis! Kondisi peradangan kantung-kantung kecil di usus besar ini adalah salah satu kegawatdaruratan bedah yang wajib kamu kuasai. Mulai dari diagnosis klinis hingga tatalaksana sesuai klasifikasi Hinchey, semua akan kita kupas tuntas di sini. Siap hadapi soal UKMPPD tentang divertikulitis? Yuk, pelajari selengkapnya!

Definisi

Divertikulitis adalah kondisi peradangan atau infeksi pada satu atau lebih divertikula di saluran pencernaan, paling sering terjadi di kolon sigmoid. Divertikula sendiri adalah kantung-kantung kecil yang menonjol keluar dari dinding usus besar, suatu kondisi yang disebut divertikulosis.

Sekitar 10-25% pasien dengan divertikulosis akan mengalami divertikulitis akut.

Etiologi & Faktor Risiko

Penyebab pasti divertikulitis belum sepenuhnya jelas, namun diyakini multifaktorial. Beberapa faktor risiko yang berperan meliputi:

  • Usia Lanjut: Insiden meningkat seiring bertambahnya usia, terutama di atas 60 tahun.
  • Diet Rendah Serat: Dianggap sebagai faktor risiko utama karena menyebabkan peningkatan tekanan intraluminal kolon.
  • Obesitas: Indeks massa tubuh (IMT) tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko.
  • Kurang Aktivitas Fisik: Gaya hidup sedentari.
  • Penggunaan Obat-obatan Tertentu: Terutama NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs), kortikosteroid, dan opioid.
  • Merokok: Dapat meningkatkan risiko komplikasi.

Patofisiologi

Patofisiologi divertikulitis dimulai ketika divertikula mengalami obstruksi, biasanya oleh partikel makanan yang tidak tercerna atau fecalith (batu feses).

  • Obstruksi ini menyebabkan peningkatan tekanan intraluminal di dalam divertikulum.
  • Tekanan tinggi ini mengganggu suplai darah ke dinding divertikulum, menyebabkan iskemia dan nekrosis mukosa.
  • Terjadi mikroperforasi pada dinding divertikulum yang iskemik, memungkinkan bakteri dari lumen usus masuk ke jaringan perikolik.
  • Invasi bakteri ini memicu respons inflamasi lokal, yang dapat berkembang menjadi peradangan, abses, atau bahkan perforasi makroskopis.

Manifestasi Klinis

Gejala divertikulitis bervariasi tergantung tingkat keparahan. Manifestasi klinis yang umum antara lain:

  • Nyeri Perut: Paling sering di kuadran kiri bawah (LLQ), bisa konstan dan memberat.
  • Demam: Seringkali disertai menggigil.
  • Mual dan Muntah: Terjadi pada sekitar 20-60% pasien.
  • Perubahan Pola Buang Air Besar: Bisa diare atau konstipasi.
  • Nyeri Tekan Lokal: Terutama di LLQ, dengan atau tanpa guarding atau rebound tenderness.
  • Distensi Abdomen: Terkadang.
  • Leukositosis: Ditemukan pada pemeriksaan laboratorium.

Penegakan Diagnosis

Diagnosis divertikulitis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

  • Anamnesis: Nyeri perut kiri bawah akut, demam, perubahan pola BAB.
  • Pemeriksaan Fisik: Nyeri tekan di LLQ, bisa ada massa teraba, tanda-tanda peritonitis jika ada perforasi.
  • Pemeriksaan Laboratorium:
    • Darah Lengkap: Leukositosis dengan shift to the left.
    • CRP (C-Reactive Protein): Meningkat.
    • Urinalisis: Untuk menyingkirkan infeksi saluran kemih.
  • Pemeriksaan Pencitraan:
    • CT scan abdomen dengan kontras: Merupakan modalitas pencitraan pilihan utama (gold standard). Dapat menunjukkan penebalan dinding kolon, stranding lemak perikolik, abses, atau perforasi.
    • USG abdomen: Dapat digunakan sebagai alternatif, namun kurang sensitif dibanding CT scan.
    • Kolonoskopi: Kontraindikasi pada fase akut karena risiko perforasi. Dilakukan 6-8 minggu setelah episode akut untuk menyingkirkan keganasan atau IBD.

Klasifikasi (Hinchey Classification)

Klasifikasi Hinchey digunakan untuk menilai keparahan divertikulitis akut dan memandu tatalaksana, terutama untuk divertikulitis dengan komplikasi.

Stadium HincheyDeskripsi
Stage IDivertikulitis dengan abses perikolik kecil atau flegmon.
Stage IIDivertikulitis dengan abses intra-abdomen, pelvis, atau retroperitoneal yang lebih besar, jauh dari lokasi peradangan primer.
Stage IIIDivertikulitis dengan peritonitis purulenta generalisata (perforasi bebas dengan pus).
Stage IVDivertikulitis dengan peritonitis fekal generalisata (perforasi bebas dengan feses).

Diagnosis Banding

Divertikulitis memiliki manifestasi klinis yang mirip dengan beberapa kondisi lain. Penting untuk membedakannya.

KondisiCiri Khas
AppendisitisNyeri biasanya di kuadran kanan bawah (RLQ), migrasi nyeri, anoreksia.
Kolitis IskemikNyeri perut mendadak, diare berdarah, pada pasien dengan faktor risiko vaskular.
Irritable Bowel Syndrome (IBS)Nyeri perut berulang yang mereda setelah BAB, perubahan pola BAB kronis, tidak ada tanda inflamasi sistemik.
Penyakit Radang Panggul (PID)Nyeri pelvis, riwayat seksual, duh vagina, nyeri goyang porsio.
Keganasan KolonPerubahan pola BAB kronis, penurunan berat badan, anemia, perdarahan per rektum.
Pielonefritis/UrolitiasisNyeri pinggang, disuria, hematuria, nyeri ketok CVA.

Tatalaksana

Tatalaksana divertikulitis bervariasi tergantung keparahan (berdasarkan klasifikasi Hinchey) dan ada tidaknya komplikasi.

  • Divertikulitis Tanpa Komplikasi (Hinchey Stage 0/I ringan):
    • Rawat Jalan: Pada kasus ringan, pasien dapat dirawat jalan.
    • Diet: Diet cair atau rendah serat, secara bertahap kembali ke diet normal.
    • Antibiotik Oral: Contoh: Ciprofloxacin + Metronidazole atau Amoxicillin/Clavulanate selama 7-10 hari.
    • Analgesik: Parasetamol. Hindari NSAID.
  • Divertikulitis dengan Komplikasi atau Berat (Hinchey Stage I berat - IV):
    • Rawat Inap: Diperlukan untuk observasi dan tatalaksana intensif.
    • Puasa/NPO (Nil per os): Istirahat usus, nutrisi IV jika perlu.
    • Antibiotik Intravena (IV): Spektrum luas untuk kuman gram negatif dan anaerob. Contoh: Piperacillin/Tazobactam, Ceftriaxone + Metronidazole, atau kombinasi lain.
    • Drainase Abses Perkutan: Untuk abses yang besar (> 3-4 cm), dipandu CT scan atau USG.
    • Tindakan Bedah:
      • Indikasi Bedah Darurat: Perforasi bebas (peritonitis purulenta/fekal - Hinchey III/IV), abses yang tidak bisa didrainase perkutan, obstruksi kolon akut, fistula, perdarahan masif, atau kegagalan terapi medis.
      • Jenis Operasi: Reseksi kolon yang meradang dengan anastomosis primer (jika kondisi memungkinkan) atau prosedur Hartmann (reseksi dengan kolostomi dan penutupan rektum distal).
      • Indikasi Bedah Elektif (setelah episode akut mereda): Divertikulitis berulang, fistula persisten, striktur, atau untuk menyingkirkan keganasan.

Komplikasi

Komplikasi divertikulitis dapat serius dan mengancam jiwa:

  • Abses: Kumpulan nanah di sekitar kolon.
  • Perforasi: Pecahnya dinding divertikulum, menyebabkan peritonitis (purulenta atau fekal).
  • Fistula: Pembentukan saluran abnormal antara kolon dan organ lain (misalnya, kolovesikal ke kandung kemih, kolovaginal ke vagina).
  • Obstruksi Kolon: Akibat inflamasi berulang atau striktur.
  • Perdarahan Divertikular: Meskipun biasanya tidak terkait dengan divertikulitis akut, divertikulosis adalah penyebab umum perdarahan saluran cerna bawah.

Prognosis

Prognosis divertikulitis umumnya baik dengan penanganan yang tepat. Sekitar 70-80% pasien tidak akan mengalami episode berulang setelah episode pertama. Namun, sekitar 20-30% pasien dapat mengalami kekambuhan, dan risiko komplikasi meningkat pada episode berulang.

Edukasi & Pencegahan

Edukasi pasien sangat penting untuk mencegah kekambuhan dan komplikasi.

  • Diet Tinggi Serat: Mendorong asupan serat dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh untuk mencegah konstipasi dan mengurangi tekanan intraluminal.
  • Cukupi Cairan: Minum air yang cukup.
  • Olahraga Teratur: Membantu menjaga motilitas usus yang sehat.
  • Hindari Makanan Tertentu: Secara tradisional, biji-bijian, kacang-kacangan, dan jagung dihindari, namun bukti ilmiah saat ini tidak mendukung pembatasan ini secara rutin.
  • Hindari NSAID: Jika memungkinkan, gunakan analgesik alternatif.
  • Berhenti Merokok: Jika pasien merokok.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds