Berikut adalah tabel perbandingan beberapa penyebab umum distress napas pada neonatus yang penting untuk diketahui:
| Kondisi | Etiologi/Faktor Risiko Khas | Onset | Gambaran Klinis Khas | Pemeriksaan Penunjang (Rontgen Toraks) | Tatalaksana Singkat |
| Transient Tachypnea of the Newborn (TTN) | Bayi cukup bulan/prematur akhir, persalinan SC tanpa persalinan, asfiksia perinatal, ibu DM, makrosomia. Retensi cairan paru. | Beberapa jam setelah lahir (biasanya < 6 jam). | Takipnea, retraksi ringan, grunting ringan, sianosis ringan (membaik dengan O2). | Corakan peribronkial meningkat, efusi pleura ringan, diafragma mendatar, hiperaerasi. | Suportif (O2, cairan IV), biasanya membaik dalam 24-72 jam. |
| Respiratory Distress Syndrome (RDS) / Penyakit Membran Hialin | Prematuritas (< 37 minggu), defisiensi surfaktan, ibu DM, asfiksia, bayi laki-laki. | Segera setelah lahir (biasanya < 6 jam). | Distress napas progresif, grunting, retraksi berat, sianosis, penurunan suara napas. | Retikulogranular (ground glass appearance), air bronchogram, volume paru menurun. | Suportif (O2, CPAP/ventilasi mekanik), surfaktan eksogen, antibiotik (jika dicurigai infeksi). |
| Meconium Aspiration Syndrome (MAS) | Bayi post-term, asfiksia intrauterin, cairan amnion bercampur mekonium. | Segera setelah lahir. | Distress napas berat, takipnea, retraksi, grunting, barrel chest, kuku/kulit/tali pusat kuning kehijauan. | Infiltrat patchy/bergumpal, hiperaerasi, atelektasis, efusi pleura, pneumotoraks. | Suportif (O2, ventilasi), antibiotik, terapi surfaktan (selektif), ECMO (kasus berat). |
| Pneumonia Neonatal | Infeksi intrauterin (TORCH), infeksi perinatal (GBS, E. coli), ketuban pecah dini (>18 jam), korioamnionitis. | Bervariasi (beberapa jam hingga hari). | Distress napas, letargi, demam/hipotermia, malas minum, tanda sepsis lainnya. | Infiltrat paru (patchy, konsolidasi), efusi pleura. | Antibiotik spektrum luas (ampisilin + gentamisin/sefotaksim), suportif (O2, cairan). |
| Kelainan Jantung Bawaan (KJB) Sianotik Kritis | Faktor genetik/lingkungan, sindrom tertentu. | Bervariasi, seringkali dalam beberapa hari/minggu pertama. | Sianosis persisten yang tidak membaik dengan O2, takipnea, murmur jantung, gagal jantung (hepatomegali, kardiomegali). | Kardiomegali, peningkatan vaskularisasi paru (pada lesi tertentu), bentuk jantung abnormal. | Prostaglandin E1 (untuk mempertahankan PDA), tatalaksana gagal jantung, rujukan bedah jantung. |
Penegakan diagnosis penyebab distress napas neonatus memerlukan pendekatan sistematis:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi