Distosia

Distosia, atau persalinan macet, adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal. Memahami seluk-beluk distosia, mulai dari penyebab, diagnosis, hingga penanganannya, sangat krusial bagi setiap calon dokter. Jangan sampai salah langkah saat menghadapi kondisi gawat ini di ruang bersalin, loh! Yuk, kuasai konsep distosia agar siap menghadapi soal UKMPPD dan praktik klinis nyata.

Definisi

Distosia adalah persalinan yang sulit atau abnormal yang ditandai oleh kemajuan persalinan yang lambat atau terhenti. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan kekuatan kontraksi uterus, janin, maupun jalan lahir.

Etiologi (The 3 P's)

Penyebab distosia secara klasik dikategorikan menjadi tiga komponen utama, dikenal sebagai 'The 3 P's':

  • Power (Kekuatan): Abnormalitas kontraksi uterus.
    • Diskoordinasi Uterus: Kontraksi tidak efektif atau tidak teratur.
    • Hipotonia Uterus: Kontraksi lemah, frekuensi atau intensitas tidak adekuat untuk dilatasi serviks dan penurunan janin.
    • Hipertonia Uterus: Kontraksi terlalu kuat atau sering, namun tidak efektif dalam memajukan persalinan, sering disertai nyeri hebat.
  • Passenger (Janin): Abnormalitas pada janin.
    • Makrosomia: Berat badan janin >4000-4500 gram, menyulitkan persalinan pervaginam.
    • Malpresentasi: Presentasi janin yang bukan kepala (misal: sungsang, lintang).
    • Malposisi: Posisi kepala janin yang tidak optimal (misal: oksiput posterior persisten).
    • Anomali Kongenital: Hidrosefalus, anensefali, atau tumor janin yang menghambat jalan lahir.
    • Kehamilan Ganda: Risiko malpresentasi dan disfungsi uterus lebih tinggi.
  • Passage (Jalan Lahir): Abnormalitas pada jalan lahir.
    • Panggul Sempit (Cephalopelvic Disproportion/CPD): Disproporsi antara ukuran kepala janin dan panggul ibu.
    • Obstruksi Jalan Lahir Lunak: Tumor (mioma uteri, kista ovarium), jaringan parut serviks, atau edema serviks yang menghalangi.

Klasifikasi Distosia Berdasarkan Fase Persalinan

Distosia dapat diklasifikasikan berdasarkan fase persalinan yang terganggu:

  • Distosia Fase Laten: Fase laten memanjang (lebih dari 20 jam pada primigravida atau 14 jam pada multigravida).
  • Distosia Fase Aktif:
    • Protracted Active Phase: Pembukaan serviks lambat (<1.2 cm/jam pada primigravida atau <1.5 cm/jam pada multigravida).
    • Arrest of Dilation: Tidak ada perubahan pembukaan serviks selama 2 jam atau lebih pada fase aktif.
    • Protracted Descent: Penurunan kepala janin lambat (<1 cm/jam pada primigravida atau <2 cm/jam pada multigravida).
    • Arrest of Descent: Tidak ada penurunan kepala janin selama 1 jam atau lebih pada fase deselerasi atau kala II.

Manifestasi Klinis

Tanda dan gejala distosia meliputi:

  • Persalinan Memanjang: Durasi persalinan melebihi batas normal untuk setiap fase.
  • Kontraksi Uterus Tidak Efektif: Kontraksi lemah, jarang, tidak teratur, atau terlalu kuat namun tidak menghasilkan kemajuan.
  • Pembukaan Serviks Tidak Progresif: Tidak ada perubahan atau lambatnya dilatasi serviks.
  • Penurunan Kepala Janin Terhambat: Kepala janin tidak turun atau tetap pada stasiun yang sama.
  • Gawat Janin: Takikardia, bradikardia, deselerasi pada pemantauan denyut jantung janin.
  • Cincin Bandl: Teraba adanya cincin retraksi patologis pada uterus yang menandakan ancaman ruptur uteri (pada distosia obstruktif berat).

Penegakan Diagnosis

Diagnosis distosia ditegakkan melalui kombinasi:

  • Anamnesis: Menggali riwayat persalinan sebelumnya, faktor risiko (misal: usia ibu, paritas, riwayat CPD).
  • Pemeriksaan Fisik:
    • Inspeksi: Pola kontraksi uterus, distensi abdomen.
    • Palpasi Leopold: Menilai presentasi, posisi, dan perkiraan berat janin.
    • Pemeriksaan Dalam (VT): Menilai pembukaan serviks, penipisan, konsistensi, posisi, presentasi janin, stasiun penurunan, dan evaluasi panggul (promontorium, spina ischiadica, arkus pubis).
  • Pemantauan Partogram: Alat vital untuk memantau kemajuan persalinan. Garis waspada dan garis bertindak pada partogram menjadi indikator penting untuk mendeteksi distosia secara dini.

Tatalaksana

Tatalaksana distosia sangat bergantung pada penyebab spesifik dan kondisi ibu serta janin. Tujuan utamanya adalah memajukan persalinan dengan aman.

  • Tatalaksana Distosia Power (Kontraksi):
    • Disfungsi Uterus Hipotonik: Augmentasi persalinan dengan Oksitosin infus (dengan pemantauan ketat kontraksi dan DJJ).
    • Disfungsi Uterus Hipertonik/Inkoordinasi: Sedasi, hidrasi, dan istirahat. Kadang tokolitik untuk relaksasi uterus.
  • Tatalaksana Distosia Passenger (Janin):
    • Malpresentasi/Malposisi:
      • Oksiput Posterior Persisten: Rotasi manual, persalinan spontan, atau persalinan pervaginam dengan bantuan (forceps/vakum).
      • Presentasi Bokong: Jika memungkinkan, persalinan pervaginam yang terkontrol atau seksio sesarea.
      • Presentasi Lintang: Umumnya seksio sesarea.
    • Makrosomia/CPD Relatif: Jika persalinan macet, pertimbangkan seksio sesarea.
  • Tatalaksana Distosia Passage (Jalan Lahir):
    • Panggul Sempit Absolut/CPD Absolut: Indikasi mutlak untuk seksio sesarea.
    • Obstruksi Jalan Lahir Lunak: Penanganan sesuai penyebab, seringkali memerlukan seksio sesarea.
  • Prinsip Umum:
    • Dukungan emosional dan fisik untuk ibu.
    • Hidrasi yang adekuat.
    • Analgesia yang sesuai.
    • Pemantauan ketat kondisi ibu dan janin.

Komplikasi

Distosia dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan janin:

  • Pada Ibu:
    • Perdarahan Postpartum: Akibat atonia uteri atau trauma jalan lahir.
    • Ruptur Uteri: Terutama pada distosia obstruktif yang tidak tertangani.
    • Infeksi: Korioamnionitis, sepsis.
    • Trauma Jalan Lahir: Laserasi serviks, vagina, perineum, fistula vesikovaginal/rektovaginal.
    • Kelelahan Maternal.
  • Pada Janin:
    • Asfiksia Neonatorum: Akibat hipoksia intrapartum.
    • Trauma Lahir: Fraktur klavikula, paralisis pleksus brakialis (Erb's palsy), perdarahan intrakranial.
    • Infeksi.
    • Kematian Perinatal.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds